Aksi Gadis Mabuk Ancam Golok di Garut Berujung Penangkapan
Pondokkebaikan.com – Aksi Gadis Mabuk Ancam Golok terhadap warga di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi perhatian setelah rekaman kejadian itu beredar di media sosial. Polisi kemudian mengamankan tiga orang yang diduga terlibat, terdiri dari seorang pria dan dua gadis yang masih di bawah umur.
Peristiwa pengancaman tersebut terjadi di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, pada Minggu (11/10/2026) dini hari. Dalam video yang beredar, seorang gadis terlihat membawa serta mengacungkan golok kepada gadis lain di lokasi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Herman Saputra mengatakan kepolisian menindaklanjuti informasi dari video viral tersebut dengan menelusuri identitas pihak-pihak yang terlibat. Setelah penyelidikan dilakukan, polisi mengamankan tiga orang.
"Kami pastikan kasusnya ditangani dan hingga kini terus berproses," kata Herman, Jumat (23/10/2026).
Polisi Amankan Tiga Orang dengan Peran Berbeda
Menurut Herman, ketiga orang yang diamankan memiliki peran masing-masing dalam insiden tersebut. Seorang gadis diduga menjadi pihak yang mengacungkan golok dan mengancam korban. Gadis lainnya diduga turut melakukan intimidasi terhadap korban.
Sementara itu, pria yang turut diamankan disebut sebagai pemilik golok yang digunakan dalam kejadian tersebut. Polisi masih menangani perkara ini sesuai proses hukum yang berlaku.
"Ada tiga orang yang sudah kami amankan," katanya.
Ia menjelaskan bahwa golok yang digunakan untuk mengancam korban diduga milik pelaku laki-laki. Polisi mendalami keterlibatan setiap pihak guna memastikan rangkaian peristiwa dan peran masing-masing secara jelas.
"Pelaku yang laki-laki ini adalah yang bersangkutan merupakan pemilik golok yang dipakai wanita untuk menodong korban," jelas Herman.
Diduga Dipicu Minuman Keras
Berdasarkan pemeriksaan awal, Aksi Gadis Mabuk Ancam Golok tersebut diduga dipengaruhi minuman keras. Gadis yang membawa senjata tajam disebut tidak senang ketika melihat korban melintas di hadapannya.
Setelah itu, ia diduga mendatangi korban sambil membawa dan mengacungkan golok. Korban yang merasa terancam kemudian mempertanyakan alasan dirinya didatangi serta diintimidasi.
Warga yang berada di sekitar lokasi merekam kejadian tersebut. Rekaman itu kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi dasar informasi awal bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan.
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya masyarakat segera melapor kepada aparat apabila melihat tindakan yang membahayakan orang lain, terutama ketika melibatkan senjata tajam. Dokumentasi warga dapat membantu penyelidikan, tetapi keselamatan diri tetap harus menjadi prioritas utama.
Penanganan Khusus Karena Melibatkan Anak di Bawah Umur
Polres Garut menegaskan proses hukum dalam perkara ini dilakukan secara profesional dan hati-hati. Dua pihak yang diamankan masih berstatus anak di bawah umur, sehingga penanganannya mengikuti prosedur khusus yang berlaku.
"Penanganan perkaranya berjalan lebih hati-hati, karena melibatkan anak sebagai pelaku," tuturnya.
Polisi tetap melanjutkan pemeriksaan untuk mengungkap seluruh fakta dalam peristiwa tersebut. Penanganan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum memiliki mekanisme tersendiri, tanpa mengabaikan dugaan tindak pengancaman yang terjadi.
FAQ Aksi Gadis Mabuk Ancam Golok di Garut
Kapan kejadian pengancaman di Garut terjadi?
Kejadian terjadi pada Minggu, 11 Oktober 2026, dini hari di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Berapa orang yang diamankan polisi?
Polisi mengamankan tiga orang, yaitu seorang pria dan dua gadis yang masih di bawah umur.
Apa peran pria yang diamankan dalam kasus ini?
Pria tersebut disebut sebagai pemilik golok yang diduga digunakan seorang gadis untuk mengancam korban.
Apa yang diduga memicu kejadian ini?
Berdasarkan pemeriksaan awal polisi, insiden tersebut diduga dipicu pengaruh minuman keras dan rasa tidak senang pelaku ketika melihat korban melintas.
Apa yang perlu dilakukan jika menyaksikan pengancaman bersenjata?
Jaga jarak, utamakan keselamatan, jangan memancing konfrontasi, lalu segera hubungi kepolisian atau aparat setempat. Rekaman atau informasi yang aman untuk diberikan dapat membantu proses penyelidikan.



