Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap

Share: X Facebook
51086-zikir-dan-doa-kebangsaan-di-monas

Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone dan Dompet Jemaah Hilang

Pondokkebaikan.com – Aksi Copet di Tengah Zikir kembali menjadi sorotan publik setelah terjadi insiden pencopetan yang menimpa beberapa orang pada malam hari, Sabtu (1/8/2026). Kejadian ini berlangsung saat pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dihadiri oleh puluhan ribu peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Salah satu korban yang mengalami pencopetan adalah seorang jurnalis media online nasional bernama Aryodamar. Saat itu, ia sedang bertugas meliput acara sebagai bagian dari liputan pers untuk peringatan kemerdekaan. Aryodamar menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya dengan detail kepada awak media setelah insiden tersebut terjadi.

Kronologi Pencopetan yang Terjadi

Menurut Aryodamar, ia baru saja selesai mengambil foto kegiatan salat Maghrib berjamaah yang berlangsung di area Monas. Setelah menyelesaikan tugas fotografinya, ia berencana menuju tenda media untuk mencari koneksi internet guna mengirimkan liputannya. Namun, dalam perjalanan menuju lokasi tersebut, ia sempat salah arah dan harus memutar balik menuju jalur keluar.

Saat melewati area yang dipenuhi peserta, Aryodamar merasa tubuhnya disenggol oleh seseorang. Ia tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut karena memang sedang berada di tengah keramaian yang padat. Namun, beberapa saat kemudian, ia menyadari bahwa iPhone 13 yang dibawanya telah lenyap dari saku celananya.

“Nah pas lagi nyari akses yang benar itu, saya sempat merasa disenggol orang. Nggak lama dari situ, saya sadar HP (iPhone 13) saya hilang,” kata Aryodamar kepada wartawan.

Menurut Aryodamar, insiden pencopetan tersebut kemungkinan besar terjadi di sekitar toilet portable yang terletak dekat pintu masuk Monas. Saat itu, ia sedang berdesakan dengan para peserta yang juga sedang berpindah-pindah lokasi untuk berbagai keperluan.

Tiga Korban Lain Juga Melapor

Setelah menyadari ponselnya hilang, Aryodamar segera melapor ke pos polisi yang berada di dekat Stasiun Gambir. Di tempat tersebut, ia menemukan bahwa ia bukan satu-satunya korban. Terdapat tiga orang lain yang juga mengalami hal serupa pada waktu yang hampir bersamaan.

“Ternyata di sana ada tiga orang lain yang juga kehilangan. Mereka ada yang kehilangan dompet dan HP. Lalu kami dibawa satu mobil ke Polsek Gambir untuk buat laporan,” ujarnya.

Korban-korban tersebut kemudian dibawa menggunakan satu mobil menuju Polsek Gambir untuk membuat laporan resmi mengenai kasus pencopetan yang terjadi. Laporan ini akan menjadi dasar bagi polisi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku yang diduga.

Polisi Selidiki Kasus dan Buru Pelaku

Kapolsek Gambir, AKBP Agus Ady Wijaya, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Aryodamar beserta tiga korban lainnya. Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku yang diduga memanfaatkan keramaian acara untuk mencopet para jemaah.

Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan agenda nasional yang digelar di kawasan Monas dan dihadiri oleh puluhan ribu peserta. Untuk memastikan keamanan kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 7.643 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Aparat keamanan juga menerapkan sistem pengamanan berlapis. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi sterilisasi lokasi, patroli rutin, pengaturan lalu lintas, serta menyiapkan pos kesehatan dan jalur evakuasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Kasus pencopetan ini menjadi pengingat bagi para peserta acara untuk tetap waspada terhadap barang-barang berharga yang dibawa. Meskipun pengamanan telah dilakukan secara ketat, pelaku masih dapat memanfaatkan momen-momen tertentu untuk melakukan aksinya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Aksi Copet di Tengah Zikir

1. Kapan dan di mana aksi copet terjadi? Aksi copet terjadi pada malam hari, Sabtu (1/8/2026), di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, saat pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan.

2. Siapa saja korban yang mengalami pencopetan? Terdapat empat korban, termasuk seorang wartawan bernama Aryodamar yang kehilangan iPhone 13, serta tiga jemaah lain yang kehilangan dompet dan HP.

3. Di area mana pencopetan kemungkinan besar terjadi? Aryodamar menduga pencopetan terjadi di sekitar toilet portable yang terletak dekat pintu masuk Monas.

4. Apa yang dilakukan polisi setelah menerima laporan? Polisi tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan membawa semua korban ke Polsek Gambir untuk membuat laporan resmi.

5. Berapa banyak personel keamanan yang dikerahkan untuk acara tersebut? Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 7.643 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang keamanan di area Monas, Anda dapat membaca artikel terkait di Suara.com – Monas dan Suara.com – Pencopetan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *