Latest Program: Kep Seribu latih pelaku usaha optimalkan pemasaran secara digital

Kepulauan Seribu Adakan Pelatihan Digital Marketing untuk Pengusaha Lokal

Latest Program – Kabupaten Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) menggelar pelatihan teknis ekonomi kreatif bertajuk “Dari Kreasi ke Strategi Promosi” pada tahun 2026. Acara ini bertujuan membantu pebisnis lokal memaksimalkan potensi pemasaran digital untuk memperkuat keberlanjutan usaha mereka. Kepala Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan, mengatakan bahwa total 50 peserta, terdiri dari anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), mengikuti program ini untuk menambah wawasan tentang pengembangan usaha.

Keberlanjutan Usaha Melalui Digitalisasi

Menurut Sonti, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pelatihan yang menyeluruh, baik dari segi teori maupun praktik, kepada para pelaku ekonomi kreatif. Ia menekankan bahwa di era globalisasi, memiliki produk berkualitas tinggi tidak lagi menjadi jaminan utama kesuksesan. Pengusaha juga harus mampu mengemas dan mempromosikan barang atau layanan mereka secara menarik melalui platform digital. “Kami ingin mereka mengerti bahwa pemasaran modern memerlukan inovasi dan strategi yang tepat,” ujarnya.

“Kami mengemas kegiatan ini dengan berbagai metode, mulai dari teori dan praktik, sesi berbagi inspirasi, hingga pendampingan lanjutan melalui grup komunikasi daring,” tambah Sonti.

Program yang berlangsung di Jakarta, Kamis, ini melibatkan mitra strategis seperti Batik Gobang, Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI), serta praktisi di bidang fotografi, videografi, dan pemasaran digital. Dengan melibatkan berbagai pihak, Sonti menilai pelatihan ini lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan peserta. “Kolaborasi ini memungkinkan kami menyajikan materi yang komprehensif dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini,” jelasnya.

Lihat Juga :   New Policy: Pemungutan PBB-P2 di Jaksel capai 107,9 persen

Subsektor Unggulan yang Dibahas

Pelatihan ini difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu fesyen, fotografi, serta film, animasi, dan videografi. Masing-masing subsektor diberi penekanan pada teknik dan strategi promosi yang bisa diterapkan langsung oleh peserta. Sonti menuturkan, dengan memahami seluk-beluk digital marketing di masing-masing bidang, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus daya tariknya di pasar. “Harapan kami adalah mereka bisa memanfaatkan pengetahuan ini untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional,” imbuhnya.

Dalam subsektor fesyen, peserta diberikan pelatihan membatik yang tidak hanya tentang teknik pembuatan, tetapi juga cara mengemas desain menjadi produk yang menarik secara visual dan bernilai jual. Sementara untuk fotografi, materi membahas estetika visual dan strategi pemasaran melalui media sosial. Subsektor film, animasi, dan videografi fokus pada keterampilan membuat konten pendek yang efektif, seperti video promosi atau iklan berbasis digital.

Komitmen Meningkatkan Ekonomi Daerah

Sonti optimis bahwa dengan pelatihan ini, produk batik serta destinasi wisata Kepulauan Seribu akan semakin dikenal masyarakat luas, baik di tingkat lokal maupun internasional. “Mari kita buktikan bahwa dari pulau-pulau kecil ini bisa lahir strategi besar yang mampu menggerakkan perekonomian daerah,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari upaya menyelaraskan keunggulan lokal dengan tantangan kompetitif pasar global.

Dalam sesi berbagi pengalaman, peserta diberikan contoh nyata dari para praktisi industri kreatif. “Ini membantu mereka memahami bagaimana mengubah ide menjadi strategi pemasaran yang konkret,” ujar Sonti. Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi, termasuk penggunaan media sosial dan alat digital lainnya untuk memperluas jaringan pelanggan.

Manfaat untuk Peserta dan Komunitas

Dari sisi peserta, Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim, mengapresiasi berbagai materi yang disampaikan. Ia menyebutkan bahwa pelatihan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan teknis, tetapi juga memberikan gambaran tentang cara membangun merek yang kuat. “Materi yang diberikan mencakup pembuatan konten video pendek, strategi branding digital, dan teknik fotografi yang modern,” jelas Muslim. Hal ini, menurutnya, memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pengusaha lokal.

“Semoga para pelaku ekonomi kreatif di Pulau Untung Jawa mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Muslim.

Sementara itu, Nurkholis, seorang peserta yang berusia 35 tahun, mengungkapkan bahwa program ini membuka wawasan baru tentang pemasaran digital. Ia berharap pelatihan serupa dapat terus digelar secara berkala. “Kami ingin ada kesempatan untuk terus belajar dan memperkaya kreativitas dalam membuat konten promosi,” ujarnya. Nurkholis menilai, dengan memahami cara memanfaatkan platform digital, pebisnis lokal bisa lebih mudah bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Lihat Juga :   BMKG prakirakan sebagian besar Jakarta cerah berawan di Minggu pagi

Dalam konteks ini, Sonti menekankan bahwa digital marketing bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang kesadaran akan pentingnya inovasi. “Dari keterbatasan fisik pulau-pulau kecil, kami ingin melahirkan strategi pemasaran yang cerdas dan berdaya saing,” tuturnya. Ia juga menyebutkan bahwa program ini menjadi batu loncatan bagi pengusaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan di luar wilayah Kepulauan Seribu.

Sebagai bagian dari upaya digitalisasi ekonomi kreatif, pelatihan ini dirancang untuk menciptakan kesadaran masyarakat tentang manfaat pemasaran digital. Sonti menambahkan bahwa keberhasilan acara ini tergantung pada partisipasi aktif peserta dan keseriusan dalam menerapkan ilmu yang didapat. “Mereka harus mengeksplorasi potensi digital marketing untuk memperkuat usaha mereka,” ujarnya. Dengan demikian, Kepulauan Seribu berharap mampu menunjukkan contoh nyata bagaimana sumber daya lokal bisa bertransformasi menjadi ekonomi yang lebih modern dan berkelanjutan.

Kepulauan Seribu, dengan sumber daya alam dan budaya yang kaya, memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha kreatif. Namun, untuk memaksimalkan potensi tersebut, pelaku usaha harus terus belajar dan adaptif terhadap perubahan. Dengan pelatihan ini, diharapkan mereka bisa menghadirkan inovasi yang tidak hanya menguntungkan bisnis, tetapi juga memperkuat identitas daerah.

Sonti juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem yang mendukung para pelaku usaha. “Kami ingin menciptakan lingkungan yang kolaboratif dan memberdayakan,” katanya. Ia berharap kerja sama dengan berbagai pihak dapat berlanjut, termasuk penggunaan teknologi untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan produktivitas. Dengan demikian, Kepulauan Seribu tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga pusat pengembangan ekonomi kreatif yang inovatif.

Pelatihan ini juga menjadi wadah untuk membangun jaringan antar pelaku usaha. Dengan berbagi pengalaman dan ide, peserta diharapkan bisa saling mendukung dalam meningkatkan kualitas dan daya saing usaha mereka. Sonti menilai, keberhasilan program ini akan menjadi fondasi untuk langkah-langkah berikutnya, seperti pameran digital atau promosi melalui media internasional.

Lihat Juga :   Visit Agenda: Kecelakaan KA, Polda Metro sebut ada 10 jenazah belum teridentifikasi

“Kami ingin para peserta tidak hanya terima ilmu, tetapi juga berani mencoba hal baru,” tambahnya. Sonti berharap, kegiatan serupa akan menjadi rutinitas yang membantu pengusaha lokal meraih peluang baru di tengah persaingan yang semakin ketat. Dengan demikian, Kepulauan Ser