New Policy: Inspiring Asia Micro Film Festival buka ruang pemberdayaan komunitas

New Policy: Inspiring Asia Micro Film Festival Membuka Ruang Pemberdayaan Komunitas

New Policy kembali menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan Inspiring Asia Micro Film Festival 2026. Festival ini berupaya menggali potensi kreatif masyarakat lokal untuk mempromosikan perubahan sosial melalui seni film pendek. Dengan pendekatan baru, peserta diberikan peluang lebih luas untuk mengungkap isu-isu yang relevan dengan komunitas mereka. Deviani Wulandari, kepala komunikasi strategis Tanoto Foundation, menekankan bahwa New Policy ini menjadi langkah penting dalam mendukung inisiatif pemberdayaan yang tangguh dan inovatif.

Memperkuat Peran Komunitas dalam Perubahan Sosial

Komunitas yang bergerak di tingkat akar rumput seringkali menjadi pendorong utama dalam mengatasi tantangan sosial. New Policy Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 bertujuan mengakomodasi usaha-usaha lokal yang menciptakan dampak nyata di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Deviani menjelaskan bahwa festival ini menjadi wadah untuk menampilkan karya yang mampu membangkitkan empati dan kesadaran kolektif tentang pentingnya kolaborasi sosial.

“Dengan New Policy ini, kita menekankan bahwa perubahan sosial tidak hanya dimulai dari pemerintah atau organisasi besar, tetapi juga bisa lahir dari inisiatif kecil yang berani menampilkan cerita mereka,” ujar Primadi H. Serad, Program Director Djarum Foundation.

Inovasi Teknologi dan Seni dalam Bercerita

New Policy tahun ini juga mencakup penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu kreatif. Kategori Best AI Film Award diluncurkan untuk memfasilitasi kreator yang ingin mengeksplorasi potensi AI dalam menggambarkan dinamika komunitas. Deviani mengungkapkan bahwa teknologi ini memberikan akses yang lebih mudah bagi peserta dengan sumber daya terbatas, sehingga pesan sosial bisa disampaikan secara efektif. New Policy ini tidak hanya memperluas ruang kreatif, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses pemberdayaan.

Lihat Juga :   Yang Terjadi Saat: Katy Perry dituduh melecehkan aktris Ruby Rose

Festival ini membuka peluang bagi berbagai kelompok, termasuk pelajar, sineas, dan organisasi, untuk menggambarkan perjuangan mereka melalui media film pendek. Dengan format kompetisi yang inklusif, New Policy ini memastikan bahwa kisah-kisah inspiratif dari seluruh lapisan masyarakat bisa terdengar dan diapresiasi. Deviani menambahkan bahwa New Policy ini berupaya mengubah cara masyarakat mengakses informasi sosial, sekaligus membangun kepercayaan terhadap inisiatif lokal yang berdampak.

Proses Seleksi yang Terbuka dan Transparan

Seleksi peserta dalam New Policy Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 dilakukan secara transparan dengan melibatkan masyarakat langsung. Karya-karya yang lolos babak awal akan dipublikasikan untuk mendapatkan dukungan publik sebelum dinilai oleh dewan juri. Deviani menjelaskan bahwa metode ini memastikan karya yang dipilih benar-benar mewakili cerita yang relevan dengan kebutuhan komunitas. New Policy ini juga mencakup kategori Best Project Award, yang menargetkan usaha-usaha komunitas yang inovatif dan berkelanjutan.

Kelompok peserta akan melalui tahapan seleksi internal mulai 1 hingga 15 Juli 2026. Setelah itu, mereka akan diuji dalam proses onboarding hingga 20 Juli. New Policy ini memastikan partisipasi yang lebih luas, karena kategori Best AI Film Award dan Best Micro Film Award dirancang untuk memfasilitasi berbagai bentuk ekspresi kreatif. Deviani berharap, New Policy ini mampu menjadi bentuk pengakuan bagi perubahan sosial yang berasal dari komunitas dan ditampilkan secara global.

Jadwal dan Keterlibatan Publik yang Intensif

Pendaftaran festival ini dibuka hingga 30 Juni 2026, dengan pendaftaran yang terbuka untuk siapa pun yang tertarik. New Policy mengatur tahapan evaluasi yang berlangsung secara bertahap, mulai dari 21 Juli hingga 11 Agustus untuk Community Vetting, lalu 12 hingga 16 Agustus untuk finalisasi pemenang. Deviani menegaskan bahwa New Policy ini bertujuan menghadirkan alur partisipasi yang efisien, sehingga peserta bisa merasakan keterlibatan langsung dalam proses pemilihan karya.

Lihat Juga :   Maudy Ayunda awalnya takut tapi tertarik di film “Para Perasuk"

Dengan New Policy yang diterapkan, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 berharap menjadi wadah bagi berbagai cerita inspiratif yang mungkin belum terdengar. Proses kompetisi yang diatur dengan transparansi dan keterbukaan diharapkan mampu membangun hubungan yang lebih kuat antara seni, teknologi, dan perubahan sosial. Deviani menutup dengan harapan bahwa New Policy ini akan terus menginspirasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan potensi komunitas mereka.