Topics Covered: Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam

Share: X Facebook
69188-presiden-iran-masoud-pezeshkian

Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam

Topics Covered – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan kritik tajam terhadap lembaga internasional yang dianggap diam dalam merespons serangkaian aksi militer Israel yang menimbulkan korban jiwa besar. Menurutnya, kebimbangan lembaga tersebut justru memperkuat posisi Israel dalam melakukan tindakan represif di wilayah Timur Tengah. Dalam sebuah pernyataan, Pezeshkian menyoroti kelambanan badan dunia dalam memeriksa kekejaman Israel, yang menurutnya telah membuka ruang bagi negara tersebut untuk melegitimasi serangan tanpa henti.

Upacara pemakaman ayah revolusi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berlangsung megah dan dihadiri oleh ribuan pengunjung dari berbagai negara. Rangkaian ritual ini melibatkan partisipasi massif dari masyarakat Iran hingga Irak, menunjukkan kekompakan dan kesedihan yang mendalam di antara umat Islam. Pezeshkian mengatakan bahwa situasi ini menjadi momentum untuk memperkuat perlawanan bersama terhadap kekuasaan geopolitik musuh. “Badan-badan global tetap diam sementara Israel secara terbuka berbicara tentang pembunuhan dan serangan yang ditargetkan,” ujar Pezeshkian, dikutip dari Anadolu, Minggu (5/7/2026).

Pelemahan Kepemimpinan Dunia

Kritik tajam yang dilontarkan Pezeshkian juga mengungkapkan ketidakadilan dalam tanggung jawab lembaga internasional. Menurutnya, lembaga tersebut kini mengalami kemerosotan kekuatan dalam melindungi hak asasi manusia, terutama saat berhadapan dengan kepentingan politik tertentu. Dalam pandangan Teheran, adanya bias dari penegak hukum global justru memperparah ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Pemimpin Iran menegaskan bahwa organisasi internasional diharapkan mencegah tindakan represif, namun justru memberikan dukungan logistik dan politik kepada Israel.

Pernyataan ini disampaikan saat acara KTT Teheran berlangsung, yang sekaligus menjadi forum penting untuk mendiskusikan isu regional. Prosesi pemakaman Khamenei yang diadakan sepanjang akhir pekan ini dianggap sebagai simbol kekompakan umat Islam dalam menghadapi ancaman dari luar. Pezeshkian menekankan bahwa pembiaran terhadap Israel menciptakan situasi yang kritis, di mana aksi kekerasan terus berlanjut tanpa pengawasan yang ketat. “Ketidakstabilan yang terjadi di kawasan ini semakin mengancam karena lembaga internasional tidak memperhatikan kekejaman yang dilakukan Israel,” tambahnya.

Reaksi Internasional dan Konsekuensi Regional

Situasi kritis yang diungkapkan oleh Pezeshkian juga memicu penyesalan terhadap ketidakseimbangan tindakan kekuasaan. Teheran menyatakan bahwa janji perlindungan hak asasi manusia dari organisasi global telah runtuh, terutama dalam menghadapi konflik yang memperumit hubungan antarnegara. Penyerangan Israel yang terus-menerus, menurut Pezeshkian, bertanggung jawab atas berbagai krisis dan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa negara-negara Muslim tidak memulai agresi tersebut, dan perlu dibangun poros baru untuk melawan kekuatan dominan di kancah global.

Pemimpin Iran menegaskan bahwa kebijakan internasional yang tidak adil berdampak besar pada keamanan negara-negara Arab. Upacara pemakaman Khamenei, yang berlangsung sepanjang akhir pekan, menjadi momen untuk menyatukan visi perlawanan antara negara-negara Muslim. Pezeshkian menyoroti pentingnya kepemimpinan baru yang lebih independen dan agresif, yang dapat menjadi pilar utama dalam memperkuat solidaritas antarbangsa. “Kepemimpinan saat ini memikul tanggung jawab besar, dan pemerintah kami akan terus bekerja menuju cita-cita revolusi,” ujar Pezeshkian.

Di tengah duka yang menyelimuti rakyat Iran, gelombang massa pengunjung pemakaman Khamenei terus mengalir ke Masjid Imam Khomenei Mosalla. Pelayat dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul untuk menghormati tokoh yang menjadi simbol perlawanan kemerdekaan dan keadilan. Prosesi ini direncanakan berlangsung selama sepekan penuh, melibatkan jutaan pengikut mazhab Syiah di seluruh dunia. Pezeshkian menegaskan bahwa upacara ini tidak hanya sebagai penghormatan, tetapi juga sebagai pernyataan kekuatan dan konsolidasi kepentingan Islam di tingkat global.

Sebagai bagian dari upaya menyatukan visi perlawanan, Iran menunjukkan komitmen untuk memimpin inisiatif baru dalam meningkatkan kembali kepercayaan umat Islam terhadap organisasi internasional. Pezeshkian berharap lembaga-lembaga global bisa lebih aktif dalam meninjau tindakan Israel, bukan hanya diam menunggu konsekuensi. Ia menilai bahwa kelumpuhan badan-badan dunia memberi kesempatan bagi Israel untuk melegitimasi agresinya tanpa hambatan. “Kita tidak bisa membiarkan kekejaman terus berlanjut tanpa respons yang tegas,” tutur Pezeshkian.

Ketimpangan perlakuan terhadap negara-negara Arab oleh lembaga internasional membuat stabilitas sosial dan ekonomi mereka semakin terancam. Pezeshkian menilai bahwa Israel, dengan dukungan yang diberikan, telah menjadi ancaman utama bagi keseimbangan geopolitik di kawasan. Pemimpin Iran menambahkan bahwa persatuan Muslim harus menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan masa depan. “Kita harus bergerak bersama untuk memperkuat solidaritas dan mengembangkan kekuatan politik yang berimbang,” katanya.

Langkah diplomatik Iran ini juga sejalan dengan keinginan untuk membangun kembali poros baru yang berdiri di atas prinsip keadilan. Pemimpin negara tersebut menegaskan bahwa pembentukan koalisi global yang lebih kuat dan berdaya adalah kebutuhan mendesak. Selama upacara pemakaman Khamenei, Teheran berharap masyarakat internasional akan menyadari bahwa kekuatan Israel tidak dapat dibiarkan berkembang tanpa pengawasan. “Pembiaran ini menunjukkan kelemahan lembaga internasional, yang harus diubah agar bisa menjadi pelindung hak asasi manusia,” pungkas Pezeshkian.

Menurut jadwal resmi, prosesi pemakaman Khamenei akan berlangsung hingga akhir pekan, dengan partisipasi dari para pemimpin negara, pejabat senior, dan tokoh agama. Upacara ini dianggap sebagai momentum penting untuk menyatukan visi perlawanan antara negara-negara Muslim. Pezeshkian menekankan bahwa Iran siap memikul tanggung jawab besar dalam menggalang kekuatan baru yang bisa menjadi penghalang bagi dominasi geopolitik negara-negara barat. Dengan demikian, upacara pemakaman menjadi bukti nyata dari solidaritas umat Islam di tingkat global.

Kritik terhadap peran lembaga internasional juga menyoroti kebutuhan perubahan struktur dalam memeriksa kekejaman. Pemimpin Iran menilai bahwa penegakan hukum harus berbasis keadilan, bukan hanya kepentingan politik. Dalam konteks ini, Israel dianggap sebagai pihak yang terus-menerus berada di atas kekuasaan, sementara lembaga dunia membiarkan tindakan tersebut berlangsung tanpa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *