Meeting Results: ASEAN Dorong Indo-Pasifik Terbuka di Tengah Ketegangan
Meeting Results – Jakarta menjadi saksi peluncuran forum dialog penting yang bertujuan memperkuat posisi Asia Tenggara dalam percakapan regional dan global. Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) bersama ASEAN menggelar Kuliah Perdana ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series pada Kamis, 9 Juli 2026. Meeting Results dari acara ini menunjukkan komitmen kuat kawasan terhadap pendekatan yang inklusif. Acara ini dihadiri para diplomat, akademisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara mitra Indo-Pasifik.
Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, menyampaikan pesan krusial mengenai pentingnya menjaga kawasan Indo-Pasifik agar tetap terbuka, inklusif, dan berlandaskan aturan internasional. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa negara-negara di kawasan tidak perlu terjebak dalam persaingan antar kekuatan besar, melainkan harus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan. Meeting Results dari pidato beliau menegaskan urgensi stabilitas regional.
AOIP sebagai Kerangka Kerja Sama Regional
ASEAN Outlook on the Indo-Pacific atau AOIP menjadi fondasi pendekatan yang diusung dalam forum ini. Dr. Kao menjelaskan bahwa kerangka kerja sama ini mengedepankan keterbukaan, inklusivitas, serta penghormatan terhadap aturan internasional yang telah ada. Meeting Results dari diskusi ini menunjukkan konsensus kuat antar negara peserta.
“Pendekatan tersebut tercermin dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), yang menawarkan kerangka kerja sama yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan,” ujar Dr. Kao dalam pidato utamanya.
Menurut beliau, di tengah meningkatnya persaingan geopolitik, fragmentasi ekonomi global, hingga tantangan terhadap rantai pasok maritim, negara-negara di kawasan perlu memperkuat kolaborasi nyata. Kerja sama dalam bidang infrastruktur berkelanjutan, transformasi digital, serta keamanan ekonomi menjadi kunci untuk menjaga ketahanan kawasan Indo-Pasifik.
Kolaborasi ASEAN-Jepang Mencapai 81 Persen
Dr. Kao juga mengungkapkan pencapaian signifikan dalam hubungan bilateral ASEAN-Jepang. ASEAN dan Jepang telah menyelesaikan sekitar 81 persen agenda aksi dalam Rencana Implementasi bersama mereka. Meeting Results dari kolaborasi ini menunjukkan bahwa berbagai inisiatif kerja sama dapat saling melengkapi dan memberikan manfaat bagi seluruh kawasan.
Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa pendekatan inklusif yang diusung ASEAN dapat menghasilkan hasil nyata. Kolaborasi dalam berbagai sektor mulai dari ekonomi hingga keamanan memberikan fondasi kuat bagi stabilitas regional. Meeting Results dari pertemuan ini juga menyoroti pentingnya dialog berkelanjutan.
Stabilitas Indo-Pasifik Perlu Dijaga Melalui Dialog
Prof. Nobuhiro Aizawa, Dekan sekaligus Managing Director ERIA School of Government, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga stabilitas kawasan. Beliau menekankan bahwa Indo-Pasifik selama ini menikmati perdamaian yang harus terus dijaga melalui dialog dan kerja sama yang inklusif.
“Kawasan Indo-Pasifik selama ini menikmati perdamaian dan stabilitas. Karena itu, sudah saatnya kita memperkuat norma dan pendekatan yang telah dibangun bersama oleh negara-negara di kawasan ini, sambil terus menjaga stabilitas dan ketahanan kawasan,” kata Aizawa.
Pernyataan ini sejalan dengan visi ASEAN untuk menjadi sentral dalam tata kelola kawasan. Melalui pendekatan yang inklusif, negara-negara di Indo-Pasifik dapat menghadapi berbagai tantangan bersama-sama. Meeting Results dari simposium ini memperkuat pandangan tersebut.
Momentum Penting untuk Sentralitas ASEAN
Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, menilai peluncuran seri kuliah tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat Sentralitas ASEAN di tengah perubahan tatanan global. Menurutnya, melalui ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series, ERIA ingin memperkuat perspektif Asia Tenggara dalam diskusi regional maupun global.
“Melalui ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series yang digagas oleh Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Kao Kim Hourn, ERIA ingin memperkuat perspektif Asia Tenggara dalam diskusi kawasan dan global. Kami berharap rangkaian kuliah ini dapat memperkuat peran ASEAN dalam mendorong dialog, kerja sama, dan keterlibatan yang inklusif di Indo-Pasifik,” ujar Watanabe.
Seri kuliah ini merupakan bagian dari upaya ERIA untuk memperkuat dialog kebijakan berbasis riset. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, forum ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan kawasan. Meeting Results akhir dari acara ini menunjukkan antusiasme tinggi dari seluruh peserta yang hadir.



