detik Orang Israel Bakar Masjid Tepi Barat Palestina, Api Lalap Pintu Hingga Bangunan

Share: X Facebook
32741-serangan-pemukim-israel-membakar-dua-masjid-dan-memperkeruh-situasi-keamanan-di-tepi-barat

Orang Israel Bakar Masjid Tepi Barat: Api Lalap Pintu Hingga Bangunan

Pondokkebaikan.com – Kondisi keamanan di wilayah Tepi Barat mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Sejak konflik Gaza meletus pada 7 Oktober 2023, berbagai aksi kekerasan dan perusakan properti warga Palestina semakin marak terjadi. Situasi ini diperparah dengan aksi brutal kelompok pemukim Israel yang membakar dua tempat ibadah sekaligus menyemprotkan grafiti bernuansa rasis di berbagai lokasi.

Aksi Pembakaran Masjid di Qusra dan Tulkarem

Gelombang teror yang menyasar simbol-simbol keagamaan ini dimulai dengan penyerangan terhadap bangunan masjid yang sedang dalam tahap pembangunan di kawasan Qusra, bagian selatan kota Nablus. Kelompok pemukim radikal menerobos masuk ke area tersebut dan membakar bangunan dengan api yang kemudian membesar dengan cepat. Konstruksi fisik serta area depan bangunan mengalami kerusakan parah akibat kobaran api yang melahap pintu masuk hingga merusak bagian batu bangunan.

Wali Kota Qusra, Abdel Azim Wadi, mengungkapkan dampak serius dari insiden tersebut. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Al Jazeera pada Senin (27/7/2026), ia menjelaskan bahwa api tidak hanya menghancurkan pintu masuk masjid, tetapi juga merusak bagian batu bangunan. Selain pembakaran, para pelaku juga meninggalkan coretan grafiti berbahasa Ibrani di tembok bangunan. Tulisan-tulisan tersebut secara terang-terangan memuat pesan ancaman serta nuansa kebencian dan pembalasan.

Peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Tulkarem dengan pola serangan yang hampir identik. Kelompok pemukim kembali membakar fasilitas masjid di Desa Kour sambil mencoretkan slogan-slogan rasis di dinding-dinding bangunan. Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina segera mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keras aksi penyerangan bertubi-tubi terhadap tempat ibadah tersebut.

Penangkapan Massal dan Respons Militer Israel

Sejalan dengan aksi pembakaran, pasukan militer Israel juga menggelar operasi penangkapan massal terhadap puluhan warga Palestina di berbagai wilayah Tepi Barat. Operasi ini menyasar puluhan permukiman di seluruh provinsi. Jumlah penangkapan tercatat sebanyak 30 warga di Desa Tal, 14 di Ramallah, lima di Jenin, delapan di Hebron, tiga di Bethlehem, dan enam di Tulkarem.

Pihak tentara Israel mengklaim telah mengutus personel mereka menuju kawasan Qusra setelah menerima laporan mengenai perusakan. Namun, para pelaku pembakaran telah lebih dulu melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi. Dalam sebuah pernyataan resmi, disebutkan bahwa para tentara mencari tersangka yang melarikan diri dan mengidentifikasi tanda-tanda pembakaran serta grafiti di tempat kejadian. Polisi Israel juga akan menyelidiki lebih lanjut dan mengumpulkan bukti-bukti terkait.

Eskalasi Kekerasan dan Dampaknya

Insiden-insiden tersebut membuktikan bahwa warga lokal kini menghadapi ancaman ganda dari agresi militer dan aksi perusakan dari pemukim radikal. Kondisi ini menuntut langkah perlindungan internasional yang mendesak untuk mencegah kehancuran fasilitas publik dan tempat ibadah. Perusakan fasilitas ibadah yang terjadi secara beruntun di dua lokasi berbeda dalam kurun waktu yang berdekatan dinilai sebagai upaya provokasi sistematis untuk merusak kondusivitas wilayah Tepi Barat.

Ketegangan di Tepi Barat terus melonjak tajam seiring berkepanjangan eskalasi militer. Eskalasi ini memicu maraknya aksi kekerasan bersenjata dan perusakan properti warga Palestina. Sebelumnya, bentrokan sengit di Desa Tell telah merenggut nyawa empat warga Palestina dan dua tentara Israel. Peristiwa berdarah tersebut memicu operasi militer skala besar di Nablus dan kota-kota sekitarnya, menambah kompleksitas situasi keamanan di wilayah tersebut.

“Api menghancurkan pintu masuk masjid dan bahkan merusak bangunan batunya,” kata Wadi dikutip dari Al Jazeera, Senin (27/7/2026).

“Para tentara mencari tersangka yang melarikan diri sebelum kedatangan mereka dan mengidentifikasi tanda-tanda pembakaran dan grafiti di tempat kejadian,” kata pernyataan itu, menambahkan bahwa polisi Israel akan menyelidiki dan mengumpulkan bukti.

“Kelompok pemukim membakar sebuah masjid di desa Kour di provinsi Tulkarem dan menulis slogan-slogan rasis di dindingnya,” kata Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Insiden Pembakaran Masjid

Apa yang menyebabkan api membakar masjid di Qusra?

Api disebabkan oleh kelompok pemukim Israel yang menerobos masuk ke area masjid yang sedang dibangun di kawasan Qusra, selatan Nablus. Mereka membakar bangunan dengan api yang kemudian membesar dengan cepat dan melahap pintu masuk hingga merusak bagian batu bangunan.

Berapa jumlah warga Palestina yang ditangkap dalam operasi militer Israel?

Operasi penangkapan massal menyasar puluhan warga Palestina dengan rincian: 30 warga di Desa Tal, 14 di Ramallah, lima di Jenin, delapan di Hebron, tiga di Bethlehem, dan enam di Tulkarem.

Apakah ada korban jiwa dalam insiden pembakaran masjid?

Berdasarkan laporan yang tersedia, insiden pembakaran masjid di Qusra dan Tulkarem tidak mencatat korban jiwa langsung. Namun, bentrokan sengit di Desa Tell sebelumnya telah merenggut nyawa empat warga Palestina dan dua tentara Israel.

Bagaimana respons pemerintah Palestina terhadap aksi pembakaran?

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina segera mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keras aksi penyerangan bertubi-tubi terhadap tempat ibadah tersebut. Wali Kota Qusra, Abdel Azim Wadi, juga memberikan keterangan mengenai kerusakan yang terjadi.

Apakah pelaku pembakaran masjid berhasil ditangkap?

Pihak tentara Israel mengklaim telah mengutus personel mereka menuju kawasan Qusra setelah menerima laporan mengenai perusakan. Namun, para pelaku pembakaran telah lebih dulu melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi. Polisi Israel akan menyelidiki lebih lanjut dan mengumpulkan bukti-bukti terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *