Key Strategy: Disdikbud Kaltim genjot anak-anak pedalaman jadi guru di kampung
Disdikbud Kaltim genjot anak-anak pedalaman jadi guru di kampung
Samarinda, Kaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi tersebut memperkuat upaya afirmasi untuk mendorong generasi muda dari wilayah terpencil menjadi pendidik dan mengabdi di tempat tinggal mereka. Pelaksana tugas Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengatakan kebijakan ini penting guna menciptakan guru lokal yang lebih stabil. “Guru luar daerah sering tidak bertahan lama, sehingga kebijakan afirmasi ini sangat diperlukan untuk membangun sumber daya pendidik dari dalam daerah,” jelas Armin.
Program afirmasi ini dilengkapi dengan kemudahan akses pendidikan melalui beasiswa gratis di fakultas keguruan. Lulusan dari program tersebut, kata Armin, diberi peluang untuk diangkat menjadi tenaga pendidik di wilayah asal mereka. Ia menambahkan, ketersediaan fasilitas pendukung seperti asrama dianggap penting untuk meningkatkan partisipasi pendidikan di daerah terpencil seperti Mahakam Hulu.
“Namun, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan, yakni rendahnya minat anak-anak untuk melanjutkan pendidikan meskipun kondisi fisik sudah memadai,” ujar Armin.
Armin juga menyoroti pentingnya kesadaran orang tua dalam mengirimkan anaknya ke sekolah. Ia menekankan perlu adanya sosialisasi yang lebih intensif dan kebijakan yang berpijak pada kebutuhan masyarakat setempat. Salah satu langkah konkret adalah pemberian kuota khusus bagi siswa dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di SMA Garuda Transformasi.
“Melalui sekolah tersebut, siswa berprestasi bisa meraih beasiswa penuh dan melanjutkan studi hingga ke luar negeri,” tambahnya.
Mengenai penyebaran guru, Armin menyatakan regulasi nasional perlu disesuaikan dengan kearifan lokal. Ia memberi contoh penarikan guru PPPK yang terkonsentrasi di kota untuk diarahkan ke daerah pedalaman. “Kita juga harus meningkatkan infrastruktur pendidikan agar tidak ada lagi ketimpangan antara sekolah unggulan dan sekolah pedalaman,” terang Armin.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Disdikbud Kaltim menargetkan seluruh sekolah di wilayah pedalaman mencapai standar Sekolah Nasional Plus pada 2028. Target ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara merata dan memberdayakan masyarakat lokal melalui pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar serta sarana belajar yang memadai.