Solving Problems: BP3MI Riau terima 150 PMI nonprosedural deportasi dari Malaysia

BP3MI Riau Terima 150 PMI Nonprosedural dari Malaysia

Dumai Port, Pekanbaru, (ANTARA) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau kembali menerima 150 Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural yang dideportasi dari Malaysia pada Sabtu (25/4). PMIs tersebut kembali ke Indonesia melalui pelabuhan tersebut setelah menjalani proses pemulangan yang dipersiapkan oleh pihak berwenang.

Fanny Wahyu Kurniawan, kepala BP3MI Riau, menyampaikan pada Senin di Pekanbaru bahwa para PMI berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Jambi, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Maluku. Dalam pemulangan, total 150 PMI terdiri dari 68 laki-laki dan 82 perempuan.

“PMIs tersebut dipulangkan ke tanah air dengan kapal Indomal Kingdom pada Sabtu (25/4). Dari 150 orang PMI, terdapat 68 laki-laki dan 82 perempuan,” tambah Fanny.

Menurut Fanny, sebagian besar PMI dalam kondisi sehat, meski sebagian mengalami gangguan kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, patah kaki, dan HIV. BP3MI Riau memastikan semua PMI yang tiba di Dumai didata dan difasilitasi untuk kembali ke daerah asal, agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga.

Setelah pemeriksaan awal, BP3MI Riau bekerja sama dengan P4MI Dumai memberikan layanan pelindungan, pendampingan, dan informasi kepada para PMI yang mengalami masalah. “PMIs kemudian dibawa ke Rumah Ramah Pekerja Migran Indonesia di P4MI Dumai untuk pendataan lanjutan, pelayanan, dan fasilitasi sambil menunggu proses pemulangan ke daerah asal masing-masing,” ujarnya.

Fanny menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah keinginan bekerja di luar negeri secara ilegal. Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami risiko bekerja nonprosedural hingga akhirnya terdeportasi. “Kehadiran kami bukan hanya menjemput, tetapi juga memulihkan dan menyampaikan bahwa negara tetap aktif,” ujarnya.

Lihat Juga :   Propam Polri cek 10 ribu senpi milik personel Polda Kalsel