Important Visit: Pemprov Jambi gelontorkan Rp40 miliar untuk keperluan haji 2026

Pemprov Jambi Gelontorkan Rp40 Miliar untuk Keperluan Haji 2026

Important Visit – Kota Jambi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menyetorkan dana sebesar Rp40 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk mendukung proses keberangkatan jamaah calon haji (CJH) asal daerah tersebut. Anggaran ini bertujuan memastikan kelancaran operasional selama ibadah haji, terutama terkait pengadaan transportasi dan fasilitas pendukung. Gubernur Jambi, Al Haris, menjelaskan bahwa dana tambahan ini dibutuhkan karena kenaikan harga bahan bakar pesawat (Avtur), yang memengaruhi biaya charter pesawat dari Jambi ke Batam.

“Awalnya sudah dianggarkan Rp29 miliar, tapi jumlah itu kurang karena harga Avtur naik. Karena itu, kita tambah anggaran melalui dana belanja tidak terduga hingga mencapai Rp40 miliar,” kata Al Haris saat menggelar pelepasan perdana di Asrama Haji Kota Jambi, Selasa (5/5) malam.

Dalam pernyataannya, Al Haris menegaskan bahwa kenaikan Avtur berdampak signifikan pada biaya operasional penerbangan. Ini menyebabkan penyesuaian anggaran untuk memastikan jamaah bisa diterbangkan ke Batam secara efisien, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. “Dengan dana tambahan ini, kita bisa menjamin proses pemberangkatan dan pemulangan jamaah tidak terganggu,” tambahnya.

Anggaran sebesar Rp40 miliar di alokasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti sewa pesawat, biaya perjalanan, dan fasilitas tambahan. Selain itu, dana juga digunakan untuk menyewa perangkat pemindai (X-ray) guna memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah selama proses keberangkatan. Pemprov Jambi juga menyiapkan bus sebagai alat transportasi darat dan menganggarkan makanan untuk kebutuhan jamaah saat dalam perjalanan.

Al Haris menjelaskan bahwa penggunaan dana belanja tidak terduga menjadi langkah wajib untuk mengatasi kenaikan biaya. “Kita tidak bisa membebani jamaah dengan sumbangan tambahan, jadi pemerintah harus mengambil alih biaya ini,” katanya. Menurut dia, kenaikan harga Avtur memaksa pemerintah melakukan penyesuaian anggaran agar layanan tetap optimal. “Dengan dana yang lebih besar, kita bisa memastikan tidak ada hambatan dalam pengiriman jamaah ke dan dari Batam,” imbuhnya.

Lihat Juga :   New Policy: Usai gangguan teknis, pesawat haji mendarat aman di Madinah

Langkah Strategis untuk Meningkatkan Akses

Sebagai bagian dari rencana strategis, Al Haris juga menyebutkan bahwa dana tambahan ini berdampak pada upaya memperkuat Bandara Sultan Thaha Jambi. “Kita ingin bandara ini menjadi internasional agar jamaah haji dan umroh bisa langsung terbang ke Arab Saudi tanpa harus transit,” jelasnya. Pemprov Jambi, katanya, berkomitmen untuk melibatkan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan infrastruktur udara di provinsi tersebut.

Menurut data yang dihimpun, jumlah jamaah haji asal Jambi mencapai 3.276 orang. Angka ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan alokasi dana. “Dengan kuantitas yang cukup besar, perlu adanya fasilitas lebih lengkap dan transportasi yang lebih efisien,” ujar Al Haris. Ia menekankan pentingnya pemerintah daerah aktif dalam mengelola logistik keberangkatan jamaah, terutama karena kondisi pasar penerbangan yang dinamis.

“Peningkatan anggaran bukan hanya untuk mengakomodasi kebutuhan saat ini, tapi juga sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap kualitas layanan haji,” kata Al Haris. Ia menjelaskan bahwa dana tambahan ini memungkinkan penyediaan armada pesawat yang lebih modern, serta mempercepat proses pemeriksaan jamaah sebelum berangkat.

Pemprov Jambi juga memperhatikan aspek keamanan dalam proses keberangkatan. Penambahan anggaran untuk perangkat pemindai (X-ray) diharapkan bisa mengurangi risiko kehilangan barang bawaan jamaah selama penerbangan. Selain itu, penyewaan bus menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pengantaran jamaah ke bandara atau bandara ke pusat kota. “Ini penting agar jamaah tidak mengalami keterlambatan dan bisa berangkat sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya.

Menurut Al Haris, kenaikan harga Avtur sejak beberapa bulan lalu menjadi faktor utama dalam penambahan anggaran. “Avtur naik signifikan, bahkan melebihi proyeksi awal. Dengan dana yang lebih besar, kita bisa mengantisipasi kebutuhan di masa depan,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa rencana pengembangan Bandara Sultan Thaha Jambi akan menjadi prioritas dalam jangka panjang, agar Jambi bisa menjangkau pasar internasional secara lebih mudah.

Lihat Juga :   Wagub minta jamaah calon haji doakan kemajuan Papua

Dalam perspektif jangka panjang, Al Haris menilai bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 akan menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan publik. “Kita ingin Jambi menjadi salah satu destinasi utama dalam pemberangkatan jamaah haji,” kata gubernur. Ia berharap dengan dukungan anggaran yang memadai, pemerintah provinsi bisa memperbaiki kualitas pelayanan dan menjaga kepuasan jamaah.

Sebagai bagian dari rencana ini, pemerintah akan terus mengupayakan pengembangan infrastruktur bandara, termasuk peningkatan kapasitas penerbangan internasional. “Dengan menjadi bandara internasional, Jambi bisa mengakomodasi lebih banyak jamaah dan mengurangi ketergantungan pada bandara lain,” jelasnya. Al Haris juga menyinggung pentingnya keterlibatan pihak swasta dalam mendukung program ini, seperti penyediaan alat transportasi dan fasilitas pendukung.

Dengan anggaran yang ditingkatkan, Pemprov Jambi berharap bisa memberikan pengalaman keberangkatan yang lebih baik bagi jamaah. “Kita ingin jamaah merasa nyaman, aman, dan terlayani dengan baik,” katanya. Menurut Al Haris, penambahan anggaran ini juga berdampak pada keberlanjutan program haji di masa mendatang. “Kita harus siap menghadapi perubahan dinamika harga bahan bakar dan permintaan jamaah,” tambahnya.

Sebagai penutup, gubernur meminta dukungan masyarakat dan pihak terkait untuk memastikan keberhasilan program haji 2026. “Jamaah adalah prioritas utama, jadi semua sumber daya harus kita siapkan dengan maksimal,” pungkasnya. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jambi akan terus berupaya memastikan seluruh kebutuhan jamaah terpenuhi, baik dalam hal transportasi maupun fasilitas pendukung lainnya.