What You Need to Know: Seminar pengelolaan stakeholder

Seminar tentang Pengelolaan Stakeholder dalam Dinamika Ekosistem Digital

Kegiatan Forum Portofolio PT PLN Indonesia Power Renewable di Bandung

What You Need to Know – Kamis (27/5/2026), sebuah forum penting mengenai pengelolaan stakeholder dan strategi komunikasi yang efektif diadakan di Hotel Sheraton, Bandung, Jawa Barat. Acara tersebut diselenggarakan oleh PT PLN Indonesia Power Renewable (PLN IPren), dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan sektor energi terbarukan. Salah satu pembicara utama dalam kegiatan ini adalah Benny Siga Butarbutar, yang menjabat sebagai Direktur Utama Perum LKBN ANTARA. Ia membagikan wawasan mengenai bagaimana mengelola hubungan dengan para stakeholder serta pentingnya komunikasi yang baik dalam mendukung keberhasilan proyek energi.

Sebagai perusahaan media nasional, Perum LKBN ANTARA memiliki peran kritis dalam menyebarkan informasi yang akurat dan relevan kepada publik. Dalam pemaparannya, Benny menekankan bahwa media massa harus tetap menjadi bagian integral dari ekosistem informasi di era digital. Meski teknologi sosial media dan platform daring telah mengubah cara orang menerima berita, ia menegaskan bahwa kehadiran media tradisional tetap diperlukan untuk menjaga kualitas komunikasi. “Media massa adalah tulang punggung dalam membangun kesadaran masyarakat, terutama mengenai isu-isu yang berkaitan dengan keberlanjutan energi,” kata Benny, sebagaimana dikutip dalam

ANTARA FOTO/Novrian Arbi/kye.

Dalam sesi diskusi, Benny juga menggarisbawahi bahwa efektivitas manajemen stakeholder tidak hanya bergantung pada kualitas informasi, tetapi juga pada cara penyampaian yang tepat. Ia menyoroti perlunya adaptasi terhadap perubahan pola komunikasi, seperti penggunaan media sosial yang lebih personal dan interaktif. “Di tengah tantangan kompetisi informasi yang semakin ketat, komunikasi harus mampu membangun kepercayaan dengan audiens,” ujarnya. Hal ini sangat relevan dalam konteks bisnis energi terbarukan, yang menghadapi banyak pihak yang terlibat, mulai dari pemilik modal hingga masyarakat setempat.

Lihat Juga :   TPST BLE Kaliori di Banyumas mampu olah sampah 80 persen per hari

Pemangku kepentingan, atau stakeholder, mencakup berbagai pihak yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi suksesnya sebuah proyek. Dalam proyek energi terbarukan, stakeholder seperti pemerintah, investor, masyarakat sekitar, dan organisasi nirlaba perlu diakomodasi dengan baik. Benny mengatakan bahwa pengelolaan stakeholder yang baik membutuhkan pendekatan holistik, yang melibatkan pemahaman akan kebutuhan dan ekspektasi setiap pihak. “Kita tidak bisa mengabaikan aspirasi stakeholder, karena mereka adalah penentu keberlanjutan proyek jangka panjang,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk membahas bagaimana media massa dapat berkontribusi pada peningkatan transparansi dalam industri energi. Dalam era di mana informasi bisa menyebar dengan cepat, Benny menekankan bahwa media harus menjadi mitra dalam memastikan bahwa berita yang disampaikan tidak hanya akurat, tetapi juga memudahkan pemahaman publik. Ia menyebutkan bahwa media massa perlu tetap relevan dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai alat, bukan pengganti, dalam menyampaikan pesan penting.

Selain membahas strategi komunikasi, forum ini juga menyajikan konteks kebijakan nasional dalam pengembangan energi terbarukan. Benny menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan energi harus berkolaborasi erat dengan media untuk memperkuat citra dan kepercayaan masyarakat. “Melalui kerja sama yang baik, kita bisa menciptakan ekosistem informasi yang sehat, di mana setiap pihak bisa saling mendukung dalam mendorong pertumbuhan sektor energi hijau,” jelasnya. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para peserta dalam menghadapi dinamika komunikasi di dunia modern.

Sebagai bagian dari kegiatan, Benny Siga Butarbutar juga melakukan pertukaran informasi dengan tokoh lain dalam bidang energi. Ia berjabat tangan dengan Direktur Utama PLN Indonesia Power Renewable, Hendry Asdayoka Putra, saat pemberian cendera mata. Momen ini menjadi simbol dari komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang kuat. Hendry, dalam wawancara singkat, menyetujui bahwa kolaborasi antara media dan sektor energi sangat penting untuk menyampaikan pesan yang jelas kepada publik. “Media memiliki peran besar dalam mengedukasi masyarakat tentang manfaat energi terbarukan, terutama di tengah transisi ke energi bersih,” ujarnya.

Lihat Juga :   Presiden resmikan 13 proyek hilirisasi tahap II

Forum Portofolio PLN IPren juga menyediakan ruang bagi para peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dalam membangun hubungan dengan berbagai stakeholder. Salah satu topik yang dibahas adalah pentingnya keterbukaan dalam berkomunikasi, termasuk penggunaan data dan fakta untuk mendukung setiap keputusan. Benny menyarankan bahwa media massa dapat menjadi platform yang memfasilitasi dialog antara perusahaan dan masyarakat, terutama dalam menjawab pertanyaan atau kecurigaan terkait lingkungan, sosial, dan ekonomi proyek energi terbarukan.

Di samping itu, Benny juga menyoroti peran media dalam menciptakan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan. Ia mengatakan bahwa informasi yang disampaikan melalui media harus mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat secara menyeluruh. “Media harus menjadi jembatan antara teknologi dan manusia, karena teknologi tanpa konteks manusia bisa terasa jauh dari kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Dalam era digital, ini menjadi tantangan utama yang perlu diatasi oleh media massa.

Sebagai penutup, kegiatan ini menunjukkan komitmen PT PLN IPren dalam mengedukasi masyarakat seputar transformasi energi. Benny menyatakan bahwa pendekatan komunikasi yang inovatif dan kolaboratif adalah kunci untuk membangun konsensus di tengah perubahan kebijakan dan permintaan pasar yang terus berkembang. “Stakeholder tidak bisa dipandang sebagai penghalang, tetapi sebagai mitra yang perlu dihargai dan dikelola dengan baik,” pungkasnya. Dengan demikian, forum ini menjadi langkah awal dalam mendorong kerja sama yang lebih erat antara media dan industri energi terbarukan.

Antara FOTO/Novrian Arbi/kye. Benny Siga Butarbutar (kanan) berjabat tangan dengan Hendry Asdayoka Putra (kiri) saat acara berlangsung. Foto ini menggambarkan hubungan yang baik antara perusahaan media dan sektor energi, yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan serupa di masa depan. Dalam konteks ini, keberhasilan proyek energi terbarukan tidak hanya bergantung pada teknologi atau kebijakan, tetapi juga pada komunikasi yang efektif dan kolaborasi yang solid.

Lihat Juga :   Presiden Prabowo jenguk korban kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di RSUD Bekasi

Dari sisi teknis, forum ini diikuti oleh sejumlah besar peserta, termasuk perwakilan dari berbagai institusi dan lembaga. Diskusi yang berlangsung cukup intens, dengan berbagai pertanyaan yang ditujukan kepada Benny dan Hendry. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup berbagai aspek, seperti bagaimana media dapat mempercepat penerimaan masyarakat terhadap proyek energi baru, serta peran media dalam mengatasi misinformasi yang beredar. Benny menjawab dengan penuh semangat, menekankan bahwa keberhasilan komunikasi tidak hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang mendorong partisipasi aktif dari setiap pihak.

Perum LKBN ANTARA, sebagai pengelola media, terus berupaya mengembangkan diri untuk bisa menjadi mitra yang andal dalam bidang energi terbarukan. Benny menyatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas khususnya dalam menyampaikan informasi yang berkualitas dan menarik bagi masyarakat. “Kita harus selalu bersedia beradaptasi, tapi tetap mempertahankan integritas informasi yang kita berikan,” ujarnya. Dengan menggabungkan kekuatan digital dan tradisional, media massa bisa menjadi jembatan yang efektif antara perusahaan dan masyarakat.

Sebagai penguat pesan, acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang menarik dan menunjukkan antusiasme peserta. Diskusi ini tidak hanya memberikan wawasan tentang pengelolaan stakeholder, tetapi juga menegaskan pentingnya media dalam membangun masyarakat informasi yang cerdas dan progresif. Benny berharap, kegiatan serupa akan terus diadakan untuk menjaga keterlibatan semua p