Facing Challenges: Kemenhub dan InJourney perkuat konektivitas penerbangan internasional

Kemenhub dan InJourney Memperkuat Konektivitas Penerbangan Internasional untuk Mendukung Pariwisata dan Ekonomi Nasional

Facing Challenges – Jakarta – Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) terus berupaya meningkatkan aksesibilitas transportasi udara internasional, dengan tujuan memacu pertumbuhan sektor pariwisata serta kontribusi pada perekonomian nasional. Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memastikan keberlanjutan mobilitas masyarakat dan efisiensi distribusi barang serta logistik. Menurutnya, peningkatan konektivitas penerbangan di bandara merupakan langkah strategis untuk menghadirkan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Belitung Kembali Terbuka untuk Rute Internasional

Satu contoh nyata keberhasilan kolaborasi ini adalah pembukaan kembali rute penerbangan internasional di Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Rute tersebut sempat ditutup selama pandemi COVID-19, tetapi kini kembali aktif setelah beberapa tahun keterlambatan. “Ini menjadi bukti kolaborasi yang solid, mengingat layanan penerbangan berhasil dibuka di tengah tantangan global seperti kenaikan harga avtur yang dipengaruhi kondisi geopolitik di Timur Tengah,” ujarnya. Pembukaan rute ini, yang dioperasikan oleh maskapai Scoot, memberikan peluang baru bagi daerah pesisir tersebut dalam menjangkau pasar internasional.

“Kemenhub dan InJourney Airports berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan penerbangan secara berkelanjutan. Rute Belitung-Singapura-Belitung bukan hanya menunjukkan kemampuan kami mengatasi hambatan sektor aviasi, tetapi juga membuka akses ekonomi untuk masyarakat setempat,” kata Pahlevi.

Kemenhub dan InJourney Airports juga berperan aktif dalam memastikan keselarasan regulasi, persyaratan administratif, dan persiapan teknis untuk pembukaan rute baru. Proses ini melibatkan koordinasi yang rapat antara pihak regulator dan operator bandara, termasuk pengaturan slot waktu penerbangan, penerbitan izin rute, serta promosi maskapai. “Semua elemen ini harus siap sebelum rute bisa dioperasikan,” jelas Pahlevi, menegaskan bahwa kesuksesan pembukaan layanan bergantung pada komitmen bersama.

Lihat Juga :   Special Plan: Kemendag terbitkan aturan baru soal pembatasan impor pertanian

Perluasan Konektivitas di Bandara Bali

Selain Belitung, upaya memperkuat jaringan penerbangan internasional juga dilakukan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali. Menurut Pahlevi, pada Oktober 2026, maskapai Starlux akan secara resmi beroperasi di bandara tersebut dengan melayani rute Bali-Taipei menggunakan pesawat Airbus A320. “Dengan adanya layanan ini, wisatawan yang ingin mengunjungi destinasi di Indonesia kini memiliki pilihan tambahan, terutama bagi mereka yang tertarik dengan kota Taipei sebagai tujuan wisata,” tambahnya.

“Kami harapkan rute Bali-Taipei ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang ke Bali, sehingga mengukuhkan posisi provinsi tersebut sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Selain itu, ketersediaan fasilitas bandara dan kesiapan operasional maskapai menjadi faktor kunci dalam menjamin pengalaman penerbangan yang nyaman,” kata Pahlevi.

Pembukaan rute baru ini juga diharapkan dapat mendukung ekosistem pariwisata Bali yang sedang berkembang, sekaligus memberikan dampak positif pada sektor logistik dan perdagangan. Dengan tambahan penerbangan internasional, Bali semakin menjadi pusat pertukaran budaya dan ekonomi yang aktif. Pihak Kemenhub mengakui bahwa peran bandara sebagai agent of development semakin penting dalam era digitalisasi dan globalisasi, di mana aksesibilitas menjadi faktor utama daya tarik destinasi.

Strategi Panjang untuk Penguatan Konektivitas

Kemenhub dan InJourney Airports telah menyusun rencana jangka panjang untuk memperkuat kapasitas bandara dalam menghadirkan layanan transportasi udara yang andal. “Pertumbuhan konektivitas penerbangan nasional menjadi prioritas utama kami, karena bandara tidak hanya sebagai tempat pendaratan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan wilayah dan ekonomi lokal,” jelas Pahlevi. Ia menambahkan bahwa perluasan jaringan penerbangan ini juga mencakup peningkatan frekuensi penerbangan di bandara-bandara lain, termasuk yang terletak di daerah-daerah strategis.

Menurut Pahlevi, keberhasilan pembukaan rute Belitung-Singapura-Belitung menunjukkan kemampuan Kemenhub dalam menghadapi tantangan seperti kenaikan harga bahan bakar avtur. “Dengan kenaikan harga avtur yang terus berlanjut, kita harus lebih efisien dalam pengelolaan bandara dan pengaturan jadwal penerbangan. Namun, ini justru menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya. Dukungan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Perhubungan Udara) Kementerian Perhubungan juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan program ini, karena institusi tersebut bertindak sebagai regulator penerbangan sipil yang memberikan arahan kebijakan.

Lihat Juga :   Garuda kerahkan 1.085 awak pesawat untuk penerbangan haji 2026

Manfaat untuk Perekonomian dan Pariwisata

Peningkatan aksesibilitas ke bandara internasional diharapkan dapat menarik investasi dan pengunjung wisatawan dari berbagai negara, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Dengan lebih banyak opsi penerbangan, masyarakat memiliki kemudahan dalam menjelajah destinasi dan berbisnis di luar daerah asalnya. “Konektivitas penerbangan yang baik akan menjadi penopang utama sektor pariwisata dan perdagangan, karena mengurangi hambatan transportasi yang selama ini menjadi faktor pembatas,” tegas Pahlevi.

Lebih lanjut, Pahlevi menyoroti pentingnya pengembangan rute penerbangan yang terencana. “Dengan penerapan strategi yang sistematis, kita bisa memastikan setiap bandara berperan optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya. Ia juga memaparkan bahwa penggunaan teknologi canggih dan pengelolaan sumber daya manusia yang terampil menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan di sektor penerbangan.

Kemitraan yang Menjadi Contoh Kebijakan Berkelanjutan

Kerja sama antara Kemenhub dan InJourney Airports dianggap sebagai contoh kebijakan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang. “Dengan komitmen bersama, kita bisa mengatasi tantangan yang muncul, baik dari segi regulasi maupun operasional,” ujarnya. Proses pembukaan rute internasional di Belitung dan Bali menunjukkan bahwa pengelolaan bandara tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh