BRIN Soroti Risiko Vape bagi Kesehatan dan Potensi Penyalahgunaannya
Pondokkebaikan.com – Penggunaan vape di Indonesia kini menjadi perhatian serius setelah jumlah penggunanya disebut telah melampaui empat juta orang. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai produk rokok elektronik tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran narkoba.
Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan temuan itu di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Ia mengatakan riset yang dilakukan lembaganya menemukan sejumlah dampak medis yang perlu diwaspadai dari penggunaan vape.
“Dari uji-uji yang dilakukan oleh BRIN, vape itu punya dampak terhadap kesehatan,” kata Arif.
Dampak yang disorot mencakup masalah diabetes, gangguan pada paru-paru, serta persoalan yang berkaitan dengan pankreas. Temuan tersebut menjadi dasar bagi BRIN untuk mendorong pembahasan regulasi secara lebih menyeluruh, terutama karena penggunaan vape sudah menjangkau jutaan masyarakat.
Riset kesehatan menjadi dasar pengkajian kebijakan
Arif menekankan bahwa hasil uji BRIN memperlihatkan perlunya perhatian terhadap risiko kesehatan yang dapat muncul dari penggunaan vape. Pembahasan tidak berhenti pada produk atau perangkatnya saja, melainkan juga pada dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap kondisi tubuh pengguna.
Dalam konteks ini, riset berperan penting untuk menyediakan landasan ilmiah bagi pengambilan keputusan. Kajian dan naskah akademik akan dipakai untuk membantu penyusunan kebijakan terkait vape. Pendekatan tersebut diharapkan membuat regulasi tidak hanya bertumpu pada kekhawatiran publik, tetapi juga pada hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Persoalan kesehatan yang disebut BRIN mencakup beberapa bagian penting dalam tubuh, mulai dari diabetes hingga gangguan paru-paru dan pankreas. Karena itu, informasi mengenai risiko vape perlu dipahami secara lebih luas, khususnya oleh masyarakat yang telah menggunakan produk tersebut maupun pihak yang mempertimbangkan untuk memakainya.
Jumlah pengguna yang telah melewati empat juta orang juga menunjukkan bahwa isu vape bukan lagi persoalan terbatas. Skala penggunaan tersebut membuat dampak kebijakan, edukasi, dan pengawasan berpotensi menyentuh kelompok masyarakat yang besar.
Celak untuk peredaran narkoba
Selain dampak medis, BRIN melihat adanya risiko lain yang tidak kalah penting: vape dapat menjadi celah bagi penyebaran narkoba. Arif menyebut kemungkinan tersebut harus segera diantisipasi melalui langkah yang serius dan terkoordinasi.
“Sehingga ini hal yang segera harus benar-benar diantisipasi,” ujar Arif.
Perhatian terhadap potensi penyalahgunaan ini menempatkan vape dalam pembahasan yang lebih luas daripada sekadar produk konsumsi. Pemerintah perlu melihat aspek kesehatan, keamanan, pengawasan, serta perlindungan generasi mendatang secara bersamaan. Dengan demikian, setiap kebijakan yang dirumuskan dapat menjawab risiko yang berbeda-beda tanpa mengabaikan dasar riset.
BRIN akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Hukum, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kolaborasi lintas lembaga tersebut diarahkan untuk mengkaji berbagai aturan yang berkaitan dengan vape.
Keterlibatan beberapa institusi mencerminkan bahwa persoalan ini memiliki banyak sisi. Kementerian dan lembaga terkait dapat menelaah kebutuhan regulasi dari bidang masing-masing, sedangkan BRIN menyediakan dukungan penelitian serta naskah akademik yang diperlukan dalam proses perumusan kebijakan.
Fokus pada perlindungan generasi mendatang
Arif menyatakan arah pembahasan itu selaras dengan perhatian Presiden terhadap keselamatan generasi di masa depan, terutama dari ancaman narkoba. Upaya pencegahan dipandang perlu dilakukan sejak dini agar celah penyalahgunaan tidak berkembang lebih jauh.
“Intinya bahwa Presiden ingin menyelamatkan generasi ke depan Sehingga beliau ingin benar-benar generasi ke depan itu aman dari narkoba,” kata Arif.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa regulasi yang sedang dikaji tidak semata-mata membahas penggunaan vape secara umum. Pemerintah juga menaruh perhatian pada kemungkinan perangkat atau produk terkait dipakai untuk tujuan yang melanggar hukum.
Bagi masyarakat, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa vape perlu dipandang dengan kehati-hatian. Riset BRIN telah mengangkat adanya dampak pada diabetes, paru-paru, dan pankreas, sementara potensi penyalahgunaan untuk penyebaran narkoba memperluas alasan perlunya pengawasan.
Langkah selanjutnya berada pada proses pengkajian bersama antarinstansi. Hasil riset dan naskah akademik akan menjadi bagian dari pijakan untuk menentukan kebijakan yang relevan. Dengan jumlah pengguna yang terus menjadi perhatian, pengaturan yang berbasis bukti menjadi penting untuk menjawab risiko kesehatan sekaligus menjaga masyarakat dari ancaman narkoba.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape?
BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape matter?
BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.



