Jaringan Judi Daring 1XBET dan Dua Situs Lain Dibongkar: Perusahaan Fiktif Jadi Saluran Deposit Rp51,99 Miliar
Pondokkebaikan.com – Penyelidikan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap skema operasi perjudian daring berskala internasional yang memanfaatkan entitas bisnis fiktif sebagai perantara aliran dana. Pembongkaran jaringan ini diumumkan pada Kamis, 3 September 2026, dan menjerat lima tersangka yang selama ini mengoperasikan tiga platform taruhan daring sekaligus, yakni 1XBET, AJ8KEREN, dan EMPIRE88.
Skema yang terungkap menunjukkan bahwa seluruh aktivitas operasional dan pusat kendali ketiga situs tersebut ditempatkan di luar negeri, sementara di dalam negeri mereka mengandalkan perusahaan cangkang untuk menampung uang hasil deposit para pemain. Mekanisme ini memungkinkan operator menghindari pengawasan langsung terhadap arus kas perjudian daring yang beroperasi secara nasional maupun lintas negara.
Mekanisme Perusahaan Cangkang
Inti dari operasi ilegal ini berpusat pada PT Ultra Payment Terpercaya, sebuah entitas yang tidak pernah benar-benar menjalankan kegiatan usaha riil. Perusahaan tersebut hanya berfungsi sebagai wadah rekening bank tempat dana deposit dari para penjudi ditampung sebelum diteruskan ke pihak operator di luar negeri. Brigjen Pol Adex Yudiswan, Dirtipidsiber Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa ketiga situs judi daring yang dioperasikan jaringan ini memanfaatkan struktur perusahaan fiktif tersebut untuk menyamarkan jejak keuangan.
“Dittipidsiber Bareskrim Polri berhasil melakukan penanganan terhadap praktik judi online dengan menggunakan website judi 1XBET, AJ8KEREN, dan EMPIRE88,” kata Adex di Bareskrim Polri pada Kamis (3/9/2026).
Peran Lima Tersangka dalam Rantai Operasi
Kelima tersangka yang ditangkap memiliki pembagian tugas yang saling terhubung dalam satu rantai komando. Tersangka berinisial R menempati posisi pemberi instruksi utama di dalam negeri. Ia memerintahkan APU untuk mencari seorang direktur fiktif yang akan mengatasnamakan PT Ultra Payment Terpercaya, sekaligus membuka rekening bank perusahaan yang kemudian dipakai sebagai saluran transaksi untuk ketiga situs judi daring.
APU sendiri berperan sebagai pelaksana perintah R sekaligus penghubung dengan MAY, yang menjabat Direktur PT Ultra Payment Terpercaya. Dalam struktur ini, MAY menjadi wajah resmi perusahaan cangkang yang menampung seluruh uang hasil deposit pemain.
Sementara itu, GG diduga menyiapkan seluruh aspek legalitas PT Ultra Payment Terpercaya, mulai dari dokumen pendirian hingga kelengkapan administratif. GG juga yang memberikan arahan kepada R untuk mencari figur direktur bagi perusahaan tersebut. Di ujung rantai operasional, tersangka TS mengatur seluruh transaksi keuangan yang mengalir melalui perusahaan fiktif demi menopang operasional 1XBET, AJ8KEREN, dan EMPIRE88.
Satu Tersangka Masih Buron
Di atas kelima tersangka yang telah ditangkap, pihak penyidik juga telah menetapkan satu orang berinisial FP sebagai tersangka. FP diduga berada di puncak rantai komando dan memberikan perintah kepada R, GG, serta TS terkait penyiapan perusahaan maupun pengaturan arus keuangan untuk keperluan perjudian daring. Hingga pengumuman resmi, FP masih berstatus buron dan belum berhasil diamankan.
Jejak Dana dan Barang Bukti
Penyelidikan aliran dana mengungkap bahwa uang hasil deposit tersimpan di lima penyedia jasa pembayaran yang kini telah dibekukan. Total nilai dana yang dibekukan mencapai Rp51,99 miliar. Angka ini mencerminkan skala transaksi yang cukup besar untuk satu periode operasional jaringan.
Di samping pembekuan dana, petugas menyita sejumlah barang bukti fisik, meliputi delapan unit telepon seluler, 17 token Bank BCA, satu lembar cek Bank BCA, tiga bundel cek Bank BCA, satu lembar kuitansi, serta satu buku tabungan lengkap dengan kartu ATM-nya. Seluruh barang bukti tersebut diamankan untuk keperluan proses hukum lanjutan.
Dasar Hukum dan Ancaman Pidana
Kelima tersangka dijerat dengan ketentuan Pasal 426 ayat (1) huruf b dan c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Selain itu, mereka juga disangkakan melanggar Pasal 82 dan/atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, serta Pasal 607 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Penyidik turut menerapkan ketentuan penyertaan sebagaimana diatur dalam Pasal 20 huruf c dan Pasal 21 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Dengan kombinasi pasal-pasal tersebut, ancaman pidana penjara yang dihadapi para tersangka mencapai paling lama 15 tahun.
Konteks dan Implikasi
Pembongkaran jaringan ini menambah daftar panjang operasi penegakan hukum terhadap perjudian daring yang marak di Indonesia. Penggunaan perusahaan fiktif sebagai saluran keuangan menunjukkan bahwa operator judi daring lintas negara semakin kreatif dalam menyamarkan arus kas agar lolos dari deteksi otoritas. Bagi masyarakat, kasus ini menjadi pengingat bahwa deposit yang dilakukan melalui platform taruhan daring kerap tidak dilindungi oleh mekanisme perbankan yang transparan, sehingga ketika perusahaan cangkang dibongkar, pelacakan dana menjadi satu-satunya harapan untuk pemulihan kerugian para pemain.
Penyidikan masih berlanjut, terutama terkait penangkapan tersangka FP yang hingga kini belum tertangkap. Pihak Dittipidsiber menyatakan akan terus menelusuri seluruh mata rantai keuangan hingga ke titik akhir aliran dana, guna memastikan tidak ada bagian dari jaringan yang lolos dari jerat hukum.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online 1XBET?
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online 1XBET is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online 1XBET matter?
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online 1XBET matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.



