BGN Akan Tempati Graha Merah Putih Telkom, Sudaryono: Insyaallah 1-2 Bulan Pindah

khrisna-edit-1788450998-64b7ee74cf

BGN Siap Pindah ke Graha Merah Putih Telkom, Sudaryono: Target Satu hingga Dua Bulan

Pondokkebaikan.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akan segera meninggalkan kantor sewanya dan menempati Graha Merah Putih, gedung yang selama ini difungsikan sebagai kantor Telkom di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta. Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa proses perpindahan itu ditargetkan rampung dalam rentang satu hingga dua bulan ke depan, setelah seluruh koordinasi dengan Danantara selesai.

Keputusan ini bukan sekadar soal alamat baru. Di balik perpindahan tersebut tersimpan persoalan yang lebih besar: bagaimana lembaga negara yang mengelola program gizi berskala nasional dapat menekan beban anggaran operasionalnya dengan memanfaatkan aset yang sudah dimiliki negara atau badan usaha milik negara. Pertanyaan itulah yang menjadi sorotan utama ketika rencana ini dibahas di ruang parlemen.

Pernyataan Resmi di Ruang Komisi IX

Kepastian jadwal perpindahan itu disampaikan Sudaryono saat menjawab interogasi anggota Komisi IX DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (3/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menjelaskan bahwa BGN saat ini sedang berkoordinasi dengan Danantara terkait mekanisme penggunaan gedung Graha Merah Putih.

“Dalam waktu dekat ini Badan Gizi Nasional akan menempati Graha Merah Putih yang saat ini menjadi kantor Telkom,” jelas Sudaryono.

Ia menambahkan bahwa pihak yang kini menempati Graha Merah Putih tidak akan dibiarkan tanpa tempat kerja. Nantinya, penghuni saat ini akan dialihkan ke gedung Telkom lain yang berlokasi tepat di belakang Graha Merah Putih, sehingga tidak terjadi kekosongan operasional bagi Telkom.

“Jadi memang kami ajukan atau kami sedang koordinasi dengan Danantara dan Insyaallah dalam satu dua bulan ini kami akan pindah kantor ke Grha Merah Putih,” katanya.

Pertanyaan DPR: Dari Media Sosial hingga Anggaran Triliunan

Rencana perpindahan ini sebenarnya sudah lebih dulu mencuat ke permukaan melalui perbincangan di media sosial sebelum dibahas secara resmi di parlemen. Komisi IX DPR RI kemudian mempertanyakan substansi kabar tersebut dan meminta klarifikasi langsung dari pimpinan BGN.

Anggota Komisi IX dari Fraksi Gerindra, Nuroji, tidak hanya menanyakan jadwal, tetapi juga mengaitkan rencana perpindahan dengan angka anggaran yang cukup besar. Ia menyoroti alokasi BGN untuk urusan keuangan, tata usaha, arsip, rumah tangga, dan protokol yang mencapai Rp7 triliun.

“Ini apakah ada hubungannya dengan pemindahan gedung pak? Saya dengar pindah gedung ke gedung merah putih. Apakah termasuk itu?” ujar Nuroji dalam rapat tersebut.

Pertanyaan Nuroji menggarisbawahi kekhawatiran bahwa perpindahan ke gedung milik negara seharusnya menjadi langkah efisiensi, bukan justru menambah kompleksitas administratif di tengah program gizi yang membutuhkan fokus penuh pada lapangan.

Dorongan agar BGN Tinggalkan Skema Sewa

Wakil Ketua Komisi IX dari Fraksi Golkar, Yahya Zaini, mengangkat isu yang berbeda namun saling terkait. Ia mempertanyakan status kantor BGN yang hingga kini masih beroperasi dengan skema sewa. Bagi Yahya, lembaga setingkat badan nasional yang menangani program pangan dan gizi tidak seharusnya terus-menerus menanggung beban sewa kantor ketika negara memiliki aset gedung yang dapat dimanfaatkan.

Dia mendorong agar BGN beralih ke pemanfaatan aset pemerintah atau BUMN sebagai langkah konkret untuk menekan beban anggaran. Dengan menempati Graha Merah Putih, BGN secara langsung mengurangi pengeluaran rutin untuk sewa dan mengalihkan dana tersebut ke program inti yang menjadi alasan berdirinya lembaga itu.

Konteks dan Implikasi

Perpindahan ini juga beririsan dengan kebijakan lebih luas soal optimalisasi aset negara. Graha Merah Putih, yang berdiri di kawasan strategis Jakarta, merupakan properti yang dikelola Telkom sebagai bagian dari portofolio aset BUMN telekomunikasi. Pelibatan Danantara dalam koordinasi menunjukkan bahwa perpindahan ini tidak hanya soal satu gedung, melainkan menyangkut tata kelola aset lintas entitas negara.

Bagi publik, isu ini relevan karena BGN adalah lembaga yang bertanggung jawab atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan. Setiap rupiah yang dapat dihemat dari pos anggaran operasional secara langsung memperluas ruang fiskal untuk distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah dan kelompok sasaran lainnya. Dengan kata lain, keputusan untuk menempati gedung yang sudah ada bukan sekadar efisiensi administratif, melainkan juga keputusan yang berdampak pada skala dan kecepatan pelaksanaan program gizi nasional.

Sudaryono menegaskan bahwa koordinasi dengan Danantara masih berlangsung dan belum sepenuhnya rampung. Ia tidak memberikan tanggal pasti kepindahan, melainkan rentang waktu satu hingga dua bulan, yang berarti proses tersebut berpotensi terealisasi paling lambat akhir Oktober atau awal November 2026. Hingga koordinasi itu selesai, BGN tetap beroperasi dari kantor sewanya saat ini.

Apapun dinamika yang muncul dalam proses perpindahan, satu hal yang jelas: Komisi IX DPR RI telah menempatkan isu ini di bawah pengawasan langsung. Setiap perkembangan terkait pemanfaatan Graha Merah Putih oleh BGN akan terus menjadi bahan pertanyaan di ruang komisi, terutama selama anggaran operasional lembaga tersebut masih menjadi sorotan publik.

Frequently Asked Questions

What is BGN Akan Tempati Graha Merah Putih?

BGN Akan Tempati Graha Merah Putih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BGN Akan Tempati Graha Merah Putih matter?

BGN Akan Tempati Graha Merah Putih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *