Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

Share: X Facebook
17019-kemendagri

Mendagri Tito Karnavian Resmikan Peletakan Batu Pertama Sekolah Rakyat di Biak Numfor

Pondokkebaikan.com – Kabupaten Biak Numfor, Papua, menjadi saksi sejarah pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, ketika Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melakukan upacara peletakan batu pertama untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Acara ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan simbol nyata dari komitmen pemerintah pusat melalui Kemendagri dalam mendukung program prioritas yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia.

Komitmen terhadap Anak-Anak Terlantar

Menurut penjelasan Mendagri, Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian yang sangat mendalam terhadap kesejahteraan rakyat kecil. Salah satu wujud nyata dari perhatian tersebut adalah kebijakan pembangunan Sekolah Rakyat yang bertujuan membantu anak-anak terlantar. Kebijakan ini lahir dari keprihatinan mendalam sang Presiden terhadap nasib generasi muda yang kurang beruntung.

Hal ini sejalan dengan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 34 Ayat (1), yang secara eksplisit menyatakan bahwa negara bertanggung jawab untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar. Tanggung jawab ini bukan hanya bersifat moral, melainkan juga memiliki dasar hukum yang kuat.

“Terlintaslah ide beliau (Presiden Prabowo) ‘Kita harus memelihara anak-anak terlantar’. Salah satunya, dengan cara diberikan sekolah untuk mereka supaya mereka tidak lagi menjadi pengemis seperti bapaknya, supaya mereka tidak lagi jadi pemulung seperti bapaknya. Mereka harus naik kelas, dan itu tanggung jawab negara,” ujar Mendagri.

Konsep dan Target Program

Sekolah Rakyat dikelola secara langsung oleh Kementerian Sosial atau yang dikenal sebagai Kemensos. Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, terutama mereka yang berada pada desil pertama dan kedua. Dengan konsep asrama, para siswa dapat tinggal dan belajar dalam satu lingkungan yang mendukung proses pendidikan mereka.

Seluruh biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh negara, sehingga tidak menjadi beban bagi keluarga. Selain fasilitas fisik yang memadai, pembinaan juga melibatkan tenaga pendidik berkualitas. Koordinasi antara Kemensos dan Kemendagri memastikan program berjalan efektif, dengan Kemendagri bertugas mengoordinasikan pemerintah daerah agar memberikan dukungan penuh, termasuk penyediaan lahan yang memadai.

Respons Daerah di Papua

Meskipun program ini telah digaungkan, tidak semua daerah langsung merespons dengan antusias. Di Provinsi Papua, hanya beberapa wilayah yang sejak awal menunjukkan kesiapan untuk menerima program ini. Mendagri menyebutkan bahwa dari seluruh daerah di Papua, hanya tiga wilayah yang menyambut baik inisiatif tersebut.

“Dan salah satunya adalah yang proaktif adalah Bupati Biak … Kalau beliau tidak nyiapkan ini, tidak akan jadi ini barang. Ya makanya tadi di Papua sendiri cuma tiga yang menyambut, Jayapura, Sarmi, dan Biak,” tambahnya.

Perluasan Program Nasional

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serentak dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada bulan Januari 2026. Setelah peresmian tersebut, pembangunan terus berlanjut di berbagai daerah dengan menggunakan prototipe bangunan yang sama. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab melanjutkan pembangunan ini di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga mengajak para kepala daerah se-Tanah Papua untuk memberikan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat. Menurutnya, langkah ini merupakan strategi penting untuk memperluas akses pendidikan dan membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar memiliki masa depan yang lebih cerah.

“Saya juga merasa bangga karena bisa melakukan groundbreaking di sini … Saya terima kasih dan merasa terhormat,” tandas Mendagri.

Hadirnya Tokoh-Tokoh Penting

Kegiatan groundbreaking ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Tri Tito Karnavian. Juga hadir Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, serta Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra beserta istrinya. Ketua DPRD Biak Numfor Daniel Rumanasen dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Biak Numfor juga turut serta dalam acara bersejarah ini.

Frequently Asked Questions

What is Dukung Program Prioritas Presiden Mendagri Tito?

Dukung Program Prioritas Presiden Mendagri Tito is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dukung Program Prioritas Presiden Mendagri Tito matter?

Dukung Program Prioritas Presiden Mendagri Tito matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *