Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

Share: X Facebook
43471-kemensos

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul Jadi Fondasi Karakter

Pondokkebaikan.com – Upacara apel di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, menandai dimulainya Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, bertindak sebagai Pengambil Upacara pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian yang akan mengabdi di Sekolah Rakyat.

Lebih dari seribu taruna hadir mengikuti program pengabdian ini. Setiap titik Sekolah Rakyat akan menerima lima taruna untuk mendampingi siswa selama lima hari penuh. Kehadiran mereka diharapkan memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

Menjadi Role Model bagi Siswa

Gus Ipul menyampaikan bahwa tujuan utama kehadiran para taruna adalah menjadi teladan dalam kedisiplinan. Pengalaman pribadi para taruna yang jauh dari keluarga menjadi modal berharga dalam proses pendampingan siswa.

“Para Taruna tahu persis rasanya jauh dari rumah, tidur bukan di kamar sendiri, bangun pagi tanpa disuruh orang tua, itulah yang harus ditularkan kepada siswa sekolah rakyat,” jelas Gus Ipul dalam sambutannya.

Apel yang dimulai pukul 06.58 WIB ini tidak hanya berupa upacara formal. Setelah upacara selesai, Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau langsung proses bimbingan kepada siswa dari SRMA 20 Sleman dan SRMA 43 Magelang.

Demonstrasi yang ditampilkan mencakup berbagai aspek kehidupan berasrama. Mulai dari teknik kerapihan lemari dan kasur, materi psikologi lapangan, hingga latihan baris berbaris yang dilakukan dengan penuh semangat. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap arahan.

Tujuh Fondasi Karakter yang Perlu Dikuatkan

Dalam amanatnya, Gus Ipul menekankan pentingnya tujuh aspek yang harus dikuatkan selama masa pendampingan. Ketujuh hal tersebut meliputi kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, wawasan nusantara, ekstrakurikuler dan kegiatan kelompok, kebersihan diri dan lingkungan asrama, bela negara, serta kegiatan keagamaan.

“Ini adalah fondasi karakter yang akan menopang anak-anak itu jauh setelah para Taruna pulang dari sana. Untuk itu, saya menitipkan pesan kepada para Taruna. Dampingi siswa-siswa sekolah rakyat dengan penuh empati, jadilah kakak yang menjadi teladan,” tegas Mensos.

Program ini dilaksanakan secara bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS Sekolah Rakyat. Pada periode ini, para siswa baru mulai beradaptasi dengan lingkungan belajar dan kehidupan mereka yang baru.

Garis Merah: Anti Bullying dan Kekerasan

Gus Ipul juga menekankan bahwa dalam kegiatan ini tidak boleh terjadi bullying, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi. Ketiga hal tersebut dianggap sebagai garis merah yang tidak bisa ditawar oleh siapapun.

“Tiga hal ini adalah garis merah yang tidak bisa ditawar oleh siapapun termasuk oleh kita semua. Maka jika melihat hal-hal seperti itu terjadi kita punya kewajiban untuk menghentikannya, membimbing dan kemudian mengarahkannya untuk berbuat yang lebih positif,” ujarnya dengan tegas.

Di sisi lain, Danjen Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha juga memberikan motivasi kepada para siswa Sekolah Rakyat. Pesan yang disampaikan sangat sederhana namun bermakna mendalam tentang ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

“Kamu harus tangguh hadapi tantangan, rintangan, hambatan, dan ancaman. Tangguh, kalau kamu tidak tangguh, kamu bukan pejuang,” kata Wisnu kepada para siswa.

Kegiatan peluncuran Program Taruna Bhakti ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari berbagai instansi. Kehadiran Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, serta Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin menunjukkan pentingnya program ini bagi pembangunan karakter generasi muda Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Taruna Bhakti

Berapa lama durasi program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat? Program ini berlangsung selama lima hari penuh di setiap titik Sekolah Rakyat.

Berapa jumlah taruna yang ditempatkan di setiap Sekolah Rakyat? Setiap titik Sekolah Rakyat menerima lima taruna untuk mendampingi siswa.

Apa saja yang menjadi garis merah dalam program ini? Bullying, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi adalah tiga hal yang menjadi garis merah.

Siapa saja pejabat yang hadir dalam peluncuran program? Hadir Gus Ipul, Agus Jabo Priyono, Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, dan sejumlah pejabat Kemensos serta Polri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *