Profil Anom Widiyantoro, Bupati Pemalang yang Terjaring OTT KPK: Eks Petinggi BUMN

Share: X Facebook
29440-anom-widiyantoro

Profil Anom Widiyantoro Bupati Pemalang: Terjaring OTT KPK

Pondokkebaikan.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggebrak dengan operasi penangkapan terhadap pejabat daerah. Kali ini, Profil Anom Widiyantoro Bupati Pemalang menjadi sorotan publik setelah sang bupati terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu, 29 Juli 2026. Konfirmasi resmi datang dari Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, yang membenarkan penangkapan tersebut di hadapan awak media yang berkumpul di Jakarta.

Operasi KPK ke-18 di Tahun 2026

Penangkapan Bupati Anom ini merupakan operasi ke-18 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026. Angka ini mencerminkan komitmen lembaga antirasuah dalam memberantas korupsi di berbagai level pemerintahan. Saat dihubungi wartawan pada hari penangkapan, Fitroh Rohcahyanto menjawab tegas, “Benar,” mengonfirmasi bahwa Anom Widiyantoro memang menjadi target OTT kali ini.

“Benar,” jawab Fitroh Rohcahyanto dengan singkat namun tegas saat dikonfirmasi wartawan mengenai penangkapan Bupati Pemalang.

Perjalanan Karier Politik Anom Widiyantoro

Anom Widiyantoro saat ini memimpin Kabupaten Pemalang untuk periode 2025-2030. Ia resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025. Sebelum menjadi bupati, Anom melalui proses Pilbup Pemalang 2024 yang kompetitif. Dalam pemilihan tersebut, ia berpasangan dengan Nurkholes, seorang pensiunan ASN yang memiliki pengalaman birokrasi panjang.

Pasangan Anom-Nurkholes berhasil meraih kemenangan dengan mengumpulkan 278.043 suara sah. Perolehan ini setara dengan 44,51 persen dari total suara yang masuk. Kemenangan ini menempatkan mereka sebagai pemimpin baru Pemalang yang mendapat mandat kuat dari rakyat.

Latar Belakang Profesional di Sektor BUMN

Sebelum terjun ke politik, Profil Anom Widiyantoro Bupati Pemalang menunjukkan karier yang solid di Badan Usaha Milik Negara. Pria kelahiran 20 Maret 1970 ini menghabiskan 25 tahun berkarier di PT Wijaya Karya (Wika) dari tahun 1996 hingga 2021. Masa kerjanya di perusahaan konstruksi milik negara ini penuh dengan berbagai tantangan dan pencapaian profesional.

Selama di Wika, Anom menduduki berbagai posisi strategis. Ia pernah menjadi Staf Ahli, Internal Auditor, Manajer Keuangan, dan akhirnya General Manajer. Pengalaman di berbagai bidang ini memberinya pemahaman komprehensif tentang operasional perusahaan konstruksi besar di Indonesia.

Selain peran operasional, Anom juga dipercaya sebagai Direktur di PT Wijaya Karya Realty. Jabatan ini menambah dimensi kepemimpinannya dalam sektor properti yang merupakan bagian dari ekosistem bisnis Wika. Setelah menyelesaikan masa kerjanya di Wika pada tahun 2021, Anom melanjutkan perjalanan profesionalnya di sektor lain.

Kontribusi di PT Hotel Indonesia Property

Pada periode 2021 hingga 2024, Anom Widiyantoro mengabdikan dirinya sebagai Direktur di PT Hotel Indonesia Property (PT Hipa). Dalam kapasitasnya di perusahaan ini, ia bertanggung jawab atas tiga bidang krusial, yaitu Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko. Pengalaman menangani aspek-aspek fundamental perusahaan ini menjadi bekal berharga sebelum ia memasuki dunia politik.

Kombinasi antara pengalaman panjang di BUMN dan keberhasilan dalam pemilihan kepala daerah menjadikan Anom Widiyantoro sosok yang unik. Penangkapannya oleh KPK dalam OTT kali ini menjadi perhatian publik, mengingat rekam jejak kariernya yang cukup panjang dan beragam di berbagai sektor.

Frequently Asked Questions

Kapan Anom Widiyantoro ditangkap KPK?

Anom Widiyantoro ditangkap KPK pada Rabu, 29 Juli 2026, dalam Operasi Tangkap Tangan yang dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.

Bagaimana riwayat karier Anom Widiyantoro sebelum menjadi bupati?

Anom Widiyantoro memiliki pengalaman 25 tahun di PT Wijaya Karya (1996-2021) sebagai Staf Ahli, Internal Auditor, Manajer Keuangan, dan General Manajer. Setelah itu, ia menjadi Direktur di PT Wijaya Karya Realty dan PT Hotel Indonesia Property (2021-2024).

Berapa suara yang diperoleh Anom Widiyantoro dalam Pilbup Pemalang 2024?

Pasangan Anom Widiyantoro-Nurkholes meraih 278.043 suara sah atau setara dengan 44,51 persen dari keseluruhan suara yang masuk dalam Pilbup Pemalang 2024.

Apakah ini operasi KPK ke-berapa di tahun 2026?

Penangkapan Anom Widiyantoro menandai operasi ke-18 KPK di tahun 2026, menunjukkan intensitas tinggi lembaga antirasuah dalam memberantas korupsi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini, pembaca dapat mengunjungi halaman asli di Suara.com yang memuat detail lengkap mengenai Profil Anom Widiyantoro Bupati Pemalang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *