Main Agenda: Menhub: Dana Rp4 triliun dari Presiden perkuat keselamatan KA
Menteri Perhubungan Pastikan Dana Rp4 Triliun untuk Penguatan Keselamatan Perkeretaapian
Main Agenda – Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa dana sebesar Rp4 triliun yang dialokasikan oleh Presiden Prabowo Subianto akan digunakan secara optimal untuk meningkatkan standar keselamatan perkeretaapian. Ia menyebutkan bahwa dana tersebut dianggap cukup untuk mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan memperkuat keamanan jalur kereta api, khususnya melalui peningkatan fasilitas perlintasan sebidang serta pembangunan flyover dan underpass di berbagai titik strategis.
Penyesuaian Anggaran Sesuai Kebutuhan
Dalam wawancara setelah menghadiri pertemuan dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis, Menhub menjelaskan bahwa anggaran Rp4 triliun tersebut telah dihitung secara matang oleh Kementerian Perhubungan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kebutuhan dana khusus untuk mengatasi perlintasan sebidang yang bermasalah hanya mencapai sekitar Rp800 miliar. “Dana yang diperlukan untuk peningkatan keselamatan perlintasan sebidang jauh lebih rendah dari alokasi yang diberikan oleh Presiden,” ujarnya.
“Bukan kurang. Presiden menganggarkan Rp4 triliun, tapi setelah perhitungan kami itu, kurang lebih hanya membutuhkan sekitar Rp800 miliar untuk perlintasan sebidang,”
Ia menambahkan bahwa sisa dana dari anggaran tersebut akan diintegrasikan ke dalam program pembangunan infrastruktur pendukung keselamatan. Proyek seperti flyover dan underpass akan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi risiko kecelakaan di area perlintasan sebidang serta meningkatkan keamanan bagi pengguna jalan.
Perlintasan Sebidang Jadi Fokus Utama
Kementerian Perhubungan telah mengidentifikasi sebanyak 1.638 lokasi perlintasan sebidang yang memerlukan peningkatan fasilitas. Angka ini mencakup titik-titik prioritas nasional yang akan diperkuat dengan adanya petugas penjaga, bangunan pos jaga, serta peralatan mekanikal dan elektrikal. Dengan dana sebesar Rp842,48 miliar, Menhub mengatakan bahwa program peningkatan keselamatan akan diterapkan di semua lokasi tersebut.
Dalam rapat kerja tersebut, Menhub juga menyebutkan bahwa sebelumnya pihaknya bersama PT KAI, Danantara, BP BUMN, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melaksanakan Kick Off Penanganan Perlintasan Sebidang pada 5 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan komitmen semua pihak dalam menutup 172 perlintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi serta mempercepat peningkatan keamanan di titik-titik kritis.
Persiapan dan Rekomendasi untuk Penutupan
Menhub menjelaskan bahwa evaluasi terhadap 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia menunjukkan adanya 2.771 perlintasan yang terdaftar dan 903 yang belum tercatat. Dari total tersebut, 172 perlintasan direkomendasikan untuk ditutup karena lebar jalan kurang dari 2 meter. “Penutupan ini penting untuk mengurangi potensi tabrakan antara kereta api dan kendaraan bermotor,” terang Menhub.
Komitmen terhadap penutupan perlintasan berisiko tinggi sekaligus penguatan fasilitas di lokasi prioritas akan dilakukan secara bersamaan. Menhub menekankan bahwa peningkatan keselamatan tidak hanya terbatas pada konstruksi fisik, tetapi juga melibatkan perekrutan petugas, pengadaan alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Investasi dan Strategi Jangka Panjang
Menhub menjelaskan bahwa alokasi dana Rp842,48 miliar terbagi menjadi tiga komponen utama. Sebesar Rp603,9 miliar digunakan untuk pembayaran gaji petugas penjaga perlintasan, sementara Rp158,1 miliar dialokasikan untuk pembangunan pos jaga. Selain itu, Rp60,9 miliar akan digunakan untuk fasilitas pendukung mekanikal dan elektrikal. “Dengan distribusi anggaran ini, kami yakin proses peningkatan keselamatan bisa berjalan lebih efektif,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa peningkatan keselamatan di 1.638 lokasi prioritas merupakan langkah strategis untuk memastikan operasional kereta api berjalan lancar dan aman. Proyek ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang pemerintah dalam memperkuat infrastruktur transportasi, termasuk menghadirkan layanan yang lebih nyaman dan terpercaya bagi masyarakat.
Komitmen untuk Keamanan Nasional
Pemerintah berharap dana tersebut dapat mempercepat peningkatan standar keselamatan perkeretaapian nasional. Dengan adanya investasi yang tepat, Menhub yakin risiko kecelakaan di perlintasan sebidang dapat dikurangi secara signifikan. “Kami percaya bahwa dengan dukungan anggaran ini, keselamatan transportasi akan meningkat, dan pengguna jalan bisa merasa lebih tenang saat menggunakan jalan raya,” katanya.
Menhub juga menggarisbawahi bahwa seluruh upaya ini tidak hanya untuk kepentingan sekarang, tetapi juga untuk masa depan. Ia menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur pendukung akan terus dilakukan hingga mencapai target keamanan yang diharapkan. “Dengan langkah-langkah yang terencana, kita bisa membangun sistem perkeretaapian yang lebih andal dan berkelanjutan,” tutupnya.
Dengan peningkatan fasilitas perlintasan sebidang dan pembangunan flyover serta underpass, pemerintah berupaya menghadirkan solusi terpadu untuk mengurangi tabrakan antara kereta api dan kendaraan bermotor. Proyek ini diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam mengubah pola transportasi nasional, membuat jalur kereta api menjadi lebih aman dan terpercaya. Keberhasilan program ini akan tergantung pada kerja sama antarinstansi, konsistensi dalam pelaksanaan, serta kesadaran masyarakat untuk mengikuti aturan keselamatan saat menggunakan perlintasan sebidang.