Important Visit: Mantan anggota JKT48 jadi pemain film layar lebar “Nobody Loves Kay”
Mantan Anggota JKT48 Jadi Pemain Film Layar Lebar “Nobody Loves Kay”
Important Visit – Senayan, Jakarta Pusat – Selebriti yang pernah meraih popularitas sebagai bagian dari grup idola JKT48, Nurhayati atau lebih dikenal dengan nama Aya, kini menghadirkan perannya dalam film drama terbaru berjudul “Nobody Loves Kay“. Aya memainkan karakter BB, seorang individu yang berperan sebagai perekrut potensial untuk pemain gim. Dalam wawancara saat peluncuran cuplikan dan poster film, Aya menjelaskan bahwa karakternya memicu dinamika konflik di antara tiga tokoh utama.
Sebelumnya, Aya telah mengambil peran dalam berbagai proyek hiburan, tetapi kali ini adalah langkah baru yang lebih besar. Ia menyebutkan bahwa BB menjadi bagian penting dalam pengembangan cerita, karena menyoroti persahabatan yang ada dan mengungkapkan potensi yang tersembunyi. “Dia mengamati persahabatan mereka, lalu berkata, ‘Oh ternyata mereka memiliki potensi,’ seperti itu,” ujarnya.
Kehadiran BB menjadi penggerak utama konflik yang terjadi antara tokoh-tokoh utama. Ketiga karakter tersebut diperankan oleh Bima Azriel sebagai Kay, Rey Bong sebagai Ido, dan Joshia Frederico sebagai Aurelio. Aya menyatakan bahwa meskipun ia masih tergolong baru dalam industri film, kolaborasi dengan para pemain lain memberikan dorongan besar bagi penampilannya. “Mereka benar-benar membantu dan merangkul. Mereka berkata, ‘Udah enggak apa-apa, lakuin aja, enggak usah enggak enakan jadi orang’,” lanjut Aya.
Kehangatan yang terasa selama proses syuting membuat Aya merasa lebih percaya diri. Ia menjelaskan bahwa suasana yang dibangun oleh para pemain memberikan kestabilan yang diperlukan untuk menjalani peran dengan nyaman. “Saya bisa fokus karena mereka membuat lingkungan yang menyenangkan dan mendukung,” tambahnya.
Selain itu, film ini juga menjadi momen penting dalam karier Aya. Sebelumnya, ia sering dikritik oleh sebagian orang karena tidak pernah terlibat dalam kegiatan konferensi pers. “Ada orang yang bertanya, ‘Kok lo main serial, main film, enggak pernah ikut press-con?’ seperti itu,” ujar Aya dengan nada tertawa. Namun, ia berharap film ini bisa menjadi pengakuan atas partisipasinya dalam dunia perfilman.
Peluncuran Cuplikan dan Poster yang Dinanti
Acara peluncuran “Nobody Loves Kay” di Senayan, Jakarta Pusat, Senin lalu, menjadi momen penting bagi Aya. Ia mengungkapkan bahwa perannya membutuhkan kedalaman emosional yang berbeda dari pengalaman sebelumnya. “BB itu orang yang memiliki wawasan luas, tapi juga memiliki sisi lemah yang bisa membuat konflik terjadi,” katanya. Aya menyatakan bahwa karakter ini mengajak penonton untuk merenungkan hubungan antarmanusia dan ambisi yang tidak selalu selaras.
Terlepas dari perannya yang baru, Aya tetap optimis dengan kemajuan film ini. Ia berharap kehadirannya bisa menarik perhatian penonton yang sebelumnya lebih mengenalnya sebagai anggota grup idol. “Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa berakting dengan baik, bukan hanya bermain di panggung,” ujarnya. Selain itu, Aya juga menyoroti kolaborasi dengan para pemain lain yang membuat proses syuting lebih menyenangkan.
Produksi yang Beragam dan Berpengaruh
Proyek “Nobody Loves Kay” dihasilkan oleh produksi ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, Qun Films, dan Visinema Pictures. Dalam tim produksi, terdapat peran dari berbagai bidang seni, seperti koreografer Elly D. Lutan dan penyanyi rap Baskara ‘Basboi’ yang berasal dari Medan, Sumatera Utara. Aya mengapresiasi keberagaman tim ini, karena memberikan nuansa unik dalam pembuatan film.
“Tidak semua orang bisa menggabungkan berbagai disiplin seni seperti ini,” katanya. Ia menilai bahwa kombinasi antara koreografer dan penyanyi rap memberikan dimensi tambahan pada narasi film. Kehadiran Basboi, misalnya, dipercaya untuk menambah keunikan dalam alur cerita. “Ia membawa energi yang berbeda, dan itu membuat film ini lebih hidup,” ujarnya.
Dalam sektor pemeran, Aya juga menyebutkan bahwa kehadiran para aktor lain menjadi pembelajaran berharga. Meskipun ia sempat ragu saat pertama kali terlibat dalam proyek ini, dukungan dari rekan-rekan pemain membuatnya merasa lebih siap. “Mereka benar-benar menyemangati, dan saya bisa belajar dari mereka,” katanya. Aya menambahkan bahwa kebersamaan ini memperkuat hubungan antaranggota tim.
Proyek yang Membawa Perubahan
Aya berharap film ini bisa mengubah persepsi orang terhadapnya. Ia menuturkan bahwa sebelumnya, ia sering dianggap tidak serius karena hanya terlibat dalam dunia hiburan tanpa kegiatan off-screen. “Saya selalu ingin menunjukkan kemampuan berakting saya, tapi sebelumnya belum ada kesempatan yang tepat,” ujarnya. Kini, ia percaya bahwa “Nobody Loves Kay” bisa menjadi bukti kuat.
Selain itu, Aya juga menyinggung tentang pentingnya konflik dalam film. Menurutnya, konflik antara tokoh-tokoh utama menjadi alat untuk mengembangkan karakter secara mendalam. “Kehadiran BB membuat mereka terlibat dalam perdebatan dan keputusan yang berdampak besar,” katanya. Dalam beberapa adegan, Aya menyebutkan bahwa ia harus menggambarkan perasaan yang kompleks, seperti kekecewaan, keinginan, dan ambisi.
Produksi film ini juga menyiapkan tayangan serentak di bioskop mulai 4 Juni 2026. Aya berharap film ini bisa diterima oleh penonton dengan baik, karena berusaha menawarkan cerita yang bermakna. “Saya ingin menunjukkan bahwa kehidupan di luar panggung juga bisa menarik,” katanya. Ia juga berharap kehadirannya bisa membuka peluang untuk terlibat dalam proyek-proyek lain di masa depan.
Membahas tentang konflik yang muncul, Aya menuturkan bahwa BB bukan hanya seorang perekrut, tetapi juga memiliki peran yang penuh makna dalam hubungan para tokoh utama. “Dia mendorong mereka untuk memilih jalan yang berbeda, dan itu membuat cerita lebih menarik,” ujarnya. Aya menilai bahwa film ini memiliki pesan yang jelas, yaitu tentang keberanian untuk mencari jati diri di tengah tekanan.
Dengan peluncuran trailer dan poster yang menarik, “Nobody Loves Kay” semakin menantikan tayangan perdana. Aya menyatakan bahwa ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari film ini, karena merupakan momen pertama di mana ia menggabungkan pengalaman sebagai idol dengan teknik berakting. “Ini adalah langkah awal, tapi saya berharap bisa terus berkembang,” tutupnya.