Topics Covered: Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan

Share: X Facebook
94357-kemendagri

Topics Covered: Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan

Topics Covered – Wamendagri Ribka Haluk menegaskan komitmen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memastikan program Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) berjalan secara optimal di Papua Selatan. Dalam rapat penetapan wilayah KSPEAN yang berlangsung di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026, Ribka menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mendorong keberlanjutan pembangunan. Dengan memperkuat tata kelola perencanaan, harmonisasi kebijakan, serta partisipasi aktif masyarakat, Kemendagri berupaya mempercepat pengembangan KSPEAN sebagai strategi nasional untuk meningkatkan kemandirian daerah dan ketahanan pangan serta energi.

Koordinasi untuk Pengembangan Wilayah KSPEAN

Rapat yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan menjadi ajang koordinasi untuk menegaskan langkah-langkah pemerintah dalam menetapkan zona KSPEAN. Ribka menyampaikan bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Papua Selatan berperan penting dalam memfasilitasi pengaturan lahan dan sumber daya alam, serta menyesuaikan regulasi di berbagai sektor. “Dengan adanya RTRW, kita dapat bergerak lebih cepat dalam menata ruang, menyesuaikan kebijakan, dan mempercepat proses teknis,” ujarnya. Ini menjadi langkah kunci untuk memastikan keberhasilan program KSPEAN, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keterpaduan pembangunan daerah.

Kemendagri aktif mengawal implementasi KSPEAN melalui beberapa upaya, termasuk penyusunan dokumen RTRW yang telah ditetapkan untuk periode 2025–2029 sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025. Dokumen ini berfungsi sebagai dasar untuk mengarahkan pengembangan infrastruktur, memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta memperkuat keterlibatan masyarakat. Ribka menegaskan bahwa tanpa partisipasi aktif warga lokal, program ini akan kesulitan mencapai efektivitas maksimal, terutama dalam menghadapi dinamika wilayah Papua Selatan yang kompleks.

Keterlibatan Masyarakat sebagai Pilar Utama

Topics Covered – Ribka menggarisbawahi bahwa keterlibatan masyarakat adalah elemen vital dalam percepatan pembangunan KSPEAN. Ia menekankan perlunya pendekatan sosial yang menempatkan para pemilik hak ulayat sebagai pusat perhatian, mengingat pentingnya kehidupan adat di Papua Selatan. Dengan terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan, masyarakat dapat memastikan kebijakan yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan lokal dan tidak menimbulkan konflik kepentingan. Kemendagri terus mendorong dialog terbuka antara pemerintah daerah dan warga, baik melalui pertemuan rutin maupun mekanisme partisipatif, untuk membangun kepercayaan bersama.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Ribka juga menyoroti peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan daerah. “Kita harus memberikan fasilitas tambahan, seperti pelatihan dan bantuan teknis, agar Pemda bisa melaksanakan KSPEAN secara efektif,” tambahnya. Dukungan finansial dan sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk memastikan program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup keberlanjutan keterlibatan masyarakat dalam evaluasi dan pengawasan.

Komunikasi yang baik menjadi kunci untuk menghindari kesalahpahaman yang bisa menghambat pelaksanaan program. Ribka menegaskan bahwa perencanaan yang efektif harus didukung oleh partisipasi aktif warga, sehingga hasil dari KSPEAN dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Papua Selatan. Dengan memperkuat kerja sama antara semua pihak, Kemendagri yakin bahwa KSPEAN akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Kepala Wilayah Kemendagri menyoroti bahwa KSPEAN tidak hanya menjadi proyek ekonomi, tetapi juga alat untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air di daerah terpencil. Dalam konteks Papua Selatan, kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi sentra produksi pertanian dan energi terbarukan, yang dapat mendorong kemandirian daerah. Ribka menegaskan bahwa harmonisasi antara tata ruang, kebijakan, dan partisipasi masyarakat akan menjadi pondasi kuat untuk mencapai tujuan ini. Topics Covered – Dengan menggabungkan strategi perencanaan yang terintegrasi, Kemendagri berkomitmen untuk mempercepat proses KSPEAN sekaligus memastikan keberlanjutan hasilnya bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *