Bulog Yogyakarta serap hasil panen capai 76 persen dari target 2026
Bulog Yogyakarta Serap Hasil Panen Capai 76 Persen dari Target 2026
Bulog Yogyakarta serap hasil panen capai 76 – Bulog Yogyakarta mencatatkan prestasi signifikan dalam upayanya menyerap hasil panen petani hingga awal Mei 2026. Capaian tersebut mencapai 76 persen dari total target pengadaan tahunan yang ditentukan. Hal ini menunjukkan komitmen Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Yogyakarta dalam memastikan ketersediaan pangan nasional, terutama menjelang musim kemarau dan ancaman El Nino yang diprediksi akan memengaruhi produksi pertanian.
Pencapaian dalam Penyerapan Hasil Panen
Dedi Aprilyadi, pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, menjelaskan bahwa realisasi penyerapan hasil panen hingga Mei 2026 mencapai 148 ribu ton setara beras. Angka ini merupakan 76 persen dari target keseluruhan sebesar 196 ribu ton. “Kami merasa senang dengan progres yang diukur dari persentase penyerapan ini, karena menunjukkan bahwa persiapan kami untuk musim kemarau sudah sangat baik,” ujarnya. Menurut Dedi, stok beras yang dimiliki saat ini cukup memadai untuk menjaga stabilitas pasokan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Persiapan kami memasuki musim kemarau sangat luar biasa, karena sudah mencapai 76 persen dari target yang ditetapkan. Jadi saat ini stok yang kita kuasai sangat luar biasa. Untuk menghadapi El Nino, stok kita aman untuk penyaluran,”
Dedi menambahkan bahwa penyerapan hasil panen tidak hanya menjadi langkah strategis untuk menjaga cadangan pangan, tetapi juga memberikan manfaat bagi para petani. Dengan adanya program ini, petani dapat memperoleh harga yang lebih stabil dan pasti. “Kami berupaya memberikan dukungan penuh kepada para petani untuk meningkatkan kepercayaan mereka terhadap sistem distribusi pangan,” katanya.
Kapasitas Penyimpanan dan Infrastruktur Gudang
Bulog Yogyakarta juga memiliki infrastruktur yang memadai untuk menunjang kapasitas penyimpanan. Dedi menyebutkan bahwa Perum Bulog Kanwil Yogyakarta didukung oleh gudang induk dan beberapa filial yang tersebar di berbagai titik. Total kapasitas daya tampung mencapai lebih dari 285 ribu ton. “Kami memiliki gudang yang dikelola secara efisien, sehingga bisa memenuhi kebutuhan penyerapan dan penyimpanan yang diperkirakan selama musim kemarau,” jelasnya.
Di wilayah Yogyakarta khususnya, stok beras yang dikuasai Bulog mencapai 87 ribu ton. Angka ini menunjukkan bahwa walaupun musim kemarau belum tiba, persiapan cadangan pangan sudah cukup optimal. Selain itu, Bulog juga menangani stok logistik pangan di sebagian kabupaten/kota Jawa Tengah, yang merupakan bagian dari upaya nasional menjaga ketersediaan bahan pangan.
Proses penyerapan hasil panen dilakukan secara sistematis dan terencana. Bulog Yogyakarta berupaya mempercepat distribusi bahan pangan ke daerah-daerah yang membutuhkan. “Dengan keberhasilan ini, kami berharap bisa memperkuat kerja sama dengan pihak lain, baik petani maupun pemerintah daerah,” kata Dedi.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Kerja sama antara Bulog Yogyakarta dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian ini. Selama silaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Dedi menyebutkan bahwa pihak gubernur memberikan masukan yang sangat berharga. “Pak Gubernur memberikan saran agar ke depannya bisa berlanjut dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
“Penugasan yang diberikan kepada kami, Alhamdulillah kami selesaikan dengan baik dan lancar,”
Menurut Dedi, selain menjaga stok beras, Bulog Yogyakarta juga terus berupaya memperluas kemitraan dengan para petani. Gubernur DIY yang juga menghadiri acara tersebut berharap bahwa Bulog Yogyakarta dapat berperan aktif dalam meningkatkan produktivitas para petani. “Saya yakin dengan kerja sama yang baik, para petani bisa terus berproduksi tinggi dan mendukung kebutuhan pangan nasional,” kata Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Bulog Yogyakarta tidak hanya memenuhi target tahunan, tetapi juga siap melayani kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Dedi menyampaikan bahwa penyerapan hasil panen yang telah dilakukan memberikan gambaran bahwa sistem distribusi pangan dapat berjalan efisien dan stabil. “Kami berharap, progres yang telah dicapai bisa menjadi dasar untuk mengejar target lebih lanjut di tahun 2026,” katanya.
Kerja sama dengan Gubernur DIY menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan iklim dan fluktuasi harga. Dengan stok yang cukup, Bulog Yogyakarta siap melakukan distribusi secara tepat waktu dan mencapai keseimbangan antara penyerapan dan penyaluran. “Ini adalah langkah awal menuju pencapaian target yang lebih besar di tahun 2026,” pungkas Dedi.