Meeting Results: ORI: Partisipasi masyarakat awasi layanan publik wujudkan transparansi

Ombudsman RI: Partisipasi Masyarakat Jadi Pilar Utama Peningkatan Transparansi Layanan Publik

Meeting Results – Jakarta – Organisasi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menegaskan bahwa peran masyarakat dalam mengawasi layanan publik tidak lagi hanya sebagai penunjang, melainkan menjadi elemen sentral dalam menciptakan sistem yang transparan dan akuntabel. Dalam sebuah seminar internasional yang diadakan di Jakarta pada Selasa (5/5), Wakil Ketua ORI Rahmadi Indra Tektona memaparkan bahwa pengukuran keberhasilan layanan publik tidak cukup hanya berdasarkan ketersediaan fasilitas, tetapi lebih pada seberapa besar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Seminar: Penguatan Akuntabilitas Melalui Partisipasi Masyarakat

Menurut Rahmadi, masyarakat memiliki ketergantungan yang sangat dalam terhadap layanan publik, mulai dari tahap awal kehidupan hingga akhir hayat. “Dengan demikian, diperlukan layanan yang profesional dan responsif,” jelasnya, sebagaimana dilaporkan di Jakarta pada Rabu. Ia menambahkan bahwa meskipun Ombudsman memiliki wewenang untuk menerima laporan dan mendorong pencegahan maladministrasi, seringkali masih ada ketimpangan antara pengaduan yang masuk dan tindak lanjut yang diberikan di lapangan.

“Pelayanan publik yang baik tidak hanya menyelesaikan masalah individu, tetapi juga memperbaiki sistem secara menyeluruh agar kesalahan serupa tidak terulang lagi,” ujar Rahmadi.

Dalam upaya menangani masalah tersebut, ORI memperkenalkan dua pendekatan utama: pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pengaduan. Pemberdayaan masyarakat, kata Rahmadi, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan individu atau kelompok dalam mengawasi proses penyelenggaraan layanan publik. Sementara pengelolaan pengaduan fokus pada mekanisme penyelesaian keluhan yang lebih sistematis, serta memastikan aduan masyarakat tidak hanya dianggap sebagai masalah kecil, tetapi menjadi bahan perbaikan struktural.

Lihat Juga :   KPK periksa dua kasi MA untuk dalami mutasi tersangka kasus PN Depok

Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Peningkatan Responsivitas Pemerintah

Petugas Diplomasi Publik Kedutaan Besar Amerika Serikat, John Solver, menyambut baik inisiatif kolaborasi lintas sektor yang dilakukan ORI. Menurutnya, tata kelola pemerintahan yang efektif sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat. “Pemerintah yang responsif mampu menyelesaikan masalah sebelum berkembang menjadi krisis,” katanya.

“Kuncinya adalah membangun sistem umpan balik yang baik, agar setiap keluhan menjadi pemicu perbaikan,” tambah John Solver.

John Solver juga menekankan bahwa hubungan timbal balik antara masyarakat dan pemerintah merupakan kunci dalam membangun kepercayaan bersama. Ia mencontohkan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari kebijakan yang dikeluarkan, tetapi juga dari kemampuan pihak berwenang dalam mendengarkan suara rakyat dan meresponsnya secara konstan.

Peran Ombudsman Daerah Dalam Meningkatkan Transparansi Lokal

Narasumber dari Ombudsman Portland, Jennifer Croft, menjelaskan bahwa lembaga seperti ORI berperan penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang adil, objektif, dan transparan. Menurutnya, penanganan keluhan masyarakat, resolusi masalah secara informal, serta investigasi independen menjadi alat utama untuk memastikan layanan publik berjalan efektif.

“Jika keluhan terbukti, Ombudsman akan memberikan rekomendasi perbaikan kepada instansi terkait,” katanya.

Jennifer juga menyoroti pentingnya menumbuhkan kepercayaan publik dengan mengidentifikasi kelompok masyarakat yang kurang terwakili. “Dengan melibatkan pihak yang kredibel, kita bisa menjembatani komunikasi dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” terangnya. Ia menambahkan bahwa konsultasi dini dengan komunitas yang terdampak harus dilakukan agar kebijakan tidak hanya berbasis data, tetapi juga berakar pada kebutuhan nyata.

Kemitraan Masyarakat dalam Mengawasi Layanan Publik

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Barat, Tariyah, mengatakan bahwa penguatan akuntabilitas layanan publik juga dilakukan melalui peningkatan partisipasi masyarakat. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli Maladministrasi. Kelompok tersebut dilibatkan dalam berbagai kegiatan kolaboratif, seperti kunjungan ke kampus, diskusi kelompok terdahui, serta pemantauan langsung ke lokasi layanan.

“Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, kita bisa memastikan bahwa setiap kebijakan publik benar-benar memenuhi ekspektasi warga,” ujar Tariyah.

Menurut Tariyah, partisipasi masyarakat bukan hanya tentang memberikan masukan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. “Masyarakat harus menjadi mitra utama dalam menyelenggarakan pelayanan yang berkualitas,” tegasnya. Ia mencontohkan bahwa kegiatan seperti diskusi kelompok terdahui atau kunjungan langsung ke pusat pelayanan bisa menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara institusi dan warga.

Lihat Juga :   Key Strategy: Di sidang MK, ATSI beberkan dampak aturan kuota hangus

Dalam seminar bertajuk “Penguatan Akuntabilitas Layanan Publik melalui Peningkatan Partisipasi Masyarakat”, para peserta diharapkan dapat menghasilkan solusi-solusi konkret serta pembelajaran bersama. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas layanan publik ke depan, sekaligus membangun sistem yang lebih responsif dan akuntabel. Seminar ini menegaskan bahwa partisipasi masyarakat bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi menjadi fondasi bagi transformasi layanan publik yang lebih baik.

Tidak hanya itu, ORI juga mendorong adanya peningkatan keberlanjutan dalam partisipasi. Melalui pendekatan yang lebih inklusif, lembaga ini berharap masyarakat dari berbagai lapisan dan kelompok dapat terlibat secara aktif. “Layanan publik yang baik harus dapat diakses oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang,” imbuh Rahmadi, yang menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah kunci untuk mencapai keadilan dalam pelayanan yang diberikan.

Dengan menggabungkan kekuatan lembaga independen seperti Ombudsman dan partisipasi aktif masyarakat, diperkirakan akan tercipta lingkungan pemerintahan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah yang selama ini menghambat kepercayaan publik, serta memastikan setiap layanan publik menjadi alat yang benar-benar mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat.