Tim Gabungan Agam temukan warga tertimbun tanah longsor

Tim Gabungan Agam temukan warga tertimbun tanah longsor

Tim Gabungan Agam temukan warga tertimbun – Lubuk Basung – Pada hari Rabu dini hari, tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat berhasil menemukan seorang warga yang terkubur di bawah material tanah longsor di Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto. Pencarian dilakukan setelah hujan deras melanda daerah tersebut sebelumnya, pada Selasa (5/5). Dalam peristiwa ini, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara enam warga lainnya berhasil diselamatkan, meski mengalami cedera serius.

Penemuan Korban

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Abdul Ghafur, menjelaskan bahwa jasad korban atas nama Awal (50) ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Agam, Basarnas Pos Agam, PMI Agam, Kelompok Siaga Bencana, serta warga setempat sekitar pukul 03.22 WIB. “Korban ditemukan di lokasi rumahnya yang tertimbun material tanah longsor,” katanya dalam wawancara di Lubuk Basung, Rabu.

“Jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar Abdul Ghafur. Ia menambahkan bahwa selama pencarian, tim bertindak cepat dan berkoordinasi dengan berbagai lembaga untuk menjamin kecepatan respons.

Korban pertama yang ditemukan, Awal, berada di dalam rumah semi-permanen yang hancur akibat longsor. Tim langsung mengambil langkah untuk mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Ampek Koto, sebelum dilakukan proses pembersihan. Proses evakuasi membutuhkan waktu beberapa jam karena kondisi tanah yang masih longsor dan akses jalan yang terganggu.

Lihat Juga :   Important Visit: DPR: Berikan penyembuhan trauma bagi korban kecelakaan KA di Bekasi

Peristiwa Tanah Longsor

Sebelumnya, pada Selasa (5/5), tujuh warga Jorong Kampuang Baruah tertimbun tanah longsor akibat hujan tinggi yang melanda kawasan itu. Dari tujuh orang yang terjebak, enam berhasil dievakuasi dengan selamat, yakni Dayat (33), Noya (35), Safira (1), Yoni (45), Zaki (18), dan Kuntum (14). Mereka mengalami luka-luka dan patah tulang, sehingga dibawa ke Rumah Sakit Ahmad Muchtar Kota Bukittinggi untuk perawatan intensif.

“Tanah longsor menimbun tiga unit rumah semi permanen dan ke tujuh korban sedang berada di dalam rumah tersebut,” jelas Abdul Ghafur. Ia juga menyebutkan bahwa longsor tersebut menutup akses jalan provinsi yang menghubungkan Simpang Gudang Lubuk Basung menuju Bukittinggi, sehingga membatasi pergerakan kendaraan dan logistik.

Kondisi akses jalan yang terputus membuat pengendara harus mengambil rute alternatif. Pemerintah setempat segera bergerak untuk memperbaiki kondisi tersebut, sementara tim penyelamat terus bekerja untuk memastikan semua korban ditemukan. “Kami berupaya maksimal agar tidak ada korban yang terlewat,” tegas Abdul Ghafur.

Dampak dan Upaya Penanganan

Dampak peristiwa ini tidak hanya terbatas pada korban yang tertimbun, tetapi juga mengganggu aktivitas warga sekitar. Jalan provinsi yang menjadi jalur utama ke Bukittinggi kini terputus, memaksa masyarakat menggunakan jalan kaki atau kendaraan bermotor kecil. Meski begitu, upaya pemerintah dan warga untuk memulihkan situasi terus berjalan.

Abdul Ghafur menyampaikan bahwa hujan tinggi yang terjadi beberapa hari sebelumnya memicu peristiwa longsor tersebut. “Kurang lebih dua hari terakhir, daerah itu mengalami hujan lebat dan curah hujan terus meningkat,” ujarnya. Pihak BPBD juga bekerja sama dengan lembaga lain untuk memantau cuaca dan mempersiapkan langkah darurat.

Sebagai langkah mitigasi, tim penyelamat terus melakukan pemantauan terhadap area rawan longsor. Mereka menyebar ke sejumlah titik yang kemungkinan terkena dampak serupa. “Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa titik di sekitar Nagari Sungai Landia, karena risiko berulang masih tinggi,” tambahnya.

Lihat Juga :   Jamaah calon haji Indonesia mulai jalani umrah wajib

Penyebab dan Latar Belakang

Berdasarkan informasi yang diberikan, longsor terjadi setelah hujan deras yang melanda kawasan tersebut. Kondisi tanah yang lembap dan longsoran material mengakibatkan dinding rumah semi-permanen runtuh, menimbun tujuh warga. Awal, yang menjadi korban terakhir, ditemukan beberapa jam setelah pencarian intensif dilakukan.

Penduduk Jorong Kampuang Baruah mengatakan bahwa sebelumnya mereka sudah memperingatkan adanya risiko longsor, karena tanah di sekitar rumah mereka terlihat tidak stabil. Namun, hujan yang tiba-tiba datang membuat kondisi memburuk dan menimbulkan kejadian yang tidak terduga.

BPBD Agam mengatakan bahwa kejadian longsor tersebut merupakan salah satu dari beberapa peristiwa serupa yang terjadi di wilayah tersebut. “Daerah ini kerap mengalami longsor karena kondisi geografisnya yang berbukit dan tanah yang kurang padat,” kata Abdul Ghafur. Dengan demikian, pihaknya terus meningkatkan kesiapan untuk menghadapi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.

Proses Evakuasi dan Penyelamatan

Pencarian terhadap korban yang tertimbun dilakukan dengan beberapa metode, termasuk menggunakan alat berat dan teknik manual. “Tim terdiri dari sejumlah anggota BPBD, Basarnas, dan warga setempat, mereka bekerja tanpa henti sejak pagi hari,” jelas Abdul Ghafur. Dengan bantuan masyarakat, seluruh korban yang tertimbun berhasil ditemukan dalam waktu 24 jam.

“Kami bersyukur karena semuanya dapat diselamatkan, meskipun ada satu korban yang meninggal,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa tim berusaha untuk meminimalkan kerugian material dan manusia dalam peristiwa ini.

Dalam upaya evakuasi, tim menyediakan peralatan khusus untuk menembus tanah yang longsor. Kondisi cuaca yang berawan dan suhu udara yang relatif dingin membuat proses penyelamatan lebih rumit. Namun, karena kecepatan dan konsistensi kerja tim, semua korban dapat dikeluarkan dari tempat kejadian.

Lihat Juga :   New Policy: Keahlian digital dan masa depan lulusan vokasi

Korban yang berhasil diselamatkan, seperti Dayat dan Safira, segera dibawa ke Rumah Sakit Ahmad Muchtar Kota Bukittinggi untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Beberapa dari korban mengalami luka serius, tetapi kondisi mereka stabil setelah diberikan perawatan,” ujar Abdul Ghafur. Ia juga menyebutkan bahwa tim medis terus berada di lokasi untuk memantau keadaan korban selama proses evakuasi berlangsung.