New Policy: Presiden Prabowo dorong hilirisasi untuk kuasai sumber daya nasional

Presiden Prabowo Dorong Hilirisasi untuk Kuasai Sumber Daya Nasional

New Policy – Cilacap, Jawa Tengah — Presiden Prabowo Subianto menekankan kebutuhan percepatan hilirisasi sektor industri sebagai langkah strategis dalam memastikan penguasaan sumber daya alam nasional. Ia menjelaskan bahwa ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemandirian bangsa dan memaksimalkan manfaat ekonomi dari kekayaan Indonesia. Dalam acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di area Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Presiden mengungkapkan bahwa hilirisasi tidak hanya tentang pengolahan bahan mentah, tetapi juga tentang membangun industri dalam negeri yang kuat dan mandiri.

Menurut Prabowo, hilirisasi menjadi prioritas utama dalam memperkuat struktur ekonomi nasional. Ia menyoroti tiga sektor utama yang menjadi fokus proyek ini, yaitu energi, mineral, dan pertanian. Dengan memperluas rantai nilai industri di dalam negeri, kekayaan alam Indonesia tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi yang bisa dinikmati rakyat. “Kita tidak mau hanya menjual bahan mentah. Kita ingin mengolahnya di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat,” ujar Prabowo saat menghadiri acara tersebut.

“Kita tidak mau hanya menjual bahan mentah. Kita ingin mengolahnya di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat,” kata Prabowo saat menghadiri Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu.

Presiden menegaskan bahwa penguasaan sumber daya alam adalah kunci utama bagi bangsa yang ingin mandiri dan berdaulat. Ia menyatakan sejarah menunjukkan bahwa kekayaan Indonesia sejak lama menjadi target perebutan oleh kekuatan asing. Dengan hilirisasi, bangsa Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada pihak luar dan memastikan pengelolaan sumber daya secara efisien. “Hilirisasi adalah bentuk keberanian bangsa untuk mengelola kekayaan sendiri, sekaligus menghindari ketergantungan pada negara-negara lain,” tambahnya.

Lihat Juga :   Special Plan: Wamen PKP tinjau lokasi pembangunan kampung nelayan MP di Aceh Jaya

Dalam konteks global, Prabowo mengatakan bahwa perkembangan teknologi membuat dunia semakin terhubung. Akibatnya, gejolak ekonomi internasional dapat langsung memengaruhi kondisi perekonomian domestik, termasuk harga komoditas pangan dan energi. Oleh karena itu, hilirisasi dianggap sebagai strategi yang mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah perubahan global. Ia menekankan bahwa bangsa Indonesia harus mampu mengelola sumber daya secara optimal agar bisa berdiri sendiri dan menghadapi tantangan ekonomi dengan kuat.

Sektor Energi sebagai Pilar Hilirisasi

Sektor energi menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian khusus dalam program hilirisasi ini. Prabowo menyebut bahwa energi adalah fondasi utama pembangunan ekonomi Indonesia. Dengan mengembangkan industri energi dalam negeri, bangsa dapat mengurangi impor bahan bakar dan memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi secara lokal. Proyek-proyek hilirisasi di sektor ini bertujuan memproduksi bahan bakar yang lebih berkualitas, serta memperkuat kapasitas energi nasional untuk menghadapi fluktuasi harga global.

Dalam pembangunan hilirisasi, Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor dan pemerintah daerah. Ia berharap proyek ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal. “Dengan hilirisasi, kita tidak hanya memperkuat perekonomian, tetapi juga mendorong kemandirian industri dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya. Presiden menyoroti bahwa proyek ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan adil.

Pertanian dan Mineral sebagai Pendorong Kemandirian

Di sektor pertanian, hilirisasi dianggap sebagai cara untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian. Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi pangan, tetapi masih tergantung pada pengolahan yang dilakukan pihak asing. Dengan hilirisasi, masyarakat dapat mengolah hasil pertanian secara langsung, sehingga pendapatan petani meningkat dan ketahanan pangan nasional terjaga. “Pertanian tidak hanya tentang produksi, tetapi juga tentang distribusi dan pengolahan yang memberikan manfaat maksimal kepada rakyat,” kata Prabowo.

Lihat Juga :   Yang Dibahas: BPJPH-LPS perkuat sinergi pengembangan ekosistem jaminan produk halal

Sementara itu, sektor mineral juga menjadi bagian penting dari hilirisasi nasional. Prabowo menyebut bahwa kekayaan mineral Indonesia tidak boleh hanya dijual mentah ke luar negeri, tetapi harus dikembangkan menjadi industri yang lebih maju. Proyek hilirisasi di sektor ini mencakup pengolahan bijih logam menjadi produk siap pakai, serta pengembangan infrastruktur yang mendukung industri mineral dalam negeri. “Dengan hilirisasi, kita bisa menghindari ketergantungan pada pihak asing dan memastikan manfaat ekonomi dari sumber daya alam berada di tangan rakyat sendiri,” tambahnya.

Keberanian sebagai Bentuk Nasionalisme

Prabowo menyatakan bahwa hilirisasi tidak hanya sekadar kebijakan ekonomi, tetapi juga bentuk keberanian bangsa dalam mengelola kekayaan sendiri. Ia berargumen bahwa kekayaan Indonesia sejak lama menjadi sasaran perebutan oleh negara-negara besar. Hilirisasi dianggap sebagai jawaban dari bangsa Indonesia untuk menguasai sumber daya alam dan memperkuat kedaulatan ekonomi. “Satu-satunya jalan menuju kebangkitan suatu bangsa adalah nasionalisme dan keberanian menguasai sumber daya alam sendiri,” kata Prabowo.

Ia juga mengaitkan hilirisasi dengan semangat persatuan nasional. Menurut Prabowo, hilirisasi menjadi penanda kebangkitan bangsa yang didasari cinta tanah air dan rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan negara. Proyek ini diharapkan mampu menciptakan identitas nasional yang kuat, serta menegaskan bahwa Indonesia mampu mengelola sumber daya alamnya secara mandiri. “Dengan hilirisasi, kita tidak hanya meningkatkan perekonomian, tetapi juga membangun kesadaran nasional bahwa kekayaan kita harus dijaga dan dikembangkan,” tuturnya.