Key Strategy: Orang tua disarankan gunakan aplikasi untuk awasi penggunaan internet
Orang tua disarankan gunakan aplikasi untuk awasi penggunaan internet
Key Strategy – Dari Jakarta, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan memberikan rekomendasi penting kepada para orang tua. Mereka dianjurkan untuk memanfaatkan alat bantu digital yang telah disiapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai cara efektif untuk mengawasi anak-anak dalam penggunaan internet. Upaya ini bertujuan memastikan bahwa teknologi tidak hanya menjadi sarana hiburan tetapi juga alat edukasi yang terarah dan bermanfaat. “Kami memandu orang tua agar dapat mengawasi anak melalui aplikasi parental yang disediakan di platform Android dan iOS,” ungkap Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid, dalam wawancara yang dilakukan di ibu kota, Selasa.
Peran aplikasi parental dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi
Rizky menjelaskan bahwa aplikasi yang direkomendasikan oleh Kominfo, seperti Google Family Link, Apple Screen Time, YouTube Kids Mode, TikTok Family Pairing, serta Roblox Parental Controls AnL, bisa diunduh melalui perangkat seluler. Alat-alat ini dirancang untuk memberikan kontrol lebih kepada orang tua dalam mengatur waktu akses, mengatur konten yang bisa diakses anak, dan memantau aktivitas digital mereka. “Dengan aplikasi ini, orang tua bisa lebih mudah memastikan anak menghabiskan waktu di internet secara seimbang dan tidak terpapar informasi negatif,” tambahnya.
“Pengawasan penggunaan internet tetap berada di tangan orang tua,” ujarnya.
Menurut Rizky, literasi digital menjadi faktor kunci dalam mengubah cara anak memanfaatkan gadget dan internet. Dengan pemahaman yang baik, orang tua dapat mengajarkan anak-anak untuk lebih bijak dalam berinteraksi dengan teknologi. “Kita perlu membangun kesadaran bersama antara siswa dan orang tua agar bisa menghadapi dunia digital dengan lebih terarah,” katanya. Ia menekankan bahwa teknologi harus dimanfaatkan secara optimal, tetapi tidak boleh diabaikan potensi risiko yang mungkin timbul dari penggunaannya yang tidak terkendali.
Program baru untuk meningkatkan perlindungan anak di ruang digital
Dalam rangka mendorong pemahaman tersebut, Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan sedang mengembangkan program terbaru bernama “Jaga Anak Jaksel Asli”. Program ini dirancang untuk menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan berliterasi bagi anak. “Kami akan segera meluncurkan inisiatif baru ini sebagai bagian dari upaya implementasi PP Tunas,” jelas Rizky. PP Tunas, atau Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital, menjadi dasar dari langkah-langkah yang diambil oleh dinas tersebut. Peraturan ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif keluarga dalam melindungi anak dari dampak negatif teknologi.
Program “Jaga Anak Jaksel Asli” akan menyasar berbagai aspek, termasuk sosialisasi teknologi pengawasan kepada orang tua dan siswa. Melalui program ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif mengenai tanggung jawab dalam memanfaatkan internet. “Masyarakat perlu memahami bahwa teknologi bukan hanya bawaan modernitas, tetapi juga alat yang bisa mengubah pola hidup anak,” tegas Rizky. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga.
Kebutuhan sosialisasi untuk memperkuat partisipasi orang tua
Rizky menggarisbawahi bahwa sosialisasi memainkan peran penting dalam meningkatkan keterlibatan orang tua. Dalam masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi, peran pengawasan langsung dari orang tua perlu diperkuat agar anak tidak terpapar konten yang tidak sesuai usia mereka. “Orang tua yang terlibat aktif akan lebih mudah mengarahkan anak menuju penggunaan internet yang produktif,” katanya. Selain itu, dia menyarankan bahwa orang tua juga perlu memahami fitur-fitur aplikasi tersebut agar bisa digunakan secara maksimal.
Di sisi lain, aplikasi pengawasan digital juga menjadi alat bantu untuk memudahkan orang tua dalam mengontrol aktivitas anak. Misalnya, Google Family Link memungkinkan orang tua mengatur waktu layar, memblokir situs web tertentu, dan melacak lokasi anak. Sementara itu, Apple Screen Time membantu mengatur penggunaan aplikasi dan memberikan laporan harian mengenai durasi akses. YouTube Kids Mode, TikTok Family Pairing, dan Roblox Parental Controls AnL juga memiliki fungsi serupa, yaitu memfilter konten dan membatasi akses anak pada platform yang belum siap untuk usia mereka.
“Dalam penerapan PP Tunas, kami di Jakarta Selatan akan segera merilis program baru yaitu Jaga Anak Jaksel Asli (Aman, Sehat, Berliterasi),” ucapnya.
Program ini juga mencakup pelatihan digital bagi para orang tua dan siswa. Tujuannya adalah agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai cara memanfaatkan internet secara bijak. “Kami berharap aplikasi ini bisa menjadi sarana pendampingan untuk memastikan anak tetap aman dan sehat dalam menggunakan teknologi,” tambah Rizky. Ia menekankan bahwa teknologi tidak bisa dihindari, tetapi cara penggunaannya perlu dikelola dengan baik.
Langkah-langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak teknologi terhadap generasi muda. “Kami yakin dengan program ini, orang tua akan lebih aktif dalam mengawasi penggunaan gadget dan internet oleh anak,” pungkasnya. Rizky berharap sosialisasi yang dilakukan bisa menjadi awal dari perubahan sikap masyarakat dalam menghadapi tantangan digital. Dengan dukungan aplikasi dan kesadaran yang sama, ia optimis anak-anak bisa menggunakan teknologi secara positif, sekaligus mendorong pemanfaatan internet sebagai alat belajar dan kreativitas.
Program “Jaga Anak Jaksel Asli” juga menargetkan peningkatan literasi digital di kalangan anak. Melalui pendekatan yang interaktif, anak diberikan pemahaman tentang pentingnya memilih konten yang sesuai dan menghindari paparan informasi negatif. “Kami ingin anak tidak hanya menikmati manfaat teknologi, tetapi juga mampu menilainya secara kritis,” katanya. Dengan adanya aplikasi parental dan program pendampingan, Rizky yakin masyarakat Jakarta Selatan akan lebih siap menghadapi era digital yang semakin berkembang.
Kesadaran akan pentingnya pengawasan digital ini menjadi lebih luas, terutama dalam dunia pendidikan. Dinas PPAPP Jakarta Selatan menilai bahwa sekolah juga perlu terlibat dalam memberikan edukasi tentang penggunaan gadget dan internet. “Siswa harus dibiasakan untuk tidak hanya mengikuti instruksi orang tua, tetapi juga memahami aturan yang dibuat,” tambah Rizky. Dengan demikian, program ini diharapkan bisa menciptakan lingkungan belajar yang seimbang antara kebebasan dan perlindungan.
Dari sisi teknologi, Rizky juga menyoroti pentingnya pemanfaatan alat bantu digital dalam pendidikan anak. “Aplikasi ini bisa menjadi jembatan antara teknologi dan kesadaran orang tua,” katanya. Ia menegaskan bahwa pengetahuan tentang fitur-fitur aplikasi tersebut sangat membantu orang tua dalam memantau aktivitas anak. Selain itu, program ini juga