Istana Rilis Buku Presiden Solusi, Prabowo Klaim Telah Berikan 108 Jawaban untuk Indonesia
Penulis Buku Terdiri dari Tiga Pejabat Dekat Presiden
Pondokkebaikan.com – Istana Kepresidenan merilis sebuah buku berjudul “Presiden Solusi” yang mencakup berbagai kebijakan dan inisiatif yang telah diterapkan oleh Presiden Prabowo Subianto selama 18 bulan pertama masa pemerintahannya. Buku ini disusun oleh tiga pejabat yang aktif di lingkaran dekat Presiden, yaitu Dirgayuza Setiawan, M. Qadari, dan Agung Gumilar. Mereka masing-masing menjabat sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis.
Menurut pengelola buku, penerbitan karya ini bertujuan untuk menyajikan gambaran menyeluruh mengenai upaya pemerintah dalam menyelesaikan berbagai isu yang selama ini menghimpit masyarakat Indonesia. “Kami ingin menunjukkan bahwa dalam 18 bulan terakhir, Bapak Presiden telah mengeluarkan keputusan yang menjadi solusi atas berbagai tantangan yang sudah berlangsung lama di Republik kita,” ungkap Yuza, salah satu penulis, saat acara peluncuran buku di University Club, Jakarta, pada Senin (8/5/2026).
“Kami melihat dalam 18 bulan terakhir Bapak Presiden sudah menelurkan 108 setidaknya keputusan yang menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang sudah terjadi lama di Republik kita,” kata Yuza saat peluncuran buku tersebut di University Club, Jakarta, Senin (8/5/2026).
Yuza menyoroti bahwa media sosial sering kali menyajikan informasi yang terpotong, sehingga publik sulit memahami secara lengkap hasil kerja pemerintah. “Begitu mengonsumsi media sosial yang kapasitas atau daya tampung informasinya sangat terbatas, kita jadi tidak bisa memahami secara utuh apa saja yang sudah dikerjakan oleh Bapak Presiden selama 18 bulan terakhir,” ujarnya.
Menurut Yuza, penggunaan format buku memungkinkan masyarakat memperoleh referensi yang lebih menyeluruh untuk memahami atau memberikan kritik terhadap kebijakan yang dijalankan. “Karena itu, buku ini dirancang agar masyarakat memiliki pandangan yang lebih lengkap tentang peran Presiden dalam mengatasi masalah-masalah nasional,” tambahnya.
Penjelasan Kebijakan Melalui Buku
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qadari, menjelaskan bahwa buku ini lahir dari kebutuhan untuk menjelaskan berbagai isu yang diidentifikasi pemerintah serta solusi yang telah diberikan. “Dalam 1,5 tahun ini, kita rasa perlu untuk dicatat, untuk diketahui oleh masyarakat sekaligus juga untuk memberikan gambaran secara mudah bagi publik, bagi media mengenai masalah-masalah apa saja yang muncul dan kemudian diberikan jawabannya,” ujar Qadari.
“Dalam 1,5 tahun ini, kita rasa perlu untuk dicatat, untuk diketahui oleh masyarakat sekaligus juga untuk memberikan gambaran secara mudah bagi publik, bagi media mengenai masalah-masalah apa saja yang muncul dan kemudian diberikan jawabannya. Oleh sebab itulah kemudian buku ini dikasih judul Presiden Solusi,” ujar Qadari.
Qadari menyebutkan bahwa buku ini juga berisi beberapa inisiatif penting yang telah dijalankan pemerintah. Salah satu contoh yang diberikan adalah pencapaian swasembada beras di sektor pangan. “Soal pangan misalnya, itu sudah dikerjakan bahkan sudah dicapai swasembada beras. Kedua misalnya untuk anak-anak yang desil satu, desil dua, anak-anak termiskin, sudah ada Sekolah Rakyat,” katanya.
Menurut Qadari, kebijakan pembangunan kampung nelayan di sejumlah daerah juga termasuk dalam program yang tercatat dalam buku tersebut. “Program ini memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat pedesaan, terutama di sektor maritim,” tambahnya.
Prabowo Dukung Penjelasan Hasil Kerja
Saat ditanya apakah Presiden memberikan arahan khusus mengenai isu yang ingin dipromosikan dalam buku, Yuza menjelaskan bahwa Prabowo hanya meminta jajaran kerjanya lebih aktif menyampaikan keberhasilan pemerintah kepada masyarakat. “Presiden hanya berharap agar pihak-pihak terkait bisa menjelaskan dengan jelas apa yang telah dikerjakan, agar masyarakat tidak hanya mendengar dari media sosial tetapi juga memahami secara menyeluruh,” ujar Yuza.
Buku ini juga menyoroti upaya-upaya pemerintah dalam mengatasi inflasi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat ketahanan pangan. Pemerintah mengklaim telah mengimplementasikan kebijakan yang terbukti efektif dalam menurunkan angka kemiskinan dan memperbaiki infrastruktur daerah. Selain itu, kebijakan dalam sektor kesehatan dan kependudukan juga dibahas secara detail dalam buku ini.
Kebiasaan Masyarakat Mengonsumsi Informasi
Yuza menekankan bahwa masyarakat cenderung mengonsumsi informasi secara singkat melalui media sosial, sehingga tidak menggali lebih dalam tentang kebijakan yang diterapkan. “Pola konsumsi informasi yang saat ini dominan adalah sekilas, tidak jelas bagaimana proses pengambilan keputusan atau dampak dari kebijakan tersebut,” ujarnya.
Menurut Yuza, buku ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman publik mengenai peran Presiden dalam menghadirkan solusi. “Dengan mempublikasikan buku ini, kita bisa memberikan gambaran lebih jelas, sehingga masyarakat tidak hanya merasa bahwa Presiden mempunyai jawaban tetapi juga melihat bagaimana jawaban itu terbentuk,” tambahnya.
Purbaya Ungkap Tantangan dalam Penerbitan Buku
Sementara itu, Purbaya, salah satu pejabat di lingkaran Presiden, menyoroti tantangan dalam menyajikan anggaran pemerintah. “Purbaya mengungkapkan bahwa anggaran untuk dinas luar negeri Prabowo adalah rahasia presiden, sehingga tidak bisa diungkapkan secara lengkap dalam buku ini,” kata sumber.
Ini menunjukkan bahwa meskipun buku ini memberikan gambaran menyeluruh, masih ada aspek-aspek tertentu yang dijaga kerahasiaannya. “Mungkin ada pertimbangan politik atau strategis dalam menyampaikan anggaran tertentu, sehingga buku ini hanya menyajikan bagian yang telah diizinkan oleh pihak Istana,” tambah Purbaya.
Sebagai penutup, buku “Presiden Solusi” ini disebut sebagai langkah strategis untuk menunjukkan komitmen Prabowo dalam memimpin Indonesia. “Dengan merilis buku ini, kita bisa menilai sejauh mana Presiden telah memberikan jawaban atas tantangan yang dihadapi bangsa, serta bagaimana kebijakan tersebut dirancang dan dijalankan,” kata Yuza.




