Bocah 4 Tahun Tewas Terjeblos Lubang Galian di Manggarai – Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Share: X Facebook
10741-galian-jalan-galian-kabel-proyek-galian

Bocah 4 Tahun Meninggal Usai Terjatuh ke Lubang Galian Proyek di Manggarai, Polisi Investigasi Dugaan Kelalaian

Pondokkebaikan.com – Seorang anak laki-laki berusia empat tahun meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang galian proyek yang sedalam empat meter di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Kejadian tragis ini terjadi pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, dan saat ini tengah menjadi perhatian pihak kepolisian yang sedang menyelidiki apakah ada unsur kelalaian yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

Pada hari kejadian, korban ditemukan tergeletak di dalam lubang galian proyek yang berada di dekat area yang sedang dalam tahap pengerjaan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, anak tersebut sebelumnya sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek. Meski upaya penyelamatan dilakukan secara manual, kondisi lubang yang sempit membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit. Petugas kemudian berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Puskesmas setempat, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tebet, untuk mempercepat upaya penyelamatan.

Pelaksanaan Evakuasi dan Penanganan Medis

Korban berhasil ditarik keluar dari lubang galian sekitar pukul 03.55 WIB, setelah tim gabungan meminjam alat berat untuk membantu proses evakuasi. Namun, meski telah diberikan pertolongan medis di RSUD Tebet, nyawa anak tersebut tidak dapat diselamatkan. Polisi menyatakan bahwa penyebab pasti kematian korban masih dalam proses investigasi, karena hal tersebut menjadi kewenangan tim medis. Selain itu, pihak keluarga menolak untuk melakukan autopsi terhadap jenazah anak tersebut.

“Korban diketahui sebelumnya sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek, kemudian terjatuh ke dalam lubang pondasi dengan kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter,” kata Kapolsek Tebet AKP Ischak saat dikonfirmasi pada hari Senin, 29 Juni 2026.

Pelaksanaan evakuasi awalnya mengalami hambatan karena kurangnya akses ke lubang galian yang sempit. Petugas harus berupaya keras untuk menarik korban keluar, termasuk memastikan kondisi aman sebelum memulai operasi penyelamatan. Proses ini memakan waktu cukup lama, dengan koordinasi intensif antara tim medis, dinas penyelamatan, dan petugas proyek.

“Awalnya dilakukan evakuasi secara manual, namun karena kondisi lubang yang sempit proses tersebut tidak memungkinkan sehingga dilakukan koordinasi dengan Damkar, Puskesmas, RSUD Tebet, serta peminjaman alat berat. Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 03.55 WIB dan selanjutnya dibawa ke RSCM untuk penanganan medis,” ujarnya.

Kapolsek Tebet AKP Ischak menjelaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Tim investigasi sedang memeriksa keterangan saksi, mengumpulkan barang bukti, serta melacak keberadaan alat berat dan pengawasan di sekitar lokasi proyek. Selain itu, pihak kepolisian juga menggali informasi tentang kegiatan proyek yang berlangsung pada hari kejadian, termasuk apakah ada pengawasan yang cukup untuk mencegah kejadian serupa.

Detail Lokasi dan Aktivitas Proyek

Lokasi kejadian berada di area yang sedang dalam pengerjaan proyek, sehingga rawan terjadinya kecelakaan. Kedalaman lubang galian mencapai 3,5 hingga 4 meter, dengan lebar yang cukup sempit, memungkinkan korban terjatuh tanpa sadar. AKP Ischak menambahkan bahwa situasi di sekitar lokasi proyek sedang ramai, dengan pekerja dan warga sekitar beraktivitas. Hal ini memperbesar risiko kecelakaan terjadi, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar area tersebut.

Kecelakaan ini juga menjadi sorotan publik, terutama karena lokasi proyek yang berada di kawasan Manggarai yang merupakan area padat penduduk. Beberapa warga menyatakan bahwa mereka mengetahui lubang galian tersebut belum ditutup dengan penutupan yang memadai. Polisi mengecek apakah ada tanda-tanda peringatan yang ditempatkan di sekitar lubang tersebut, namun belum ada temuan pasti.

Seiring berjalannya waktu, polisi juga mengevaluasi kemungkinan adanya kelalaian dalam pengawasan proyek. Anak tersebut mungkin tidak menyadari bahaya lubang galian yang sedang dalam pengerjaan. Dalam penyelidikan, pihak kepolisian akan memeriksa dokumentasi proyek, laporan keamanan, serta kondisi tempat kerja di hari kejadian. Selain itu, mereka juga akan memeriksa apakah ada aturan yang diabaikan oleh pihak proyek.

Keluarga dan Keterlibatan Tim Medis

Dalam upaya mempercepat proses penyelidikan, polisi berharap dapat memperoleh informasi lebih lanjut dari tim medis yang menangani korban. Namun, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, sehingga penyebab kematian korban masih menjadi misteri. Ischak menyampaikan bahwa kepolisian akan melanjutkan investigasi hingga semua fakta terungkap, meskipun keterangan dari tim medis menjadi batu loncatan penting.

Kecelakaan ini juga dianggap sebagai bagian dari serangkaian insiden serupa yang terjadi di kawasan Manggarai dan Tebet. Sebelumnya, terjadi kejadian mati listrik massal di Jakarta yang menjangkau area Manggarai hingga Tebet. Meski mati listrik dianggap sebagai peristiwa terpisah, namun masyarakat menghubungkan kejadian tersebut dengan keterlibatan proyek-proyek besar yang berdampak pada lingkungan sekitar.

Sebagai bagian dari penyelidikan, polisi juga memeriksa apakah ada hubungan antara kecelakaan anak tersebut dengan aktivitas proyek lain di wilayah tersebut. Pihak kepolisian akan mengecek apakah ada tindakan pencegahan yang tidak terlaksana, seperti penggunaan pagar pembatas atau pencahayaan yang memadai. Hal ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan untuk menentukan apakah pihak proyek bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.

Sementara itu, masyarakat sekitar mengungkapkan kekecewaan atas kejadian ini. Beberapa warga mengatakan bahwa lubang galian yang terbuka sudah lama dibiarkan tanpa pengawasan, sehingga memungkinkan anak-anak bermain di sekitarnya. Polisi berharap informasi dari warga dan pekerja proyek dapat membantu mengungkap semua aspek dari kecelakaan yang menyebabkan kematian korban. Dengan demikian, investigasi akan terus berlangsung hingga semua fakta terungkap secara jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *