Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

83335-anggota-komisi-ix-dpr-ri-yahya-zaini

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah dalam Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon

Pondokkebaikan.com – Pengawasan BPOM Dinilai Lemah Kasus ikan asin yang diduga disemprot cairan pembasmi serangga merek Baygon memicu reaksi keras dari DPR. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) segera turun langsung untuk memeriksa peristiwa yang meresahkan masyarakat tersebut.

Kasus ini mencuat setelah video di media sosial memperlihatkan seorang penjual diduga menyemprotkan cairan pembasmi serangga ke ikan asin yang sedang dijemur. Tindakan itu diduga dilakukan untuk mengusir lalat dan mencegah munculnya belatung pada ikan asin.

Menurut Yahya, pemeriksaan lapangan harus menjadi langkah awal agar fakta dalam video tersebut dapat diverifikasi secara menyeluruh. Ia menilai keamanan pangan tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

"Pertama, saya minta BPOM turun ke lapangan mengecek langsung kasus tersebut," ujar Yahya kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).

DPR Soroti Lemahnya Pengawasan Pangan

Pengawasan BPOM dinilai lemah kasus dugaan penggunaan zat berbahaya pada ikan asin ini menjadi perhatian DPR. Yahya mengatakan, munculnya peristiwa tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi lembaga yang bertugas mengawasi obat dan makanan yang beredar di masyarakat.

"Kedua, adanya kasus tersebut menunjukkan masih lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh BPOM. Padahal tugas pengawasan obat dan makanan menjadi tanggung jawab BPOM," tegasnya.

Ia juga meminta adanya penelusuran hukum yang tegas apabila penyemprotan cairan pembasmi serangga itu terbukti dilakukan dengan sengaja. Penindakan diperlukan untuk memberi efek jera sekaligus melindungi konsumen dari pangan yang diduga mengandung zat berbahaya.

"Ketiga, usut tuntas kasus tersebut secara hukum, bilamana ada unsur kesengajaan pelakunya bisa dikenakan sanksi hukum," lanjut Yahya.

Selain meminta tindakan terhadap pelaku, Yahya mengingatkan masyarakat agar lebih cermat ketika membeli makanan dan minuman. Konsumen perlu mewaspadai produk pangan yang memiliki kondisi, warna, aroma, atau proses pengolahan yang patut dicurigai.

"Keempat, meminta masyarakat mewaspadai makan makanan dan minuman yang diduga mengandung zat berbahaya," tuturnya.

BPOM Diminta Perkuat Edukasi dan Pengawasan Pasar

Dalam kasus ikan asin ini, pengawasan BPOM dinilai lemah kasus tersebut tidak hanya membutuhkan respons penegakan hukum, tetapi juga upaya pencegahan yang konsisten. Yahya meminta BPOM terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pangan dan minuman yang aman untuk dikonsumsi.

"Kelima, saya minta BPOM terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pangan dan minuman aman," tambah Yahya.

Edukasi keamanan pangan dinilai penting agar masyarakat dapat mengenali risiko penggunaan bahan yang tidak semestinya dalam proses produksi maupun penjualan makanan. Pelaku usaha pangan juga perlu memahami bahwa menjaga kebersihan dan mutu produk merupakan kewajiban, bukan sekadar pilihan.

Yahya turut mendorong kerja sama yang lebih intensif antara BPOM dan Polri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemeriksaan di lapangan, terutama di pasar-pasar tempat masyarakat membeli kebutuhan pangan sehari-hari.

"Keenam, untuk meningkatkan pengawasan saya minta BPOM bekerjasama dengan Polri supaya masyarakat tidak dirugikan. Jalin kolaborasi dan intensifkan dan perketat pengawasan di lapangan. BPOM bersama Polri setiap minggu harus turun ke pasar-pasar untuk memastikan makanan dan minuman yang beredar di pasar dijamin aman," pungkasnya.

FAQ Keamanan Pangan Ikan Asin

Apa yang perlu dilakukan masyarakat saat menemukan pangan yang diduga berbahaya?

Masyarakat sebaiknya tidak mengonsumsi produk tersebut dan menyimpan informasi yang dapat membantu pemeriksaan, seperti lokasi pembelian atau dokumentasi yang tersedia. Temuan tersebut dapat dilaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.

Mengapa pengawasan pangan di pasar penting?

Pengawasan pasar membantu memastikan makanan dan minuman yang beredar memenuhi standar keamanan. Pemeriksaan rutin juga dapat mencegah konsumen dirugikan oleh produk yang diduga diolah dengan bahan berbahaya.

Bagaimana konsumen memilih ikan asin dengan lebih hati-hati?

Konsumen dapat memperhatikan kondisi produk, kebersihan tempat penjualan, serta memilih ikan asin dari penjual yang menjaga proses penyimpanan dan penanganan pangan dengan baik. Jika terdapat hal yang mencurigakan, masyarakat sebaiknya tidak membeli atau mengonsumsi produk tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *