Key Strategy: Meta ajak ortu pahami pengasuhan digital di “Smart Digital Parenting”

Meta Ajak Orang Tua Pahami Pengasuhan Digital di “Smart Digital Parenting”

Key Strategy – Jakarta, Indonesia – Platform digital Meta kembali mengambil peran aktif dalam meningkatkan kesadaran orang tua terkait pengasuhan digital. Melalui program bernama Smart Digital Parenting, Meta berupaya memberikan literasi digital kepada ratusan orang tua di seluruh Indonesia, dengan tujuan membekali mereka agar dapat mendampingi anak-anak secara lebih efektif di dunia maya. Program ini diadakan dalam kerja sama dengan organisasi masyarakat ECPAT Indonesia, yang menjadi mitra strategis Meta dalam upaya memastikan lingkungan digital yang aman dan sehat bagi generasi muda.

Inisiatif Kolaboratif dengan ECPAT Indonesia

Smart Digital Parenting hadir sebagai bagian dari komitmen Meta untuk melindungi anak-anak Indonesia dari risiko negatif yang mungkin terjadi di ruang digital. Dalam pidatonya di Jakarta, Jumat, Bernie Moestafa, Kepala Kebijakan Publik Meta di Indonesia, menyatakan bahwa program ini merupakan lanjutan dari kemitraan dengan ECPAT Indonesia, yang telah dijalankan sebelumnya. “Melalui rangkaian pelatihan ini, kami ingin membantu orang tua memahami bagaimana mengatur waktu anak-anak di media sosial, mengenali berbagai jenis konten digital, serta memastikan penggunaan teknologi yang bermanfaat bagi pertumbuhan anak,” jelasnya.

Meta menyadari bahwa ancaman di dunia maya semakin kompleks, baik dari sisi teknologi maupun perilaku pengguna. Dengan adanya Smart Digital Parenting, harapan utama adalah membentuk kebiasaan digital yang positif, terutama dalam hal meminimalisir paparan informasi tidak bermasalah dan memfasilitasi interaksi produktif antara orang tua dan anak. Program ini tidak hanya memberikan wawasan teoretis, tetapi juga menyediakan alat praktis yang bisa digunakan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ada panduan penggunaan fitur-fitur di aplikasi Meta, seperti pengaturan batasan usia, kontrol konten, dan pengawasan aktivitas anak.

Lihat Juga :   Official Announcement: Kemkomdigi koordinasi dengan Polri tangani kasus judol Hayam Wuruk

Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah

Meta tidak hanya bekerja sama dengan ECPAT Indonesia, tetapi juga memperluas ruang kolaborasi ke berbagai pihak lain. Dalam peluncuran program ini, perusahaan digital terbesar di dunia tersebut menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah di empat kota, yaitu Denpasar, Yogyakarta, Batam, dan Kupang. Program ini akan dijalankan dalam periode Juni hingga Oktober 2026, dengan tujuan menyasar ribuan orang tua di seluruh Indonesia. “Kami percaya bahwa pendekatan bersama antara platform digital, organisasi masyarakat, dan pemerintah adalah kunci untuk menciptakan ruang digital yang lebih terjangkau dan berkelanjutan,” tambah Moestafa.

Salah satu keunikan program ini adalah penggunaan pendekatan praktis. Selain pelatihan langsung, Meta juga menyediakan materi digital yang bisa diakses secara mudah oleh orang tua. Materi ini dirancang untuk memudahkan orang tua memahami cara mengelola penggunaan media sosial oleh anak-anaknya, termasuk teknik memantau konten yang dilihat dan mengoptimalkan manfaat teknologi dalam pendidikan. “Ini adalah langkah konkret untuk mendorong literasi digital yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada bagaimana orang tua bisa menjadi pemandu yang lebih baik di dunia maya,” jelas Moestafa.

Pembentukan Komunitas Parent Champions

Untuk memperkuat dampak program Smart Digital Parenting, Meta juga mengadakan pembentukan komunitas Parent Champions, yang akan menjadi penggerak utama dalam menyebarkan kesadaran digital di kalangan masyarakat. Komunitas ini akan didampingi oleh ECPAT Indonesia, dengan tujuan memastikan keberlanjutan pelatihan dan pengawasan digital. Anggota Parent Champions akan diharapkan menjadi contoh nyata dalam mengaplikasikan ilmu yang mereka terima ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan sosial.

Program ini juga bertujuan menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya pengasuhan digital. Dengan membangun komunitas yang kuat, Meta berharap dapat memperluas lingkup pengaruhnya, sehingga lebih banyak orang tua terlibat dalam memastikan anak-anaknya tumbuh di lingkungan digital yang aman. “Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, terutama orang tua yang menjadi pengambil keputusan dalam kehidupan anaknya,” kata Moestafa.

Lihat Juga :   Latest Program: Penjualan PS5 anjlok usai harga naik, Sony konfirmasi pengembangan PS6

Dukungan Pemerintah dalam Membangun Literasi Digital

Peran pemerintah daerah sangat vital dalam menjalankan program Smart Digital Parenting. Dalam upaya menyukseskan inisiatif ini, Meta bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta pihak-pihak lain untuk mengintegrasikan pelatihan digital parenting ke dalam agenda pendidikan keluarga. “Kolaborasi ini akan memastikan bahwa program ini tidak hanya terbatas pada lingkup tertentu, tetapi juga mencapai lebih banyak orang tua di berbagai lapisan masyarakat,” ujar Moestafa.

Program Smart Digital Parenting diharapkan menjadi wujud dari peran yang lebih luas Meta dalam menjaga kesehatan digital anak-anak Indonesia. Melalui pelatihan yang berkelanjutan dan komunitas yang terbentuk, Meta berupaya menciptakan kesadaran bersama mengenai pentingnya pendampingan orang tua di dunia maya. “Ini adalah langkah yang penting untuk menjamin bahwa setiap anak memiliki akses ke ruang digital yang tepat, sehat, dan aman,” tambah Moestafa.

Apresiasi dari Pemerintah dan Masa Depan Digital Literasi

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Alexander Sabar, menyambut baik adanya program Smart Digital Parenting. Menurutnya, inisiatif ini menunjukkan komitmen Meta sebagai platform digital dalam menjaga kepentingan anak-anak Indonesia. “Program seperti ini sangat penting karena literasi digital saat ini tidak hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa membentuk ruang digital yang aman dan sehat bagi generasi penerus bangsa,” kata Sabar.

Dalam pandatannya, Sabar menekankan bahwa keberhasilan digital literacy tidak bisa tercapai hanya dengan kebijakan teknis, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat. “Dengan adanya kegiatan seperti Smart Digital Parenting, saya yakin banyak orang tua akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia maya,” ujarnya. Ia juga berharap program ini bisa menjadi contoh bagi platform digital lainnya dalam membangun kesadaran kolektif terkait penggunaan teknologi oleh anak-anak.

Lihat Juga :   Historic Moment: Ugreen rilis monitor portabel tipis untuk gaming dan produktivitas

Komitmen Meta terhadap keberlanjutan program ini terlihat dari penerapan mekanisme yang sistematis. Selain pelatihan dan komunitas, Meta juga menyediakan bahan ajar berbasis digital yang bisa diakses oleh orang tua. Bahan ini dirancang agar lebih fleksibel, terutama untuk masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau akses ke tempat pelatihan langsung. “Kami ingin memastikan bahwa setiap orang tua, tanpa memandang latar belakangnya, memiliki peluang untuk belajar dan menerapkan pengasuhan digital secara optimal,” tambah Moestafa.

Smart Digital Parenting bukan hanya menghadirkan pengetahuan, tetapi juga menciptakan komunitas yang saling mendukung. Dengan adanya Parent Champions, Meta berharap mampu membangun ekosistem digital yang lebih sehat, di mana orang tua dan anak saling melengkapi dalam memahami risiko dan manfaat teknologi. “Ini adalah peluang untuk membangun keseimbangan antara kebebasan digital dan perlindungan,” kata Moestafa, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang tangguh di era digital.

“Inisiatif seperti ini sangat penting karena literasi digital saat ini bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana kita bisa membangun ruang digital yang aman dan sehat khususnya bagi anak-anak kita,” kata Alexander Sabar.

Dengan berbagai langkah yang diambil, Meta dan mitra-mitranya berharap dapat meningkatkan kualitas pendampingan orang tua di dunia maya. Harapan utamanya adalah bahwa setiap anak memiliki akses ke konten digital yang bermanfaat, sambil tetap terjaga dari dampak negatif. “Kami