PWNU DKI gandeng Dharma Jaya sembelih kurban agar modern dan higienis

PWNU DKI Jakarta Bermitra dengan Dharma Jaya untuk Penyembelihan Kurban yang Lebih Modern dan Higienis

PWNU DKI gandeng Dharma Jaya sembelih – Kota Jakarta menjadi salah satu tempat yang mengeksplorasi inovasi dalam tradisi penyembelihan hewan kurban. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, melakukan kerja sama dengan Perumda Dharma Jaya untuk memproses 13 ekor hewan kurban secara lebih modern dan higienis. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya memperbaiki proses pengolahan daging kurban, yang sebelumnya dilakukan secara tradisional di sekitar masjid atau permukiman warga.

Penggunaan Teknologi Sembelihan Modern

Keputusan untuk bekerja sama dengan Perumda Dharma Jaya dianggap sebagai terobosan baru, terutama dalam mengurangi risiko kontaminasi di tempat penyembelihan. Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma’arif, mengatakan bahwa sistem ini lebih praktis dan efisien dibandingkan metode lama. “Alhamdulillah, tahun ini kami bisa bermitra dengan Dharma Jaya karena prosesnya lebih terstruktur dan aman,” ujar Samsul saat berada di lokasi penggilingan di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Kamis lalu.

“Sistem rumah potong modern milik Dharma Jaya jauh lebih baik karena sudah memenuhi standar ASUH, yaitu aman, sehat, utuh, dan halal,” tambah Samsul.

Kerja sama ini dianggap sebagai percobaan pertama bagi PWNU DKI Jakarta dalam menerapkan metode penyembelihan yang lebih kontemporer. Selama ini, proses pengolahan hewan kurban dilakukan secara manual, dengan tenaga penyembelih yang berada di lingkungan masjid atau desa-desa. Kali ini, mereka mempercayakan seluruh langkah, mulai dari penyembelihan hingga distribusi daging, kepada perusahaan yang memiliki fasilitas dan sertifikasi khusus.

Lihat Juga :   Latest Program: Pemkot Jaktim perkuat pengelolaan sampah lewat "Bank Sampah Ceria"

Standar Kesehatan dan Kebersihan yang Lebih Tinggi

Samsul menjelaskan bahwa keunggulan dari sistem Dharma Jaya terletak pada sanitasi dan kebersihan yang terjaga. “Kita tidak hanya menjaga kesehatan hewan, tetapi juga proses penyembelihan yang lebih cepat dan terkontrol,” katanya. Keberadaan tenaga penyembelih yang telah bersertifikasi halal menjadi faktor penting dalam memastikan kualitas daging yang dihasilkan. Samsul menilai hal ini membantu menjaga standar pangan di Jakarta, terutama dalam menghadapi tantangan sanitasi yang semakin kompleks.

Sistem pengolahan modern di Perumda Dharma Jaya tidak hanya mengutamakan kebersihan lingkungan, tetapi juga meminimalkan risiko kontaminasi fisik dan biologis. Hal ini menjawab kebutuhan masyarakat akan daging kurban yang lebih aman dikonsumsi. Samsul berharap, kerja sama serupa dapat dilakukan di seluruh wilayah Jakarta, agar tradisi tahunan ini tetap mempertahankan nilai-nilai keagamaan sekaligus memenuhi standar modern.

Persiapan dan Proses Penyembelihan

Perumda Dharma Jaya, sebagai mitra PWNU DKI Jakarta, berkomitmen untuk memastikan proses penyembelihan sesuai syariat Islam. Direktur Utama Perusahaan tersebut, Raditya Endra Budiman, menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh PWNU. “Ini menjadi kebanggaan bagi Dharma Jaya karena bisa dipercaya mengolah hewan kurban secara profesional,” ujarnya.

“Tentu, kami memiliki standar yang diterima oleh masyarakat dan dinas kesehatan. Proses pemotongan dilakukan secara teratur dan diawasi oleh tenaga yang terlatih,” tambah Raditya.

Raditya menegaskan bahwa semua tahapan, mulai dari pemotongan hewan hingga pengemasan dan distribusi, telah diatur secara sistematis. “Dengan adanya pengawasan ketat, kami yakin hasilnya memenuhi syarat halal dan higienis,” kata direktur tersebut. Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi lembaga-lembaga lain dalam memperkuat kualitas kurban di tengah perkembangan industri pangan modern.

Lihat Juga :   Pengamat usul Kemendikdasmen buat kurikulum keselamatan transportasi

Manfaat bagi Masyarakat dan Pengelolaan Daging Kurban

Kerja sama antara PWNU DKI Jakarta dan Perumda Dharma Jaya tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberi keuntungan bagi masyarakat. Daging kurban yang dihasilkan telah dikemas secara rapi sebelum didistribusikan melalui jaringan NU. “Semua sudah siap, tinggal kita kirim ke masyarakat melalui jaringan yang telah terbentuk,” ujar Samsul. Proses ini mempercepat penyebaran daging kurban, terutama di daerah-daerah yang terpencil.

Samsul menambahkan bahwa sistem ini juga membantu mengurangi pemborosan dan memastikan distribusi yang lebih merata. “Dengan kerja sama ini, kami bisa memberikan layanan yang lebih baik, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat,” katanya. Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi dan sertifikasi dalam proses penyembelihan adalah langkah penting untuk menjaga kualitas produk hingga sampai ke tangan konsumen.

Harapan untuk Perluasan Fasilitas

Dharma Jaya, sebagai penyedia fasilitas pengolahan daging, berharap kerja sama dengan PWNU DKI Jakarta bisa menjadi awal dari pengembangan sistem serupa di seluruh kota. “Kami ingin menjadikan ini sebagai model untuk wilayah lain, agar lebih banyak masyarakat bisa menikmati kurban yang berkualitas,” kata Raditya. Ia menuturkan bahwa perusahaan terus berupaya meningkatkan infrastruktur dan kapasitas untuk menampung kebutuhan kurban di masa depan.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa tradisi dapat beradaptasi dengan perubahan zaman. Dengan teknologi dan standar modern, proses penyembelihan hewan kurban tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih terjamin dari segi kesehatan. PWNU DKI Jakarta dan Dharma Jaya menegaskan komitmen untuk menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang lebih tinggi. Mereka berharap inisiatif ini bisa menjadi referensi bagi institusi lain dalam menyembelih kurban secara lebih profesional dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam serta standar pangan yang ketat.

Lihat Juga :   Special Plan: Peneliti nilai kontraksi listrik tak ganggu manufaktur

Dengan memadukan tradisi dan inovasi, PWNU DKI Jakarta berusaha menjawab tantangan terkait ketersediaan daging kurban yang berkualitas. Samsul Ma’arif menutup wawancara dengan harapan, proses ini bisa terus berkembang dan diadopsi lebih luas, sebagai bagian dari transformasi di bidang pangan di Jakarta.