Key Discussion: PT Len Industri tetapkan perubahan susunan direksi dan dewan komisaris

PT Len Industri tetapkan perubahan susunan direksi dan dewan komisaris

Key Discussion – Jakarta, Kamis – Perusahaan yang bergerak di bidang industri pertahanan, PT Len Industri (Persero), melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) resmi menetapkan perubahan struktur direksi dan dewan komisaris. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan industri, tantangan bisnis, serta kebutuhan pengawasan dan manajemen korporasi yang lebih baik. Direktur Utama perusahaan, Joga Dharma Setiawan, dalam keterangan resmi mengatakan bahwa keputusan tersebut akan menjadi dasar untuk memperkuat inovasi teknologi, kualitas tata kelola perusahaan, dan ekspansi kerja sama strategis. “PT Len Industri (Persero) berkomitmen pada transformasi yang berkelanjutan guna mendukung kemandirian industri pertahanan nasional,” tegas Joga.

“Perubahan susunan direksi dan dewan komisaris adalah langkah strategis untuk menjaga relevansi perusahaan dalam dinamika pasar yang terus berubah. Kami percaya bahwa struktur baru ini akan menjadi penopang penting dalam mewujudkan visi industri pertahanan Indonesia yang mandiri dan kompetitif di tingkat global,” kata Joga.

Menurut Joga, pihaknya juga menegaskan bahwa perubahan ini bertujuan memperbaiki efisiensi operasional, memperkuat sinergi internal, serta menciptakan keseimbangan dalam pengambilan keputusan. Dalam konteks industri pertahanan, adaptasi terhadap teknologi dan metodologi bisnis yang inovatif menjadi kunci utama. “Kami memandang penting untuk memiliki tim yang mampu merespons dinamika pasar dengan cepat dan efektif,” tambahnya.

Dewan Komisaris PT Len Industri (Persero) menyoroti kontribusi para anggota yang telah lama berkiprah di perusahaan. Mereka mengapresiasi Irwan Ibrahim, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bisnis dan Kerjasama, serta Arkamelvi Karmani, mantan Komisaris Independen, atas dedikasinya dalam menjaga konsistensi dan kinerja perusahaan. “Kerja keras mereka menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan dan penguatan struktur organisasi,” ujar Dewan Komisaris dalam pernyataannya.

Lihat Juga :   Solving Problems: Pemkab Majalengka salurkan 69 alsintan untuk bantu percepatan tanam

Perubahan susunan direksi mencakup beberapa posisi kunci. Direktur Utama tetap dipegang oleh Joga Dharma Setiawan. Posisi Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko akan diisi oleh Amalia Maya Fitri, sementara Direktur Bisnis dan Kerjasama diambil alih oleh Dwi Sulistiani. Untuk Direktur Keuangan, Manajemen Portofolio, dan SDM, Yessy Kurnia ditunjuk sebagai pengganti. Selain itu, Iqbal Fikri akan menangani Direktur Operasi. Keputusan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang lebih baik antar divisi, terutama dalam mencapai target strategis perusahaan.

Dewan Komisaris juga mengalami perubahan. Tri Budi Utomo tetap menjadi Komisaris Utama. Dua posisi Komisaris Independen diisi oleh Bonar H. Hutagaol dan Eddy Syahputra Siahaan. Eben Eser Nainggolan menjadi anggota dewan komisaris sebagai Komisaris, sementara Agus HS Reksoprodjo mengambil alih peran Komisaris Independen lainnya. Keberagaman latar belakang dan kompetensi anggota dewan komisaris diharapkan memberikan perspektif yang lebih luas dalam pengambilan keputusan.

Dalam kesempatan yang sama, Joga Dharma Setiawan menekankan bahwa kehadiran anggota baru akan memperkuat komitmen perusahaan dalam melanjutkan transformasi yang telah dimulai. Ia menyebutkan bahwa fokus utama ke depan adalah pada pengembangan inovasi teknologi, optimisasi proses bisnis, serta penguatan hubungan dengan para pemangku kepentingan. “Kami juga akan mengutamakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab sosial, yang merupakan prioritas utama bagi industri pertahanan,” tambahnya.

Perusahaan sebagai Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, yang merupakan gabungan dari beberapa unit usaha dalam bidang pertahanan, menyoroti pentingnya kolaborasi strategis dalam mencapai tujuan nasional. Dengan struktur organisasi yang lebih adaptif, PT Len Industri (Persero) diperkirakan mampu menyesuaikan diri dengan permintaan pasar yang semakin dinamis. “Kami juga berharap melalui keputusan ini, seluruh stakeholder dapat merasakan manfaat dari sinergi yang lebih baik,” ujar Joga.

Lihat Juga :   BSI: Transaksi kurban via BYOND capai Rp2,5 miliar pada tahun ini

Sebagai bentuk apresiasi, dewan komisaris mengucapkan terima kasih kepada Irwan Ibrahim dan Arkamelvi Karmani atas kontribusi mereka. Irwan, yang sebelumnya menangani aspek bisnis dan kerjasama, dianggap telah memberikan dampak signifikan dalam memperkuat posisi perusahaan di pasar ekspor. Sementara Arkamelvi, sebagai Komisaris Independen, memberikan dorongan dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas tata kelola perusahaan. Dedikasi mereka dinilai sebagai bagian integral dari perjalanan PT Len Industri (Persero) hingga saat ini.

Struktur Direksi Baru

Direksi PT Len Industri (Persero) kini terdiri dari lima anggota. Joga Dharma Setiawan tetap menjabat sebagai Direktur Utama. Amalia Maya Fitri menjadi Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko, Dwi Sulistiani mengambil alih Direktur Bisnis dan Kerjasama, Yessy Kurnia ditempatkan sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Portofolio, dan SDM, serta Iqbal Fikri diangkat sebagai Direktur Operasi. Struktur ini dirancang untuk memperkuat koordinasi antar fungsi operasional, terutama dalam menghadapi tantangan eksternal yang semakin kompleks.

Struktur Dewan Komisaris Baru

Dewan Komisaris PT Len Industri (Persero) terdiri dari lima anggota. Tri Budi Utomo tetap menjadi Komisaris Utama. Dua Komisaris Independen baru, Bonar H. Hutagaol dan Eddy Syahputra Siahaan, akan memberikan perspektif yang berbeda dalam pengawasan. Eben Eser Nainggolan ditempatkan sebagai Komisaris, sementara Agus HS Reksoprodjo mengambil alih peran Komisaris Independen yang sebelumnya dipegang oleh Arkamelvi Karmani. Keberagaman ini diharapkan memperkaya dinamika pengambilan keputusan.

Dengan struktur baru ini, PT Len Industri (Persero) dinyatakan siap menghadapi dinamika industri yang cepat berubah. Perubahan ini juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan, terutama dalam menghadapi persaingan global. “Kami yakin bahwa dengan komposisi yang lebih seimbang, perusahaan dapat mempercepat pencapaian visi 2030 yang telah ditetapkan,” tutur Joga. Pemegang saham mengharapkan jajaran direksi dan dewan komisaris baru dapat memperkuat keberlanjutan bisnis, serta meningkatkan daya saing industri pertahanan nasional di tingkat internasional.

Lihat Juga :   What Happened: Harga emas Antam kembali melonjak pada Rabu