PPIH Medan minta petugas haji utamakan pelayanan ibadah di Tanah suci

PPIH Medan Mintai Petugas Haji Utamakan Pelayanan Ibadah di Tanah Suci

PPIH Medan minta petugas haji utamakan – Medan menjadi salah satu pusat pengelolaan ibadah haji di Indonesia, dengan peran penting dalam memastikan kelancaran perjalanan jamaah ke Tanah Suci. Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Sumatera Utara (Sumut), mengeluarkan pesan khusus kepada seluruh staf haji. Ketua PPIH Medan, Zulkifli Sitorus, dalam pembekalan dan pemantapan kepada para petugas di Asrama Haji Medan, Jumat, menekankan bahwa fokus utama harus diberikan pada kebutuhan ibadah jamaah. “Petugas haji harus memprioritaskan pelayanan ibadah di Tanah Suci sebagai bentuk amal jariah,” jelas Zulkifli, yang juga menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumut.

“Petugas haji harus memprioritaskan pelayanan ibadah di Tanah Suci sebagai bentuk amal jariah,” ujar Zulkifli Sitorus saat memberikan pembekalan dan pemantapan kepada petugas haji di Asrama Haji Medan, Jumat.

Zulkifli menyatakan bahwa tidak hanya PPIH Arab Saudi yang bertugas, tetapi juga Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) harus berperan aktif dalam menjaga kualitas layanan. Selain itu, ia menyoroti keterlibatan tenaga paramedis dari kelompok terbang (kloter), ketua rombongan (Karom), ketua regu (Karu), serta petugas haji daerah (PHD) yang berasal dari Sumatera Utara. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji bergantung pada keselarasan tugas dan tanggung jawab yang diemban seluruh elemen tim.

Data yang disampaikan oleh PPIH Embarkasi Medan menunjukkan bahwa jumlah calon jamaah haji yang diberangkatkan mencapai 5.990 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 68 petugas haji kloter asal Sumut yang akan bertugas di Tanah Suci pada periode 22 April hingga 11 Mei 2026. Zulkifli menegaskan bahwa Karom memiliki peran vital dalam mengawasi seluruh kegiatan dan memberikan arahan kepada jamaah. “Ketua rombongan akan bertanggung jawab mendampingi serta mengoordinasikan jamaah calon haji selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah,” tambahnya.

Lihat Juga :   Yang Dibahas: Menteri PPPA tekankan pentingnya peran perempuan cetak generasi unggul

Dalam wawancara dengan Antaranews, Zulkifli mengungkapkan bahwa semua petugas haji memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan jamaah merasa nyaman dan terlayani secara optimal. Ia menyoroti tiga aspek utama: ibadah, kesehatan, dan pendampingan selama musim haji berlangsung. “Petugas haji harus mampu menjaga konsistensi dalam memberikan layanan yang baik, terutama kepada jamaah yang berisiko tinggi terhadap kesehatan, seperti lansia,” katanya.

“Ketua rombongan yang akan bertanggung jawab mendampingi dan mengoordinasikan jamaah calon haji selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah,” kata Zulkifli.

Menurut Zulkifli, koordinasi antar-personel menjadi kunci utama dalam meminimalkan hambatan selama ibadah haji. Ia menekankan bahwa Karom dan Karu, sebagai garda depan, harus memiliki kompetensi dan kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan. “Bapak dan ibu yang menjadi karom dan karu adalah orang-orang pilihan yang diberi amanah melayani tamu Allah. Jalankan tugas ini dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Para petugas haji daerah (PHD) juga diharapkan berperan aktif dalam memberikan dukungan tambahan kepada jamaah. Zulkifli menyatakan bahwa setiap individu dalam tim memiliki kontribusi signifikan, terutama dalam memastikan proses ibadah tidak terganggu oleh kendala logistik atau lingkungan. “Seluruh staf haji harus bekerja sama secara terpadu untuk menciptakan suasana yang nyaman, aman, dan kondusif bagi jamaah,” tambahnya.

“Baik dari aspek ibadah, kesehatan maupun pendampingan selama operasional musim haji tahun ini berlangsung,” kata dia.

Zulkifli menambahkan bahwa keberhasilan tugas petugas haji tidak hanya diukur dari kepatuhan menjalankan ibadah, tetapi juga dari kemampuan mereka menyampaikan makna spiritual kepada jamaah. “Layanan yang diberikan kepada jamaah calon haji tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan,” papar Zulkifli. Ia berharap semua pihak bisa menjalankan tugasnya dengan penuh pengorbanan, karena pelayanan haji adalah bentuk keiklasan yang mendatangkan pahala.

Lihat Juga :   New Policy: KSP BUMN tak gelar aksi massa untuk peringati Hari Buruh Internasional

Di sisi lain, Zulkifli juga memperkenalkan pentingnya kesiapan mental dan fisik para petugas haji sebelum diberangkatkan. Dengan kondisi cuaca yang terkadang ekstrem dan jadwal ibadah yang padat, petugas harus memiliki kesabaran serta kepercayaan diri untuk menghadapi berbagai situasi. Ia mengingatkan bahwa kekompakan antar-staf menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan tugas, terutama dalam menjaga keharmonisan antara jamaah dan tim penyelenggara.

Selama penyelenggaraan ibadah haji, tim paramedis dan staf kesehatan diberikan tugas khusus untuk memastikan kesehatan jamaah tetap terjaga. PPIH Medan menegaskan bahwa kesehatan menjadi prioritas utama, terutama bagi lansia yang rentan terhadap gangguan fisik selama perjalanan. Zulkifli menuturkan, dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, petugas dapat memberikan layanan terbaik kepada jamaah. “Semoga layanan yang kita berikan kepada jamaah calon haji menjadi nilai ibadah bagi kita semua,” tutur Zulkifli.