Solution For: Musisi hiphop Basboi bercerita debut akting di “Nobody Loves Kay”

Musisi Hiphop Basboi Bercerita Debut Akting di “Nobody Loves Kay”

Solution For – Jakarta – Di tengah kesibukannya sebagai musisi RnB bermusik Medan, Baskara Rizqullah, yang dikenal sebagai Basboi, membagikan cerita tentang langkah pertamanya memasuki dunia seni peran melalui film layar lebar “Nobody Loves Kay”. Saat peluncuran poster dan cuplikan film yang digelar di Jakarta pada Senin (11/5), Basboi mengungkapkan perasaannya yang terkadang sulit dijelaskan. “Feelingnya seperti, ‘Eh, apa iya aku harus main film?’,” ujarnya. Ia menyebut ini sebagai ekspresi paling sederhana untuk menggambarkan kejutan yang dialaminya.

Menyambut Tantangan Baru di Dunia Film

Sebagai seorang musisi yang lebih akrab dengan panggung dan studio rekaman, Basboi mengakui bahwa bermain film adalah pengalaman yang berbeda. Meskipun tidak pernah terlibat dalam produksi film sebelumnya, ia berusaha memberikan yang terbaik dari kemampuan dirinya sendiri. “Kita nyemplung aja lah, cobain (berusaha) yang terbaik,” kata Basboi. Ia menganggap ini sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi sisi lain dirinya, tidak hanya sebagai musisi tetapi juga sebagai aktor yang mampu menunjukkan kemampuan ekspresi yang lebih luas.

“Rasanya kayak, ‘eh demi apa gue main film?’ gitu sih. Itu ekspresi paling ringan untuk mengungkapkannya,” ujar Basboi.

Dalam proses pembuatan film ini, Basboi memperhatikan perbedaan signifikan antara tampil sebagai musisi dan berakting dalam sebuah peran. “Kali ini Basboi hadir di set justru jangan jadi Basboi, tapi jadi Tomo,” tambahnya. Tomo adalah karakter yang diperankannya, seorang remaja yang tumbuh di lingkungan dengan pola asuh yang kurang ideal. Hal ini membuatnya sering kali melanggar aturan tanpa merasa khawatir akan konsekuensinya.

Lihat Juga :   Solution For: Parkway Drive tutup Hammersonic Festival 2026 di hari pertama

Karakter Tomo: Sisi Gelap dari Kebebasan

Basboi menjelaskan bahwa ia memanfaatkan setiap kesempatan untuk memahami karakter Tomo secara lebih dalam. “Beneran gue menjadikan momen ini sebagai spons lah, semuanya gue serap,” ujarnya. Proses ini tidak hanya membantunya merasakan emosi Tomo, tetapi juga memberinya wawasan tentang sisi gelap yang mungkin tidak terlihat dari permukaan.

“Beneran gue menjadikan momen ini sebagai spons lah, semuanya gue serap,” ucap Basboi.

Dalam film ini, Basboi juga merasakan bagaimana pengalaman sebagai perundung bisa berubah menjadi cerminan sisi negatif dari orang yang menjadi korban. “Berperan sebagai Tomo memperlihatkan bagaimana seseorang yang terlihat bebas bisa jadi penuh konflik,” katanya. Ini menjadi refleksi dari kehidupan nyata yang ia alami sejak kecil, ketika tumbuh di daerah yang jauh dari gemerlap kota besar.

Perjalanan dari Medan ke Dunia Film

Basboi bercerita bahwa perjalanan menuju dunia film tidak terlepas dari pengalaman hidupnya. Saat ia bercita-cita menjadi bintang musik, orang-orang di sekitarnya seringkali menilai dengan pandangan yang miring. “Dulu, memang gue sering jadi target cemooh karena terlihat masih awam di bidang ini,” ujarnya. Namun, keinginan untuk terus berkembang membuatnya tak menyerah.

“Walaupun sulit, walaupun dengan keterbatasan, memang aku dan Kay mungkin sama yakinnya gitu, kalau kami bakal jadi superstar,” kata Basboi.

Dalam membangun karakter Tomo, Basboi mencoba menggabungkan pengalaman pribadinya dengan visi yang diwujudkan oleh sutradara Bernardus Raka. Ia menjelaskan bahwa karakter tersebut tidak hanya tentang kebebasan, tetapi juga tentang perjuangan untuk menemukan jati diri di tengah tekanan lingkungan. “Film ini membuka kesempatan bagi saya untuk mengeksplorasi emosi yang mungkin selama ini belum pernah saya tunjukkan di panggung,” katanya.

Lihat Juga :   New Policy: HYBE luncurkan label khusus untuk girl group

Kesadaran akan Dukungan dan Ketidakpastian

Meski mungkin masih tergolong baru di dunia film, Basboi merasa percaya diri dengan langkah yang diambil. “Walaupun ada yang meragukan, tapi saya dan Kay selalu yakin bahwa kita bisa membuktikan diri,” ujarnya. Ia menyebut bahwa debut ini adalah awal dari perjalanan panjang dalam memperkuat eksistensi sebagai seniman yang multifungsi.

Dalam proses syuting, Basboi menggambarkan bagaimana ia mesti mempertahankan konsistensi dalam mengartikulasikan emosi Tomo. “Kita jangan hanya bermain-main, tapi harus benar-benar memahami alur cerita dan motivasi karakter,” tambahnya. Hal ini membutuhkan komunikasi intensif dengan tim produksi dan pemain lain, termasuk aktor pendampingnya yang memerankan karakter Kay.

Harapan dan Tujuan di Masa Depan

Basboi juga berharap debutnya ini menjadi batu loncatan menuju proyek-proyek lebih besar. “Saya ingin terus belajar, tidak hanya dalam akting tetapi juga dalam pemahaman tentang narasi yang ingin disampaikan,” katanya. Ia menekankan bahwa proses ini bukan hanya tentang menunjukkan kemampuan, tetapi juga mengenai komitmen untuk berkembang seiring waktu.

“Kali ini Basboi hadir di set justru jangan jadi Basboi, tapi jadi Tomo,” tutur Basboi.

Kisah Tomo dalam “Nobody Loves Kay” diceritakan dengan cara yang menyentuh, menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara kebebasan dan konsekuensi. Basboi menambahkan bahwa film ini juga menggambarkan kisah hidupnya, terutama tentang bagaimana ia berusaha menemukan jalan untuk mengubah pandangan orang lain terhadap dirinya. “Ini bukan hanya tentang menyalahi aturan, tapi juga tentang menjelaskan mengapa kita melakukan hal itu,” katanya.

Dengan memperlihatkan sisi lain dirinya, Basboi ingin menunjukkan bahwa seorang musisi bisa memiliki keahlian yang luas di bidang lain. Ia percaya bahwa pengalaman berakting akan membantunya memperkaya ekspresi musik dan kreativitasnya. “Saya berharap bisa terus berkarya, tidak hanya di musik tetapi juga dalam berbagai bentuk seni,” ujarnya.

Lihat Juga :   Hasil Pertemuan: Fadli Zon tunjukkan kekayaan budaya Nusantara ke pejabat Arab Saudi

Menurut Basboi, debut ini adalah bukti bahwa ia mampu mengambil risiko dan mencoba hal baru. “Sebagai seorang yang lahir di Medan, memang tidak mudah untuk muncul di tengah persaingan yang ketat, tapi saya merasa ini adalah langkah yang benar,” katanya. Ia juga berharap film ini bisa menjadi inspirasi bagi anak muda yang ingin mengambil jalur yang berbeda dari harapan orang tua atau masyarakat.

Dengan dukungan dari sutradara dan tim produksi, Basboi yakin bahwa perannya dalam “Nobody Loves Kay” akan menjadi bagian penting dari kisahnya. “Saya berharap orang-orang bisa melihat sisi lain Basboi, bukan hanya sebagai musisi tetapi juga sebagai aktor yang memahami setiap detail karakternya,” tutupnya. Ini adalah langkah awal dalam mengubah persepsi dan membuktikan bahwa kemampuan berakting bisa menjadi bagian dari identitasnya sebagai sen