Penjualan oleh-oleh haji naik 85 persen di Tahun 2026
Penjualan oleh-oleh haji naik 85 persen di Tahun 2026
Pasar Tanah Abang Toreh Rekord Penjualan
Penjualan oleh oleh haji naik 85 persen – Pada Senin (25/5/2026), Pasar Tanah Abang di Jakarta menjadi pusat aktivitas perdagangan oleh-oleh haji dan umroh. Ribuan calon jamaah berkumpul di sini untuk memilih produk yang menjadi simbol perjalanan spiritual mereka, salah satunya adalah kurma dan air zamzam. Penjualan produk-produk ini tercatat mengalami lonjakan signifikan dibandingkan hari biasa, dengan peningkatan hingga 85 persen. Hal ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap oleh-oleh yang khas dari tanah suci, serta kepercayaan yang semakin tinggi terhadap pasar lokal sebagai tempat pengadaan barang.
“Dibandingkan hari-hari biasa, volume penjualan kami melonjak drastis selama musim haji tahun ini,” ujar seorang pedagang di Pasar Tanah Abang. Menurutnya, antusiasme pembeli terutama terhadap kurma dan air zamzam menunjukkan tingkat peningkatan yang mencolok. Banyak orang membeli dalam jumlah besar untuk dibawa kembali ke tanah air sebagai kenang-kenangan.
Kurma dan Air Zamzam Masih Menjadi Pilihan Utama
Kurma, yang dianggap sebagai salah satu produk oleh-oleh favorit, dijual dengan harga rata-rata Rp400 ribu per 10 kilogram. Sementara air zamzam, simbol dari perjalanan haji, dibanderol seharga Rp600 ribu per lima liter. Meski harga relatif stabil, peningkatan permintaan justru mengubah dinamika pasar, membuat para pedagang lebih aktif dalam menyiapkan stok.
Omzet Meningkat, Tapi Peningkatan Terbatas
Berdasarkan data yang dikumpulkan, nilai omzet penjualan oleh-oleh haji di Pasar Tanah Abang mencapai 85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, peningkatan ini tidak seragam di seluruh produk. Kurma dan air zamzam menjadi dua item yang paling banyak dicari, sementara produk lain seperti produk perabotan atau makanan khas Arab mengalami kenaikan yang lebih rendah. Pedagang menyebutkan bahwa daya beli pembeli terutama meningkat pada hari-hari mendekati waktu penyembelihan kurban, di mana mereka menghabiskan uang lebih banyak untuk oleh-oleh.
“Kurma dan air zamzam tetap menjadi prioritas utama. Pembeli sering membeli keduanya dalam jumlah besar, bahkan sampai membeli untuk keluarga atau teman,” kata seorang pedagang yang telah berjualan selama lebih dari dua dekade. Ia menambahkan bahwa permintaan terhadap produk ini terus mengalami tekanan dari kalangan masyarakat menengah ke atas, yang menjadikan oleh-oleh sebagai bagian dari tradisi pribadi.
Pembeli Berbondong-bondong Memenuhi Stok
Selama musim haji, Pasar Tanah Abang terlihat sangat ramai, terutama di bagian toko yang menjual produk suci. Calon jamaah dan umroh terlihat sibuk memilih botol air zamzam atau kemasan kurma yang terjangkau. Pedagang menyebutkan bahwa keberadaan pasar ini menjadi salah satu tempat paling strategis untuk menjangkau konsumen, karena memiliki akses yang baik dan berbagai pilihan produk berkualitas.
Pengaruh Ekonomi Global Terhadap Penjualan
Peningkatan penjualan oleh-oleh haji juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi nasional. Dengan inflasi yang stabil dan daya beli masyarakat yang tidak menurun, jumlah pembeli tetap berada di level tinggi. Pedagang mengatakan bahwa mereka berusaha menyesuaikan harga dengan kualitas produk, agar tetap menarik bagi konsumen. Tren ini memicu persaingan yang lebih ketat di antara pedagang, dengan beberapa mencoba memperkenalkan produk baru atau memperbaiki layanan pelanggan.
“Masyarakat tidak hanya membeli untuk diri sendiri, tetapi juga untuk berbagi dengan keluarga atau orang terdekat. Ini membuat kita harus selalu memastikan stok yang cukup dan kualitas barang tetap terjaga,” jelas seorang pengusaha kecil yang berjualan di sini. Ia juga menyebutkan bahwa pasar ini menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah, yang berusaha memperoleh produk olahan suci secara langsung.
Tantangan dan Peluang di Tengah Pertumbuhan
Meskipun peningkatan penjualan mencapai angka yang signifikan, para pedagang masih menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan yang tinggi. Beberapa mengeluhkan kurangnya persediaan barang, terutama di awal musim haji, ketika permintaan paling intens. Namun, tantangan ini juga menjadi peluang untuk mengembangkan bisnis lebih luas, baik secara lokal maupun internasional. Beberapa pedagang mulai memasarkan produk mereka melalui platform daring, agar bisa mencapai konsumen di luar Jakarta.
Konsumen Semakin Selektif, Tapi Tetap Setia
Konsumen semakin memperhatikan kualitas oleh-oleh, terutama dalam hal asal barang dan keaslian produk. Pedagang di Pasar Tanah Abang berupaya menjamin bahwa kurma yang dijual berasal dari tanah suci dan air zamzam telah dilewatkan melalui proses sterilisasi yang tepat. Meski demikian, beberapa pembeli tetap setia memilih produk dari pasar ini, karena harganya relatif lebih murah dibandingkan toko yang terletak di pusat kota.
Peran Pasar dalam Meningkatkan Daya Saing
Pasar Tanah Abang tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga sebagai pusat distribusi dan promosi oleh-oleh haji. Keberadaan berbagai jenis produk, mulai dari makanan hingga barang budaya