Kebijakan Baru: Menko IPK tekankan kolaborasi SDM dan infrastruktur di Kalimantan

Menko IPK Soroti Pentingnya Kerja Sama SDM dan Infrastruktur di Kalimantan

Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pengembangan infrastruktur di Kalimantan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antarlembaga. Ia menegaskan bahwa sinergi dari berbagai sektor adalah fondasi utama keberhasilan pembangunan nasional, terutama di wilayah yang kaya akan sumber daya alam.

Strategi Pentahelix Dalam Kebijakan Pembangunan

AHY menjelaskan bahwa Kemenko Infra mengadopsi pendekatan pentahelix yang melibatkan lima pilar utama, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, serta komunitas. Pendekatan ini memastikan kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran sekaligus memberikan dampak konkret bagi masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, sangat dibutuhkan. Kampus menjadi sumber riset dan inovasi yang penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi,”

Menurut AHY, pengembangan infrastruktur sekarang ini harus berfokus pada manfaat nyata dan dampak positif, bukan hanya pada pembangunan fisik. “Pendekatan kita adalah outcome dan impact. Infrastruktur harus berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan serta membuka lapangan kerja,” katanya.

Peran Strategis Kementerian dan ITK

AHY juga menjelaskan bahwa kementerian yang berada dalam koordinasinya, seperti Agraria dan Tata Ruang, Pekerjaan Umum, Perumahan, serta Transmigrasi, bekerja bersama dalam membangun wilayah secara terpadu. Terkait Kalimantan, ia menilai wilayah tersebut memiliki peluang besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru nasional, terutama dengan kekayaan sumber daya alam dan pengembangan wilayah strategis di Kalimantan Timur.

“Kalimantan memiliki sumber daya yang luar biasa. Tantangannya adalah mengelola secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Di sinilah peran Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sangat strategis dalam mencetak SDM unggul sekaligus mendorong riset dan inovasi,”

Konsep prosperity dan sustainability harus diintegrasikan dalam setiap kebijakan pembangunan. Dirinya menegaskan komitmen untuk terus membuka ruang kerja sama dengan ITK dan perguruan tinggi lainnya. “Kami siap berkolaborasi. ITK memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan teknologi di Kalimantan dan diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan melalui riset dan inovasi,” kata AHY.

Lihat Juga :   Kebijakan Baru: Pengamat: Insentif langkah strategis pengembangan kendaraan listrik