New Policy: Mendag: IPBA dorong perdagangan dan investasi RI-Filipina

Mendag: IPBA Dorong Perdagangan dan Investasi RI-Filipina

New Policy – Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso secara resmi meluncurkan Asosiasi Pelaku Usaha Indonesia-Filipina (Indonesia-Philippines Business Association / IPBA) di Kota Cebu, Filipina. Tujuan dari pembentukan IPBA ini adalah untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Filipina, khususnya dalam bidang perdagangan dan investasi. Dalam upacara peluncuran, Budi menekankan bahwa kehadiran asosiasi ini menandai perjalanan baru dalam hubungan bilateral yang telah berkembang selama 75 tahun. “IPBA diharapkan menjadi wadah strategis yang mendorong pertumbuhan perdagangan, investasi, serta kemitraan bisnis antara kedua negara,” ujar Budi dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu.

Langkah Strategis untuk Membangun Sinergi Ekonomi

IPBA dibentuk sebagai inisiatif yang dipimpin oleh Atase Perdagangan Manila sejak pertengahan tahun 2024. Menurut Budi, asosiasi ini bertujuan untuk memperluas jaringan bisnis dan mempercepat pemanfaatan kesepakatan perdagangan yang telah ada. “Dengan adanya IPBA, para pengusaha Indonesia dan Filipina dapat mengoptimalkan potensi kerja sama ekonomi yang sudah terbangun selama beberapa dekade,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa keberadaan IPBA juga diharapkan bisa menjadi penggerak untuk meningkatkan nilai total perdagangan antara kedua negara, serta memperkuat daya tahan ekonomi terhadap tantangan global.

“Harapan utamanya adalah IPBA berfungsi sebagai pintu masuk strategis bagi para pengusaha kedua negara, sehingga mendorong pertumbuhan perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis yang lebih kuat,” kata Budi dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu.

Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Filipina dinilai sangat penting, terutama dalam konteks ketergantungan pada pasar global. Budi menyebut bahwa IPBA akan menjadi platform yang memudahkan pertukaran informasi, pembentukan kemitraan, serta penguatan kepercayaan antara para pelaku usaha kedua negara. “Dengan sinergi yang lebih erat, kami berharap dapat menciptakan peluang bisnis baru yang berkelanjutan,” tambahnya.

Lihat Juga :   Kenaikan harga CPO dipengaruhi penurunan produksi saat libur Lebaran

Pembentukan IPBA Sebagai Langkah Proaktif

Pembentukan IPBA tidak hanya sebagai respons terhadap tantangan ekonomi, tetapi juga sebagai upaya proaktif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kedua negara. Asosiasi ini akan menjadi wadah bagi pengusaha Indonesia dan Filipina untuk berkoordinasi dalam menangani hambatan perdagangan yang masih ada. Budi menyoroti bahwa pelaku usaha perlu memiliki dukungan strategis agar arus perdagangan antar negara tetap stabil dan meningkat.

Dalam pidatonya, Budi juga menyampaikan bahwa diversifikasi produk ekspor Indonesia ke Filipina dapat menjadi kekuatan penting dalam menyaingi negara-negara lain. “Keragaman komoditas yang diekspor akan membantu Indonesia dalam mengurangi risiko terhadap fluktuasi harga global,” ujarnya. Menurutnya, produk-produk seperti logam, konsentrat bijih logam, dan minyak nabati memiliki potensi besar untuk dikembangkan di pasar Filipina, yang merupakan mitra dagang utama Indonesia.

Potensi Pertumbuhan Ekspor dan Pemasok Utama

Menurut data terbaru, Filipina menduduki peringkat ke-8 sebagai tujuan ekspor utama Indonesia. Nilai total ekspor ke negara tersebut mencapai 10,22 miliar dolar AS pada tahun 2025, yang menunjukkan tingkat keterlibatan ekonomi yang signifikan. Sementara itu, Indonesia berada di posisi ke-4 sebagai negara utama pemasok barang impor Filipina. “Kita harus terus meningkatkan kapasitas ekspor, terutama ke negara-negara mitra yang memiliki potensi pasar besar seperti Filipina,” jelas Budi.

IPBA akan berperan dalam menjembatani hubungan bisnis antara kedua negara, khususnya melalui kegiatan seperti misi dagang, forum bisnis, dan penjajakan langsung. Dengan adanya wadah ini, diharapkan dapat mempercepat proses transaksi antar pengusaha, serta memudahkan akses ke pasar internasional. “IPBA tidak hanya fokus pada ekspor, tetapi juga pada pengembangan investasi, sehingga memberi dampak lebih luas bagi perekonomian kedua negara,” tambahnya.

Lihat Juga :   Key Strategy: SIG belanja suku cadang lokal Rp809 miliar, bukti dukung TKDN

Kemitraan yang Lebih Erat

Menurut Budi, keberhasilan IPBA bergantung pada kerja sama aktif antara pemerintah dan sektor swasta. “Kementerian Perdagangan akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang diinisiasi IPBA, termasuk promosi produk Indonesia ke pasar Filipina,” katanya. Ia menambahkan bahwa asosiasi ini juga akan memberikan pelatihan dan sumber daya bagi para pengusaha agar bisa bersaing dalam kondisi pasar yang dinamis.

Kemitraan bisnis antara Indonesia dan Filipina dianggap sebagai salah satu kolaborasi yang paling strategis di Asia Tenggara. Budi menyebutkan bahwa keberhasilan hubungan ini tidak hanya bisa tercapai melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui inisiatif-inisiatif dari sektor swasta. “Para pengusaha harus menjadi pilar utama dalam memperkuat hubungan bilateral, termasuk dalam meningkatkan nilai perdagangan dan investasi,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dan komitmen dari kedua pihak untuk mencapai tujuan ekonomi yang sama.

Menurut data yang disebutkan, Indonesia telah menjadi mitra ekspor utama Filipina, dengan sejumlah produk unggulan seperti logam, konsentrat bijih logam, dan minyak nabati. Produk-produ