Key Strategy: SIG belanja suku cadang lokal Rp809 miliar, bukti dukung TKDN

SIG Belanja Suku Cadang Lokal Rp809 Miliar, Bukti Dukung TKDN

Key Strategy – Dari Jakarta, PT Semen Indonesia/SIG (Persero) mencatatkan total belanja suku cadang lokal mencapai Rp809 miliar pada tahun 2025. Angka ini meningkat 2,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana belanja suku cadang dalam negeri sebesar Rp787 miliar. Peningkatan ini menjadi bukti bahwa perusahaan secara aktif mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, dalam pernyataan di Jakarta pada Rabu, mengungkapkan bahwa peningkatan penggunaan produk dalam negeri tidak hanya sekadar memenuhi aturan pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari strategi perusahaan yang berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa upaya ini sejalan dengan visi Sustainability Road Map SIG hingga 2030, yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lokal.

Inisiatif Berkelanjutan dan Kerja Sama dengan Industri

Dalam upaya memperkuat TKDN, SIG melakukan pengembangan komponen suku cadang melalui program Research and Development (R&D) bersama mitra industri dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi, mendorong inovasi teknologi, serta menjaga daya saing produk nasional. “SIG berkomitmen mengintegrasikan produk lokal ke dalam seluruh proses bisnis, mulai dari pengadaan hingga penggunaan akhir, untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih tangguh,” jelas Vita Mahreyni.

“Untuk mendukung peningkatan TKDN secara berkelanjutan, SIG secara aktif melakukan pengembangan komponen suku cadang melalui kegiatan Research and Development (R&D) bersama mitra industri dan pelaku UKM, untuk terus meningkatkan kapasitas produksi, inovasi teknologi, serta daya saing produk dalam negeri,” tutur Vita Mahreyni.

Kenaikan belanja suku cadang lokal ini juga mencapai 164,3 persen dari baseline 2020 sebesar Rp306 miliar. Angka yang signifikan ini merupakan bagian dari strategi SIG untuk memperkuat sistem logistik domestik serta meningkatkan efisiensi operasional di tengah persaingan industri bahan bangunan yang semakin ketat. Perusahaan menganggap langkah ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung kemandirian industri nasional.

Lihat Juga :   Yang Dibahas: BPJPH-LPS perkuat sinergi pengembangan ekosistem jaminan produk halal

Kerja Sama dengan Pelaku UKM dan Inovasi Teknologi

Vita Mahreyni menegaskan bahwa implementasi sustainable procurement oleh SIG bertujuan memperkuat pengusaha lokal sekaligus menjaga keseimbangan antara biaya dan kemampuan bersaing. Pendekatan ini juga termasuk dalam transformasi berbasis ESG (Environmental, Social, Governance) yang mendorong penguatan nilai ekonomi jangka panjang. Dengan memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri, SIG berupaya menciptakan lingkungan usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Strategi peningkatan TKDN yang dijalankan SIG melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk UKM dan industri besar. Tujuan utamanya adalah memastikan ketersediaan suku cadang lokal yang dapat menggantikan impor, sekaligus membangun kapasitas produksi dalam negeri. “Kami tidak hanya fokus pada efisiensi, tetapi juga pada dampak strategis yang mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional,” tambah Vita.

Kontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia, SIG mengintegrasikan penggunaan produk dalam negeri mulai dari pengadaan bahan baku, suku cadang, hingga layanan pendukung industri. Strategi ini dinilai mampu memperkuat fundamental bisnis melalui efisiensi biaya serta optimalisasi rantai pasok berbasis sumber daya lokal. Selama 2025, total realisasi belanja produk dalam negeri (PDN) SIG mencapai Rp21,79 triliun atau setara 93,47 persen dari total belanja barang dan jasa sebesar Rp23,32 triliun.

Capaian ini berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Dengan memperkuat keberlanjutan dan efisiensi, SIG tidak hanya meningkatkan kinerja operasional, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Pemakaian produk lokal dalam skala besar diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ketersediaan pasokan, serta mengurangi ketergantungan pada impor.

Transformasi Berbasis ESG dan Inovasi Produk

Di samping belanja suku cadang, SIG juga terus memperkuat daya saing produk lokal melalui berbagai inovasi. Salah satunya adalah pengembangan semen rendah karbon yang menggunakan bahan baku domestik. Inovasi ini berkontribusi pada efisiensi energi sekaligus menekan emisi karbon, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kami memastikan setiap proses bisnis tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan dampak positif bagi penguatan industri nasional dan lingkungan yang sehat,” ujarnya.

Menurut Vita Mahreyni, keberlanjutan dan efisiensi menjadi fondasi utama dalam operasional SIG. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG, perusahaan menegaskan bahwa inisiatifnya tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Kami percaya bahwa investasi dalam produk lokal mampu menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat, baik secara ekonomi maupun lingkungan,” jelasnya.

Lihat Juga :   Pembahasan Penting: Mentan sebut stok CBP 4,72 juta ton bukti ketahanan pangan RI kokoh

Selain itu, SIG juga berupaya meningkatkan daya saing mel