BSI: Transaksi kurban via BYOND capai Rp2,5 miliar pada tahun ini

BSI: Transaksi Kurban via BYOND Capai Rp2,5 Miliar pada Tahun Ini

BSI – Jakarta, Selasa – Program penyaluran hewan kurban melalui platform digital BYOND yang dikembangkan oleh PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan nilai transaksi hingga Rp2,5 miliar pada 2023. Angka ini diungkapkan oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, dalam acara simbolis di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa peningkatan ini signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang mencapai peningkatan dua kali lipat. “Transaksi kurban di BYOND saat ini tercatat sebesar Rp2,5 miliar, yang merupakan angka melesat dari tahun lalu,” jelas Anggoro. Kinerja ini menunjukkan peran penting platform digital dalam memudahkan masyarakat mengakses program zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Kolaborasi dengan 25 Lembaga Amil Zakat (LAZ)

BSI melakukan kerja sama dengan 25 lembaga amil zakat (LAZ) resmi untuk memperluas jaringan penyaluran hewan kurban. Anggoro menyampaikan bahwa kolaborasi ini tidak hanya mempercepat proses distribusi, tetapi juga memastikan kepastian syariat dalam pemotongan hewan. Menurutnya, kehadiran BSI di sektor zakat dan infak memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan dan transparansi. “Dengan adanya BSI, masyarakat tidak perlu ragu untuk menunaikan ibadah kurban, karena hewan akan diproses sesuai prinsip syariat di tempat yang layak,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa BSI memberikan solusi praktis untuk memastikan pengalaman yang aman dan nyaman bagi pengguna.

Lihat Juga :   Agenda Utama: Bulog minta petani jual gabah sesuai usia panen demi kualitas CBP

Transformasi Digital Mendorong Partisipasi Masyarakat

Menurut Anggoro, penggunaan teknologi digital menjadi pemicu utama peningkatan partisipasi masyarakat dalam program kurban. Dalam keterangannya, ia mengungkapkan bahwa pengguna aplikasi BYOND dan kartu pembiayaan BSI Hasanah Card menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap inisiatif bank syariah. “Kami melihat kehadiran platform digital sebagai penggerak yang kuat dalam meningkatkan akses dan kecepatan transaksi zakat,” kata Anggoro. Selain itu, ia menyebutkan bahwa adanya variasi harga hewan kurban, mulai dari Rp1,9 juta untuk kambing, memberikan fleksibilitas bagi berbagai kalangan. Ini berdampak signifikan pada meningkatnya jumlah peserta program.

Anggoro juga menyoroti peran penting digitalisasi dalam mengubah pola pemotongan hewan kurban. “Saat ini, masyarakat lebih nyaman menggunakan sistem online untuk menunaikan amal, karena efisiensi waktu dan kejelasan data,” ujarnya. Ia menyatakan bahwa BSI terus berinovasi untuk menciptakan alur transaksi yang mudah dipahami dan diakses. Dengan aplikasi BYOND, pengguna tidak perlu mengunjungi langsung tempat penjualan, sehingga memperluas jangkauan pelayanan ke seluruh lapisan masyarakat.

Volume Kurban Meningkat 57 Persen

BSI memperkirakan penyaluran hewan kurban pada tahun ini mencapai 24.053 ekor, terdiri dari sekitar 1.000 sapi dan 23.000 kambing. Jumlah ini naik sebesar 57 persen dibandingkan tahun 2022, ketika tercatat sebanyak 15.272 ekor. Total nilai yang disalurkan mencapai Rp67,8 miliar, yang merupakan kontribusi signifikan dari kegiatan ZISWAF. Anggoro menambahkan bahwa peningkatan ini sejalan dengan percepatan transformasi digital yang dilakukan bank syariah. “Kami mempercepat penerapan teknologi untuk memastikan distribusi hewan kurban merata ke seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah yang kurang terjangkau,” katanya.

Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, BSI menyasar daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) sebagai bagian dari upaya pemerataan manfaat. Anggoro menyebutkan bahwa kebijakan ini bertujuan agar masyarakat di semua lapisan bisa merasakan dampak sosial dari transaksi yang dilakukan. “Kami ingin distribusi hewan kurban tidak hanya terfokus pada kota besar, tetapi juga mencapai pelosok negeri,” jelasnya. Dengan demikian, BSI berupaya mengurangi kesenjangan akses kepada masyarakat yang kurang mampu.

Lihat Juga :   Topics Covered: Bertemu Jokowi, Wamentan laporkan perkembangan sektor pertanian

Masyarakat Mempertanyakan Tempat Pemotongan yang Syarat

Dalam menjalankan program kurban, Anggoro menyoroti kekhawatiran masyarakat mengenai tempat pemotongan yang sesuai syariat. “Seringkali, masyarakat mempertanyakan di mana hewan kurban diproses secara halal, sehingga tidak ada kecurangan,” ujarnya. BSI dianggap sebagai solusi yang memberikan kepastian tersebut. “Dengan membeli hewan kurban melalui BSI, masyarakat bisa yakin bahwa hewan tersebut dibeli dan dipotong di rumah hewan yang sudah diverifikasi syariat,” lanjut Anggoro. Ini menjawab kebutuhan umat Islam akan kejelasan dalam ibadah kurban.

Kebijakan ini juga memperkuat identitas BSI sebagai bank yang tidak hanya fokus pada aspek finansial, tetapi juga sosial. ” Kami berharap masyarakat menempatkan BSI sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual,” tegas Anggoro. Ia menambahkan bahwa penggunaan aplikasi BYOND tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga sebagai bentuk kolaborasi antara sektor keuangan dan zakat. ” Dengan digitalisasi, zakat tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Apresiasi untuk Inisiatif Digital BSI

Anggoro menyampaikan bahwa pencapaian transaksi kurban sebesar Rp2,5 miliar menjadi bukti bahwa transformasi digital BSI berhasil memperkuat kepercayaan masyarakat. “Peningkatan ini juga menunjukkan bahwa layanan zakat digital yang kami tawarkan sangat diminati,” ujarnya. Ia menekankan bahwa BSI terus mengembangkan sistem yang lebih mudah, seperti aplikasi BYOND dan kartu Hasanah Card, untuk menunjang partisipasi yang lebih luas. “Kami berharap program ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lebih banyak orang,” pungkas Anggoro.

Menurut Anggoro,