Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade
Pondokkebaikan.com – Asap tipis masih mengepul dari tumpukan puing ketika Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade pada Minggu pagi, 23 Agustus 2026. Ratusan warga yang kehilangan seluruh tempat tinggal sejak malam sebelumnya tampak membongkar sisa rangka kayu dan bambu, memungut barang-barang yang belum hangus. Dari 120 bangunan yang berdiri di kawasan adat Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tidak satu pun yang tersisa—meski beruntung tidak ada korban jiwa.
Kobaran yang Melahap Satu Malam
Kabar pertama tentang api muncul sekitar pukul 22.00 Wita pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kombinasi material bangunan tradisional—kayu, bambu, bedek, dan atap ilalang—menjadikan setiap struktur bahan bakar yang menyala dalam hitungan detik. Warga berupaya memadamkan api secara mandiri, namun upaya itu gagal menghentikan laju kobaran. Tim pemadam gabungan akhirnya berhasil mengendalikan api menjelang fajar Minggu, setelah berjibaku sepanjang malam.
Skala kerusakan bersifat total: seluruh 120 unit bangunan dilaporkan hangus. Ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian dalam satu malam. Penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi yang diumumkan kepada publik.
Bantuan Darurat dan Janji Revitalisasi
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati bergerak cepat begitu kabar kebakaran tersebar. Setibanya di lokasi, ia meninjau area yang dilalap api, berdialog dengan warga terdampak, dan memastikan posko kesehatan yang didirikan di lokasi beroperasi tanpa hambatan birokrasi.
Dalam kunjungan itu, Sari menyerahkan uang tunai Rp 200 juta beserta 100 paket sembako. Ia juga menegaskan bahwa pemulihan kawasan tidak akan berhenti pada bantuan darurat.
“Saya sudah berkoordinasi agar revitalisasi pembangunan di Desa Adat Sade dapat segera dilakukan. Ini bukan sekadar musibah bagi satu desa, tetapi duka bagi kita semua.”
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa program lanjutan—mulai dari pembangunan ulang hingga penguatan ketahanan bangunan terhadap risiko kebakaran—akan disalurkan melalui mekanisme resmi pemerintah pusat.
Evakuasi dan Tanggapan Kepala Desa
Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, mengaku berada di lokasi ketika api mulai membesar pada Sabtu malam. Ia segera mengoordinasikan evakuasi warga dari area yang terancam, langkah yang menurutnya menjadi faktor utama ketiadaan korban jiwa meski skala kebakaran sangat luas.
“Terima kasih kepada Ibu Sari yang hadir langsung menyapa warga dan memberikan bantuan uang serta sembako. Kehadiran beliau memberi semangat bagi kami.”
Winakse mengapresiasi respons cepat pimpinan legislatif yang tidak menunggu laporan formal melainkan bergerak segera setelah menerima kabar. Bagi warga yang kehilangan seluruh harta benda dalam satu malam, kehadiran pejabat pusat di tengah puing-puing rumah mereka membawa pesan bahwa mereka tidak dibiarkan menghadapi musibah sendirian.
Warisan Budaya yang Perlu Dibangun Ulang
Desa Adat Sade menyimpan tata ruang, sistem sosial, dan praktik ritual yang diwariskan lintas generasi. Kehancuran serentak 120 bangunan berarti tidak hanya hilangnya tempat tinggal, tetapi juga terganggunya ruang-ruang komunal yang menjadi tulang punggung kehidupan sosial warga Sade.
Revitalisasi yang dijanjikan karenanya mencakup lebih dari sekadar membangun kembali dinding dan atap. Ia meliputi pemulihan fungsi sosial kawasan adat, penguatan ketahanan struktur terhadap kebakaran mengingat kerentanan material tradisional, serta pemulihan psikologis warga yang kehilangan rumah dan sumber penghidupan dalam satu malam. Hingga penyelidikan rampung, pihak berwenang mengimbau warga tidak kembali ke area yang belum dinyatakan aman.
FAQ
Berapa jumlah bangunan yang terbakar di Desa Adat Sade? Seluruh 120 unit bangunan dilaporkan hangus total pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.
Apakah ada korban jiwa? Tidak. Evakuasi cepat yang dikoordinasikan kepala desa sejak api mulai membesar mencegah jatuhnya korban.
Berapa nilai bantuan yang disalurkan? Wakil Ketua DPR RI menyerahkan Rp 200 juta uang tunai dan 100 paket sembako kepada warga terdampak.
Kapan revitalisasi kawasan adat akan dimulai? Pemerintah pusat menyatakan telah berkoordinasi agar program revitalisasi segera dilaksanakan, namun jadwal teknis belum diumumkan secara resmi.
Apakah penyebab kebakaran sudah diketahui? Belum. Penyelidikan masih berlangsung dan tidak ada kesimpulan resmi yang disampaikan kepada publik.



