28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

Pondokkebaikan.com – 28 tahun berlalu luka Mei 1998 belum sepenuhnya sembuh. Pada Jumat, 21 Agustus 2026, grup musik cadas Usman and The Blackstones (UATB) melepas singel berjudul “Woman” sebagai bentuk penghormatan bagi para korban kerusuhan yang mengguncang negeri hampir tiga dekade silam. Lagu ini lahir dari riset mendalam dan restu keluarga korban, termasuk ibunda mendiang Ita Martadinata, gadis berusia 17 tahun yang nyawanya direnggut setelah ia hendak bersaksi di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rilis karya ini menjadi pengingat bahwa ingatan kolektif atas kekerasan massal tidak boleh dibiarkan memudar oleh waktu maupun oleh penyangkalan resmi negara.

Proses Kreatif yang Diwarnai Riset dan Restu Keluarga

Vokalis sekaligus pencipta lagu, Usman Hamid, menjelaskan bahwa pengerjaan tembang tersebut memakan waktu hingga satu tahun penuh. Selama periode itu, tim kreatif melakukan wawancara langsung dengan keluarga korban agar setiap baris lirik selaras dengan semangat keadilan yang ingin disampaikan. Draf awal lagu kemudian diperdengarkan kepada Wiwin, ibunda Ita Martadinata, yang memberikan persetujuan sekaligus menitipkan pesan agar pesan keadilan tersampaikan dengan kuat dan tidak tereduksi menjadi sekadar nostalgia.

“Saya menulis lagu ini karena ada terlalu banyak kisah perempuan seperti Ita yang dilewatkan begitu saja,” ujar Usman melalui keterangan tertulis pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Untuk urusan aransemen, UATB menggandeng Kelana Halim yang memadukan nuansa musik folk dengan lirik reflektif gubahan Usman. Gesekan senar cello Setyawan menambah kedalaman emosional tanpa kehilangan nada optimisme, sementara vokal Louise Mercy menghadirkan warna merdu yang merepresentasikan semangat perjuangan perempuan di era kontemporer. Keputusan menggandeng Mercy di departemen vokal dinilai tepat karena suaranya mampu mengawang dengan cara yang menyentuh sekaligus memberdayakan.

Menolak Penyangkalan dan Menuntut Keadilan

Mei 1998 menjadi salah satu babak paling kelam dalam sejarah Indonesia modern. Tensi politik yang memanas memicu kerusuhan massal, dan perempuan—khususnya dari etnis Tionghoa—menjadi sasaran utama kekerasan seksual. Tim Relawan untuk Kemanusiaan mencatat setidaknya 152 orang menjadi korban kekerasan dan pelecehan. Ironisnya, alih-alih mengungkap pelaku, pemerintah justru sibuk menyangkal adanya peristiwa pemerkosaan massal. Menteri Kebudayaan Fadli Zon bahkan meragukan kebenaran peristiwa yang diduga terorganisir tersebut, sebuah sikap yang memperpanjang luka para korban dan keluarga mereka.

Usman menegaskan bahwa lagu ini bukan sekadar karya musik, melainkan juga bentuk perlawanan terhadap penyangkalan negara atas fakta sejarah. Gugatan hukum atas kasus pemerkosaan massal masih berjalan di tingkat Mahkamah Agung. Ia juga merujuk pada kerusuhan Agustus 2025 yang menunjukkan bahwa pola kekerasan politik serupa masih berulang dan menuntut respons masyarakat yang tidak berhenti pada kemarahan sesaat.

“Sebagai refleksi atas peristiwa yang terus berulang, dari kerusuhan Agustus 2025 hingga sebagai persembahan bagi perempuan-perempuan yang masih terus berjuang, bertahan, juga untuk yang masih belum mendapatkan keadilan,” tambah Usman.

Tanya Jawab Singkat

Kapan singel “Woman” dirilis dan oleh siapa? Lagu tersebut diluncurkan pada Jumat, 21 Agustus 2026, oleh Usman and The Blackstones melalui kanal distribusi musik digital.

Siapa yang memberi restu atas pembuatan lagu ini? Wiwin, ibunda mendiang Ita Martadinata, memberikan persetujuan setelah mendengar draf awal dan menitipkan pesan agar semangat keadilan tersampaikan secara utuh.

Berapa lama proses kreatif lagu ini berlangsung? Menurut Usman Hamid, pengerjaan tembang tersebut memakan waktu hingga satu tahun, mencakup tahap riset lapangan kepada keluarga korban serta proses aransemen dan produksi.

Apa tujuan utama lagu “Woman”? Lagu ini bertujuan menghormati korban kerusuhan, menolak penyangkalan pemerintah atas pemerkosaan massal, serta menjadi bahan refleksi lintas generasi agar ingatan kolektif tidak terhapus oleh waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *