Layanan Kesehatan NTT Dikebut Pulih Setelah Gempa M7,7
Pondokkebaikan.com – Kementerian Kesehatan mempercepat pemulihan layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur pasca-gempa M7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Target penyelesaian pemulihan ditetapkan dalam kurun waktu dua minggu untuk seluruh fasilitas yang terdampak, termasuk rumah sakit dan puskesmas. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 ini menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur kesehatan di berbagai kabupaten di NTT.
Nagekeo menjadi episentrum guncangan yang paling parah. Kabupaten ini tidak hanya mengalami kerusakan fisik pada bangunan, tetapi juga gangguan operasional pada layanan medis yang menjadi tulang punggung kesehatan masyarakat setempat. Pemerintah pusat segera mengerahkan sumber daya untuk memastikan layanan darurat dapat berjalan kembali secepat mungkin.
Target Pemulihan Layanan Dasar dalam Satu Minggu
Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, menyampaikan bahwa fokus utama pemulihan adalah pada tiga layanan krusial. Layanan trauma, penanganan ibu dan anak, serta hemodialisa menjadi prioritas tertinggi. Hal ini mengingat kondisi korban pasca-gempa yang memerlukan penanganan medis segera.
Targetnya dalam seminggu layanan dasar di rumah sakit yang terdampak sudah bisa berjalan kembali, dengan fokus pada operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.
Perluasan layanan ini mencakup tidak hanya rumah sakit besar, tetapi juga fasilitas kesehatan tingkat pertama yang tersebar di seluruh wilayah NTT. Dengan pendekatan terpadu, pemerintah berharap dapat menjangkau masyarakat yang terdampak secara merata.
RS Mobil dan Rumah Sakit Rujukan untuk Nagekeo
Untuk mengatasi kerusakan berat pada RSUD Nagekeo, Kementerian Kesehatan akan mengirimkan unit RS Mobil. Kendaraan ini dilengkapi dengan fasilitas lengkap, termasuk ruang operasi yang mampu menangani kasus-kasus darurat. Kehadiran RS Mobil diharapkan dapat menjadi solusi sementara hingga perbaikan infrastruktur permanen selesai.
Selain RS Mobil, dua rumah sakit lain juga disiapkan sebagai pusat rujukan. RSUD Borong dan RSUD Komodo akan menerima pasien-pasien dari Nagekeo yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Koordinasi antar-fasilitas ini penting untuk menghindari overload pada satu rumah sakit tertentu.
Statistik Kerusakan Fasilitas Kesehatan
Berdasarkan pendataan awal, terdapat 21 rumah sakit yang tersebar di delapan kabupaten dan kota di NTT. Dari jumlah tersebut, enam rumah sakit mengalami kerusakan ringan, sementara tiga lainnya rusak berat. Kondisi operasional menunjukkan bahwa 16 rumah sakit masih dapat beroperasi penuh, empat rumah sakit beroperasi secara parsial, dan satu rumah sakit belum dapat menjalankan fungsinya.
Di tingkat puskesmas, situasi serupa juga teramati. Dari total 190 puskesmas yang ada di NTT, sebanyak 122 unit masih beroperasi penuh. Sebanyak 49 puskesmas beroperasi sebagian, dan 19 unit belum dapat berfungsi. Kerusakan puskesmas bervariasi dari ringan hingga berat, dengan 11 puskesmas rusak ringan, 37 rusak sedang, dan 20 rusak berat.
Peran HEOC dalam Koordinasi Darurat
Kementerian Kesehatan juga sedang memfinalisasi pembentukan Health Emergency Operation Center atau HEOC. Pusat operasi ini akan berfungsi sebagai pusat komando untuk mengidentifikasi masalah kesehatan secara rinci. HEOC akan memantau kondisi fasilitas pelayanan kesehatan, ketersediaan alat kesehatan, hingga kebutuhan obat-obatan.
Identifikasi detail masalah kesehatan, faskes, alkes, kebutuhan obat-obatan, akan diselesaikan tim HEOC besok agar bisa dipakai sebagai acuan tim relawan; datang ke mana, butuhnya apa, kontaknya siapa.
Kehadiran HEOC diharapkan dapat mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat. Tim relawan yang akan dikirim ke lapangan akan memiliki panduan yang jelas mengenai lokasi prioritas dan jenis bantuan yang diperlukan.
Dukungan Logistik Medis
Selain pemulihan infrastruktur, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan dukungan logistik medis. Bantuan yang akan dikirim mencakup delapan paket obat-obatan dasar, lima paket emergency kit, 1.000 sarung tangan steril, 20.000 sarung tangan nonsteril, serta 20.000 masker bedah medis. Logistik ini akan didistribusikan ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan.
Tim SAR Maumere juga aktif melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi korban di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Upaya ini berjalan paralel dengan pemulihan fasilitas kesehatan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pemulihan Layanan Kesehatan NTT
Berapa lama target pemulihan layanan kesehatan di NTT? Pemerintah menargetkan penyelesaian pemulihan dalam kurun waktu dua minggu untuk seluruh fasilitas yang terdampak, dengan layanan dasar dapat berjalan kembali dalam satu minggu.
Bagaimana penanganan pasien dari Nagekeo yang membutuhkan rujukan? Dua rumah sakit rujukan telah disiapkan, yaitu RSUD Borong dan RSUD Komodo, untuk menerima pasien-pasien dari Nagekeo yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Apa saja bantuan medis yang akan dikirim ke NTT? Bantuan mencakup delapan paket obat-obatan dasar, lima paket emergency kit, 1.000 sarung tangan steril, 20.000 sarung tangan nonsteril, dan 20.000 masker bedah medis.
Bagaimana peran HEOC dalam pemulihan ini? HEOC berfungsi sebagai pusat komando untuk mengidentifikasi masalah kesehatan secara rinci, memantau kondisi fasilitas pelayanan kesehatan, ketersediaan alat kesehatan, hingga kebutuhan obat-obatan.



