UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

khrisna-edit-1786793753-ed8943edbe

UPH Festival 2026: Panduan Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia

Pondokkebaikan.com – UPH Festival 2026 Mahasiswa Baru mendapatkan bekal penting untuk menghadapi masa depan melalui serangkaian sesi inspiratif pada 14 Agustus 2026. Acara ini menekankan bahwa pendidikan tinggi merupakan panggilan hidup yang melampaui sekadar mengejar karier. Dengan tema ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform’, para peserta baru Universitas Pelita Harapan belajar mengintegrasikan iman dan ilmu pengetahuan.

Di tengah transformasi cepat Indonesia, mahasiswa dituntut menjadi pemimpin yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga integritas dan tujuan yang jelas. Melalui diskusi-diskusi mendalam, mereka memahami bagaimana setiap bidang studi berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang lebih baik.

Pendidikan sebagai Panggilan Hidup

Pdt. Jimmy Pardede, Gembala Sidang Gereja Reformed Injili Indonesia Karawaci, menyampaikan bahwa pekerjaan dan aktivitas sehari-hari merupakan bagian dari panggilan ilahi. Mahasiswa tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga menjalankan tujuan yang lebih besar melalui talenta yang dimiliki.

Pendekatan ini sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia saat ini. Berbagai sektor seperti kesehatan, teknologi, hukum, sains, dan bisnis memerlukan profesional yang kompeten secara teknis sekaligus memiliki motivasi kuat. Pembahasan ini membantu mahasiswa memahami bahwa setiap pilihan karier mereka memiliki dimensi spiritual dan sosial yang penting.

Kesehatan: Martabat Manusia dalam Perspektif Kristen

Dalam sesi ‘Medicine, Suffering & Human Dignity’, Caroline Riady, B.A., M.A., CEO Siloam Hospitals Group, mengajak mahasiswa melihat kesehatan dari sudut pandang holistik. Ia menjelaskan bahwa manusia sebagai ciptaan Allah memiliki nilai dan martabat yang tidak bergantung pada kondisi fisik mereka.

Setiap manusia memiliki martabat yang berasal dari Allah. Sakit, disabilitas, maupun kelemahan tidak menghapus nilai seseorang. Karena itu, kita dipanggil untuk memperlakukan setiap pasien sebagai pribadi yang layak dikasihi, dihormati, dan dilayani dengan belas kasih serta kebenaran. Kesembuhan memang penting, tetapi harapan terbesar kita tetap ada di dalam Kristus yang memulihkan.

Konsep ini didasarkan pada biblical storyline yang mencakup empat tahap. Creation menggambarkan manusia diciptakan menurut gambar Allah dalam kondisi sempurna. Fall menunjukkan bagaimana dosa membawa penderitaan dan penyakit. Redemption menawarkan pengharapan melalui Kristus, termasuk melalui pelayanan kesehatan. Consummation menandai pemulihan sempurna tanpa penderitaan lagi.

Pendekatan ini memberikan kerangka bagi profesional kesehatan Indonesia. Di negara dengan populasi besar dan tantangan kesehatan yang beragam, pemahaman tentang martabat manusia menjadi penting. Dokter dan perawat tidak hanya mengobati penyakit, tetapi juga melayani manusia secara utuh.

Teknologi: AI dan Identitas Manusia

Dr. Rizaldi Sistiabudi, B.Sc.Eng., M.S.E., Executive Dean College of Emerging Sciences UPH, membahas peran kecerdasan buatan dalam kehidupan modern. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggeser kemampuan manusia untuk berpikir kritis dan berkarya.

AI adalah teknologi yang sangat canggih, tetapi jangan sampai kreasi dan critical thinking kita hilang. Jangan apa-apa bertanya kepada AI atau langsung copy-paste tanpa membaca dan memahaminya. Kita harus ingat kodrat kita sebagai Imago Dei dan jangan sampai teknologi justru menjadi berhala yang membuat kita bergantung dan lupa bagaimana cara berpikir dan belajar.

Di era digital Indonesia, penggunaan AI semakin masif. Mahasiswa perlu memahami bahwa teknologi adalah alat, bukan pengganti proses berpikir. Penggunaan AI yang tepat akan memperkuat pembelajaran tanpa kehilangan identitas manusia. Hal ini juga berkaitan dengan menjaga hubungan spiritual dan persekutuan dengan Tuhan di tengah kemajuan teknologi.

Hukum dan Keadilan untuk Kepentingan Bersama

Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H., Executive Dean for College of Arts and Social Sciences sekaligus Dekan Fakultas Hukum UPH, membahas bagaimana kebebasan dan kuasa harus digunakan dengan tanggung jawab. Dalam konteks Indonesia yang sedang berkembang, hukum tidak hanya tentang aturan, tetapi juga tentang keadilan sosial dan kepentingan bersama.

Profesional hukum Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang adil. Pemahaman tentang tanggung jawab sosial menjadi esensial ketika mereka melayani masyarakat. Hukum yang baik harus mencerminkan nilai-nilai keadilan dan kebenaran.

FAQ: UPH Festival 2026 Mahasiswa Baru

Apa itu UPH Festival 2026? UPH Festival 2026 adalah acara tahunan Universitas Pelita Harapan yang diselenggarakan pada 14 Agustus 2026 untuk membekali mahasiswa baru dengan perspektif hidup yang mengintegrasikan iman, ilmu, dan tujuan.

Berapa kali UPH Festival 2026 Mahasiswa Baru diadakan? Acara ini merupakan bagian dari rangkaian UPH Festival yang berlangsung selama beberapa hari, dengan hari kedua menjadi fokus pembekalan mahasiswa baru melalui berbagai sesi diskusi dan presentasi.

Apa tema UPH Festival 2026? Tema resmi UPH Festival 2026 adalah ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform’ yang menekankan identitas manusia sebagai ciptaan Allah.

Siapa saja narasumber dalam UPH Festival 2026? Narasumber meliputi Pdt. Jimmy Pardede, Caroline Riady, Dr. Rizaldi Sistiabudi, dan Dr. Velliana Tanaya yang mewakili berbagai bidang seperti teologi, kesehatan, teknologi, dan hukum.

Bagaimana mahasiswa bisa menerapkan pelajaran dari UPH Festival 2026? Mahasiswa dapat menerapkan pelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai integritas, tujuan hidup, dan iman dalam setiap aspek studi dan karier mereka, serta menggunakan teknologi dengan bijak tanpa kehilangan identitas manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *