Dulu Naik Pohon Cari Sinyal, Kini Warga Flores Timur Bisa Internetan dari Desa

46411-bakti-media-connect-2026

Transformasi Konektivitas Digital di Flores Timur: Dari Pohon Tinggi Menuju Era Internet Desa

Pondokkebaikan.com – Perjalanan panjang warga Flores Timur dalam mengejar sinyal telekomunikasi kini memasuki babak baru yang menjanjikan. Wilayah yang selama ini dikenal dengan tantangan geografis berat—mulai dari pegunungan hingga kepulauan—telah mengalami perubahan signifikan berkat kehadiran infrastruktur digital. Masyarakat yang dulu terpaksa memanjat pepohonan tinggi untuk mendapatkan jaringan, kini dapat mengakses internet langsung dari rumah mereka.

Sejarah Perjuangan Mencari Sinyal

Masa-masa ketika mendapatkan koneksi telekomunikasi menjadi tantangan tersendiri masih segar dalam ingatan banyak warga. Bukan hanya soal jarak tempuh yang jauh atau harus mengendarai sepeda motor melintasi jalan berbatu, sebagian penduduk bahkan rela mendaki pohon setinggi puluhan meter hanya untuk menangkap sinyal yang lemah.

Masyarakat kami atau teman-teman di sekolah, bahkan fasilitas kesehatan, Puskesmas, Pustu, harus menjangkau berkilometer-kilometer jarak untuk mendapatkan tempat bersinyal sehingga bisa mengakses informasi, memberikan laporan, menyampaikan data.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Silvester Suban Toa Kabelen, Kepala Dinas Kominfo Flores Timur, dalam agenda BAKTI Media Connect 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kondisi ini terjadi sebelum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) memulai program konektivitas di berbagai wilayah terpencil.

Karakteristik geografis Flores Timur yang unik—terdiri dari daratan pegunungan dan gugusan kepulauan—menjadikan akses telekomunikasi menjadi hal yang tidak mudah. Ketika sinyal tidak tersedia di permukaan tanah, warga mencari lokasi yang dianggap lebih memungkinkan untuk mendapatkan jaringan. “Kadang naik pohon karena di bawah tidak ada sinyal, jadi harus naik pohon,” jelas Silvester menggambarkan kondisi yang sering terjadi.

Infrastruktur Digital yang Mengubah Lanskap

Kini, transformasi tersebut telah nyata dirasakan. BAKTI telah menyelesaikan pembangunan enam menara BTS di seluruh wilayah Flores Timur. Selain itu, sekitar 262 akses internet telah disediakan dan dimanfaatkan di berbagai fasilitas publik, termasuk pemerintahan desa, sekolah, dan pusat kesehatan masyarakat.

Dampak perubahan ini tidak hanya terbatas pada komunikasi sehari-hari. Pemerintah daerah dan layanan publik juga merasakan manfaat langsung. Sekolah dan fasilitas kesehatan kini dapat mengirimkan data serta laporan secara real-time tanpa harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mencari jaringan yang stabil.

Saya datang dengan harapan besar supaya ada peningkatan kapasitasnya. Sudah ada di lapangan, tapi ada sesuatu yang harus dibenahi supaya itu bisa dimaksimalkan.

Konradus Kudarto, Kepala SMAN 1 Titehena, menyampaikan pandangannya tentang kebutuhan akan peningkatan kapasitas internet. Saat ini, sekolah menghadapi tantangan baru—bukan lagi sekadar mendapatkan sinyal, tetapi memastikan kapasitas jaringan mampu menopang kebutuhan digital masyarakat secara optimal.

Konradus mencontohkan situasi saat asesmen berlangsung, di mana sekitar 450 siswa bersama 50 guru dan pengawas dapat menggunakan jaringan secara bersamaan. Angka ini menunjukkan pergeseran tantangan dari sekadar konektivitas dasar menuju kebutuhan bandwidth yang lebih besar.

Peran Satelit Satria-1 dalam Ekspansi Konektivitas

Pengalaman Flores Timur menjadi salah satu contoh keberhasilan pembangunan infrastruktur konektivitas di wilayah 3T—daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. BAKTI mengelola berbagai infrastruktur strategis, mulai dari Satelit Republik Indonesia (Satria-1), Palapa Ring, BAKTI AKSI, hingga BAKTI SINYAL.

Satria-1, dengan kapasitas 150 Gbps, telah beroperasi sejak 2024 dan mendukung konektivitas fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, serta pos TNI dan Polri di wilayah 3T. Kehadiran satelit ini memungkinkan BAKTI menggabungkan jaringan terestrial dan non-terestrial untuk mempercepat perluasan konektivasi ke wilayah yang sulit dijangkau.

Hal lain yang membuat kami dapat mempercepat penggelaran konektivitas digital itu adalah kehadiran Satria-I. Kehadiran Satria-I ini membuat kita bisa menggabungkan solusi terestrial dengan solusi non-terestrial pada saat wilayah-wilayah itu memang masih sangat sulit.

Fadhilah Mathar, Direktur Utama BAKTI Komdigi, menjelaskan bahwa kombinasi kedua jenis jaringan ini menjadi kunci dalam menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi secara digital.

Dampak Ekonomi dan Pendidikan

Akses internet yang lebih baik tidak hanya mengubah cara warga berkomunikasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Masyarakat desa kini dapat mengakses pasar yang lebih luas, melakukan transaksi digital, dan memanfaatkan platform e-commerce untuk menjual produk lokal.

Sektor pendidikan juga mendapat manfaat signifikan. Guru dan siswa dapat mengakses materi pembelajaran online, mengikuti kursus daring, dan berkolaborasi dengan institusi pendidikan di berbagai daerah. Pengiriman laporan dan data administrasi menjadi lebih efisien, mengurangi beban kerja tenaga pendidik dan administrasi.

Bagi wilayah 3T seperti Flores Timur, transformasi digital ini merupakan langkah penting menuju pemerataan pembangunan. Dengan konektivitas yang memadai, potensi lokal dapat dikembangkan lebih optimal, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Frequently Asked Questions

What is Dulu Naik Pohon Cari Sinyal Kini?

Dulu Naik Pohon Cari Sinyal Kini is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dulu Naik Pohon Cari Sinyal Kini matter?

Dulu Naik Pohon Cari Sinyal Kini matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *