Sosok Kunaefi Korban Mutilasi Depok: Dikenal Pendiam dan Rajin Beribadah di Musala

Share: X Facebook
khrisna-edit-1785968966-725013c75a

Sosok Kunaefi Korban Mutilasi Depok: Pendiam dan Rajin Beribadah

Pondokkebaikan.com – Kota Depok kembali dihebohkan dengan kasus pembunuhan sadis yang menimpa Kunaefi, seorang pria berusia 51 tahun. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi dimutilasi setelah terjadi cekcok dengan tersangka Saepul. Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif di balik kematian yang mengejutkan warga ini.

Sosok Kunaefi Korban Mutilasi Depok ini dikenal sebagai pribadi yang tenang dan rajin beribadah. Masyarakat sekitar tidak menyangka bahwa pria pendiam ini akan menjadi korban pembunuhan yang disertai mutilasi. Proses investigasi masih berlangsung intensif untuk memastikan semua aspek kasus terungkap secara komprehensif.

Profil Korban: Warga Cipayung yang Aktif Beribadah

Kunaefi merupakan warga Perumahan Griya Putra Mandiri di kawasan Cipayung Jaya, Depok. Pria yang dikenal sebagai pribadi pendiam dan rajin beribadah ini tidak menunjukkan indikasi adanya masalah yang signifikan dalam kehidupannya sehari-hari. Kehidupannya tampak biasa-biasa saja sebelum tragedi terjadi.

Orangnya pendiam, tapi nggak ada hal-hal menyimpang lah.

Pernyataan tersebut diucapkan oleh Yudi, tetangga korban yang berusia 40 tahun. Yudi ditemui di lokasi perumahan tempat Kunaefi tinggal pada hari Rabu, 5 Agustus 2026. Menurut Yudi, meskipun Kunaefi dikenal sebagai pribadi yang tertutup, ia tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan warga dan rutin salat berjemaah di musala setempat.

Kehidupan beragama Kunaefi tidak hanya terbatas pada dirinya sendiri. Ia juga kerap mengajak kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar untuk salat berjemaah bersama. Hal ini menunjukkan bahwa Kunaefi tidak hanya menjaga hubungan baik dengan tetangga, tetapi juga membina hubungan yang harmonis dengan anak-anaknya dalam konteks keagamaan.

Saya sering salat berjamaah dengan almarhum. Biasanya salat sama anak-anaknya.

Yudi menambahkan bahwa Kunaefi sebelumnya pernah bekerja cukup lama di Palu, Sulawesi Tengah. Namun, belakangan ini ia sudah tidak lagi bekerja dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarganya. Kehidupan yang tenang ini membuat kejutan atas kematiannya semakin terasa bagi warga sekitar.

Tersangka Saepul dan Kehidupan di Depok

Saat pertama kali datang ke Depok, Saepul mengaku tinggal bersama seorang pria bernama Jeje untuk membuka usaha makanan. Namun, menurut Aris, Ketua RT setempat, keduanya dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Kehidupan mereka yang minim interaksi ini menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian penyidik.

Saepul tinggal di kontrakan yang terletak di Jalan Belimbing RT 003/RW 05, Cipayung Jaya, Depok. Selama sekitar enam hingga tujuh bulan, ia berbagi tempat tinggal dengan Jeje. Pemilik kontrakan, Erna, mengaku tidak banyak berkomunikasi dengan kedua penyewa tersebut, kecuali ketika ada kerusakan di rumah kontrakan.

Selebihnya kita gak pernah ketemu, kayak gitu. Paling kalau misalnya ada kerusakan.

Pernyataan Erna ini mengindikasikan bahwa hubungan antara penyewa dan pemilik kontrakan sangat minim. Hal ini sejalan dengan deskripsi Aris bahwa Saepul dan Jeje dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Kehidupan mereka yang terisolasi dari lingkungan sekitar mungkin menjadi salah satu faktor yang tidak terdeteksi hingga terjadi insiden tragis.

Penangkapan dan Proses Investigasi

Polisi berhasil menangkap Saepul di Panimbang, Pandeglang, Banten, saat tersangka diduga hendak melarikan diri dari lokasi kejadian. Penangkapan ini dilakukan setelah tersangka mencoba meninggalkan Depok untuk menghindari proses hukum. Saepul saat ini berusia 26 tahun dan menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhan sadis ini.

Inafis Polri juga melakukan penggeledahan terhadap kontrakan yang pernah ditempati Saepul. Penggeledahan ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik yang dapat mendukung proses investigasi. Tim forensik dari Inafis bekerja dengan cermat untuk memastikan tidak ada bukti yang terlewatkan.

Kasus ini telah menarik perhatian masyarakat Depok, terutama warga Cipayung Jaya. Warga yang sebelumnya tidak mengenal korban dan pelaku dengan baik kini mulai saling bertukar informasi mengenai insiden tersebut. Misteri di balik kasus mutilasi ini masih terus terungkap seiring dengan berjalannya proses investigasi.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Kunaefi

Berapa usia korban Kunaefi? Kunaefi berusia 51 tahun saat ditemukan sebagai korban mutilasi di Depok.

Di mana lokasi kejadian? Kasus terjadi di kawasan Cipayung Jaya, Depok, tepatnya di area perumahan Griya Putra Mandiri.

Kapan tersangka ditangkap? Saepul ditangkap di Panimbang, Pandeglang, Banten, saat mencoba melarikan diri dari lokasi kejadian.

Apakah ada dugaan motif khusus? Salah satu dugaan yang sedang diteliti adalah kemungkinan pelaku memiliki preferensi terhadap sesama jenis.

Dimana Saepul tinggal sebelum ditangkap? Saepul tinggal di kontrakan Jalan Belimbing RT 003/RW 05, Cipayung Jaya, Depok, bersama Jeje selama enam hingga tujuh bulan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus, pembaca dapat mengunjungi [artikel terkait di Suara.com](https://www.suara.com/news/depok).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *