Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program Makan Bergizi Gratis di Blora
Kolaborasi Koperasi Desa dengan Program MBG Buahkan Hasil Nyata
Pondokkebaikan.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Zulhas, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Koperasi Desa Merah Putih dengan program Makan Bergizi Gratis telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Integrasi ini khususnya terlihat di KDMP Kamolan, sebuah wilayah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang kini berperan aktif sebagai penyedia ikan lele segar bagi dapur MBG di daerah tersebut. Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana koperasi desa dapat berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional.
Menurut Zulhas, model kerja sama ini menciptakan sebuah closed-loop economy atau ekonomi sirkular yang saling menguntungkan. Dalam sistem ini, warga petani mendapatkan kepastian pasar yang stabil, koperasi berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi pedesaan, dan anak-anak sekolah memperoleh asupan protein berkualitas tinggi melalui program MBG yang sedang berjalan. Mekanisme ini memastikan bahwa setiap tahap produksi hingga konsumsi berjalan efisien dan berkelanjutan.
Mekanisme Pasokan dan Harga yang Transparan
KDMP Kamolan saat ini memasok ikan lele bersih kepada empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang ada di wilayah tersebut. Harga yang ditetapkan adalah Rp25.000 per kilogram ikan lele. Setiap SPPG memiliki rata-rata pemesanan sekitar 250 kilogram dalam satu kali pengambilan, sehingga total pasokan harian mencapai 1.000 kilogram. Harga yang kompetitif ini memungkinkan program MBG berjalan optimal tanpa membebani anggaran daerah.
Zulhas menjelaskan bahwa pola kerja sama ini memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, hasil budi daya masyarakat memiliki pasar yang jelas karena diserap secara berkelanjutan oleh SPPG. Di sisi lain, para pembudidaya dapat merencanakan produksi dan jadwal panen mereka sesuai dengan kebutuhan pasokan yang telah ditentukan. Transparansi harga menjadi kunci keberhasilan model ini dalam jangka panjang.
“Inilah yang kita bangun, sebuah closed-loop economy. Warga memiliki kepastian pasar, koperasi menjadi penggerak ekonomi desa, dan anak-anak memperoleh sumber protein berkualitas melalui Program MBG,” kata Zulhas dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Ekosistem Ekonomi Desa dari Hulu hingga Hilir
Integrasi antara Koperasi Desa Merah Putih dan Program MBG membentuk ekosistem ekonomi desa yang komprehensif dari hulu hingga hilir. Masyarakat menjalankan kegiatan produksi ikan, koperasi mengelola usaha distribusi, sementara SPPG menyerap hasil budi daya untuk kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Rantai nilai ini memastikan bahwa setiap pelaku ekonomi mendapatkan manfaat yang setara.
Model ini ditinjau langsung oleh Zulhas bersama sejumlah pejabat tinggi pemerintah. Hadir dalam kunjungan tersebut adalah Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Kelautan dan Perikanan, beberapa anggota DPR RI, serta Bupati Blora. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pengembangan koperasi desa.
Produksi Bioflok yang Terus Berkembang
Unit budi daya bioflok Kamolan mulai beroperasi sejak Februari 2026. Pada siklus pertama, unit usaha ini berhasil menghasilkan sekitar 1,04 ton lele. Sementara pada siklus kedua, telah dilakukan panen parsial sebanyak sekitar 605 kilogram ikan lele. Pertumbuhan produksi ini menunjukkan efektivitas teknologi bioflok dalam meningkatkan output per kolam.
Saat ini, sebanyak 22 dari total 24 kolam telah terisi dengan benih lele. Total benih yang ditebar mencapai sekitar 92.000 ekor. Penebaran benih dilakukan secara bertahap agar waktu panen dapat menyesuaikan kebutuhan pasokan ke empat SPPG yang ada. Sistem ini memungkinkan pasokan yang konsisten sepanjang tahun tanpa gangguan musim.
“Integrasi KDMP dengan MBG menjadi bukti bahwa program pemerintah kini terhubung dari hulu hingga hilir. Produksi masyarakat terserap, ekonomi desa bergerak, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Zulhas.
Target Nasional dan Dukungan Program Budi Daya
Pemerintah menargetkan produksi ikan budi daya nasional pada tahun 2026 mencapai angka 7,15 juta ton. Untuk mendukung target ambisius tersebut, pemerintah mengembangkan Program Budi Daya Tematik Bioflok. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan sekaligus memasok kebutuhan protein bagi Program MBG di berbagai daerah. Koperasi Desa Merah Putih Kini menjadi salah satu model percontohan yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Dengan demikian, integrasi KDMP Kamolan dengan MBG tidak hanya menjadi contoh sukses di tingkat lokal, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian target nasional. Ketahanan pangan nasional semakin kuat ketika produksi masyarakat terserap secara berkelanjutan dan ekonomi desa bergerak maju bersama-sama. Model ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan koperasi desa di seluruh Indonesia.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berapa harga lele yang dipasok oleh Koperasi Desa Merah Putih Kini?
Harga lele yang dipasok oleh KDMP Kamolan adalah Rp25.000 per kilogram. Harga ini ditetapkan agar program MBG dapat berjalan optimal tanpa membebani anggaran daerah.
Berapa banyak lele yang dipasok setiap hari?
KDMP Kamolan memasok total 1.000 kilogram lele per hari kepada empat SPPG. Setiap SPPG memesan rata-rata 250 kilogram dalam satu kali pengambilan.
Kapan unit budi daya bioflok Kamolan mulai beroperasi?
Unit budi daya bioflok Kamolan mulai beroperasi sejak Februari 2026. Pada siklus pertama, unit ini berhasil menghasilkan sekitar 1,04 ton lele.
Berapa jumlah kolam yang aktif saat ini?
Saat ini, sebanyak 22 dari total 24 kolam telah terisi dengan benih lele. Total benih yang ditebar mencapai sekitar 92.000 ekor.




