Key Strategy: Menaker sebut uang saku Magang Nasional 2026 masih dibayar pemerintah

Menteri Ketenagakerjaan Pastikan Uang Saku Magang Nasional 2026 Tetap Dibiayai Pemerintah

Key Strategy – Jakarta, Selasa – Dalam jumpa pers di Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa uang saku untuk peserta Magang Nasional 2026 akan tetap sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Ia menegaskan bahwa perusahaan mitra belum terlibat dalam pembayaran ini. “Saat ini, uang saku peserta Magang Nasional 2026 belum ada pengalihan ke perusahaan,” jelas Yassierli. Menurutnya, besaran uang saku akan disesuaikan dengan upah minimum yang berlaku di masing-masing lokasi magang, baik upah minimum kota/kabupaten (UMK) maupun upah minimum provinsi (UMP).

Komitmen Pemerintah Terhadap Kebutuhan Peserta

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelatihan kerja, pemerintah tetap berkomitmen untuk memastikan peserta Magang Nasional 2026 menerima penghasilan selama masa magang. Hal ini menjadi perhatian khusus karena program ini bertujuan untuk membekali lulusan baru dengan pengalaman kerja yang bermakna. “Pembayaran uang saku secara penuh oleh pemerintah akan memastikan semua peserta terlayani secara adil, terlepas dari perusahaan tempat mereka magang,” ujar Yassierli. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini akan berlaku hingga program tersebut dilaksanakan dalam tahap pertama pada bulan Juli 2026.

“Iya, belum ada sharing (dengan perusahaan mitra Magang Nasional). Uang sakunya sama sebesar upah minimum dari masing-masing lokasi tempat magang. Jadi ada upah minimum kota/kabupaten (UMK) atau upah minimum provinsi (UMP),” kata Yassierli.

Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah telah menyetujui anggaran dan jumlah peserta Magang Nasional 2026. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Keuangan telah memberikan persetujuan untuk mengalokasikan dana dan kuota sebanyak 150 ribu orang. Menaker Yassierli menyebut bahwa jumlah ini telah ditetapkan sebagai target utama untuk mengakselerasi pelatihan kerja nasional. “Anggaran dan kuota tersebut sudah kita pastikan, jadi bisa berjalan sesuai rencana,” imbuhnya.

Lihat Juga :   New Policy: PG Ngadirejo Kediri tetapkan masa giling tebu 200 hari

Evaluasi Keterlibatan Perusahaan dalam Program

Walaupun pemerintah menanggung seluruh biaya uang saku, Yassierli mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi mengenai keterlibatan perusahaan mitra. Ia ingin memastikan bahwa perusahaan tidak hanya menjadi tempat magang, tetapi juga turut aktif dalam proses pembelajaran peserta. “Kita masih mempertimbangkan bagaimana mekanisme pembagian kontribusi uang saku antara pemerintah dan perusahaan bisa diterapkan lebih lanjut,” tambah Menaker. Dalam beberapa bulan terakhir, ia telah mengungkapkan rencana ini kepada publik.

Menurut Yassierli, kerja sama dengan perusahaan akan menjadi komponen penting dalam memperkuat mekanisme pelatihan. “Tujuannya adalah agar perusahaan lebih intens dalam mengawasi dan membimbing peserta magang,” jelasnya. Ia juga menjelaskan bahwa sistem mentorship akan dibuat secara lebih mendalam untuk memastikan peserta mendapatkan pengalaman kerja yang berkualitas. Selain itu, evaluasi pelaksanaan program juga akan menjadi fokus utama dalam beberapa bulan mendatang.

“Tapi kita ingin keterlibatan dari perusahaan nanti lebih intens dan nanti mekanisme mentorship, mekanisme evaluasinya akan kita buat lebih dalam,” ujar Menaker Yassierli.

Dalam hal pembagian peran, Yassierli menyebut bahwa pemerintah dan perusahaan mitra akan mengadakan konsultasi lebih lanjut untuk menentukan skema pembayaran uang saku. Ia menekankan bahwa komitmen perusahaan terhadap kontribusi keuangan dan pemberian sertifikat kompetensi setelah selesai magang menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program. “Komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya, dan kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nantinya,” lanjutnya.

Rencana Pelaksanaan Program Magang Nasional 2026

Selain itu, Yassierli juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan segera menyiapkan rencana kerja (timeline) untuk lulusan perguruan tinggi baru yang berminat mengikuti Magang Nasional 2026. Ia berharap program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas bagi generasi muda. “Kita akan memastikan semua lulusan yang berminat bisa terlayani secara optimal,” tuturnya.

Lihat Juga :   Visit Agenda: Bulog pastikan stok beras di Jateng aman hingga akhir 2026

Pelaksanaan Magang Nasional 2026 Tahap I akan dimulai pada Juli 2026, dengan target sebanyak 50 ribu peserta. Menaker Yassierli menegaskan bahwa pihaknya optimis program ini bisa berjalan lancar sesuai rencana. “Insya Allah, Juli kita bisa jalan ya, untuk batch pertama angkatan kedua kita (Magang Nasional) 2026 dengan target 50 ribu orang,” ujarnya. Ia juga berharap keberhasilan program ini akan memberi manfaat besar bagi lulusan satu tahun terakhir.

“Dan insya Allah, Juli kita bisa jalan ya, untuk batch pertama angkatan kedua kita (Magang Nasional) 2026 dengan target 50 ribu orang. Semoga ini menjadi satu kabar baik buat para fresh graduate lulusan satu tahun terakhir,” kata Menaker Yassierli.

Menaker Yassierli menjelaskan bahwa Magang Nasional 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran dan memperkuat keterampilan lulusan. Dengan adanya uang saku yang diberikan penuh oleh negara, peserta akan memiliki akses lebih mudah untuk memperoleh pengalaman kerja tanpa hambatan finansial. “Program ini diharapkan menjadi wadah bagi lulusan untuk memperoleh pengalaman nyata sebelum memasuki dunia kerja,” tambahnya.

Dalam persiapan lebih lanjut, pemerintah juga menyiapkan berbagai kegiatan yang akan mendukung partisipasi peserta. Dari mulai pendaftaran, seleksi hingga pelatihan teknis, seluruh rangkaian akan dijadwalkan agar lebih terstruktur. Yassierli menyebut bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan sumber daya yang tersedia. “Kita akan memastikan timeline program ini tepat waktu dan efektif,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Menaker Yassierli juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan. Meski uang saku dibiayai penuh, ia menilai perusahaan tetap berperan dalam proses pembelajaran. “Dengan keterlibatan perusahaan, peserta magang akan memiliki pengalaman yang lebih realistis dan terukur,” jelasnya. Ia berharap adanya kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Lihat Juga :   Key Strategy: PIHPS: Harga cabai rawit Rp65.350/kg, telur ayam Rp31.150/kg

Program Magang Nasional 2026 ini diharapkan menjadi salah satu inisiatif yang mendukung transisi lulusan ke dunia kerja. Dengan membayar uang saku secara penuh, pemerintah memberikan kesempatan untuk melibatkan perusahaan mitra dalam pembelajaran tanpa menimbul