Wakil Kepala BGN: Pendaftaran mitra SPPG hanya lewat portal resmi

Wakil Kepala BGN: Pendaftaran mitra SPPG hanya lewat portal resmi

Wakil Kepala BGN – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, memberikan penjelasan bahwa proses pendaftaran mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya bisa dilakukan melalui situs web resmi mitra.bgn.go.id. Dalam pertemuan dengan para korban dugaan skema penipuan di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, Sony menegaskan bahwa BGN terbuka menerima keluhan masyarakat dan mendorong pihak-pihak terkait untuk lebih waspada terhadap berbagai upaya penipuan yang terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan bahwa BGN tidak hanya mengandalkan satu kelompok atau organisasi tertentu dalam mengelola SPPG, sehingga memastikan setiap peserta program dapat terdaftar secara mandiri.

Proses Pendaftaran Mitra SPPG

Sony Sonjaya menjelaskan bahwa BGN telah menyusun mekanisme pendaftaran yang transparan untuk menghindari penipuan. “Proses pendaftaran mitra SPPG tidak diatur oleh satu pihak saja, tetapi melalui pengajuan langsung oleh setiap individu melalui portal resmi. Ini berarti setiap data yang dimasukkan ke sistem merupakan hasil dari verifikasi langsung oleh peserta, bukan dari kelompok yayasan,” terangnya. Ia menambahkan bahwa penggunaan portal resmi bertujuan untuk memastikan keaslian identitas peserta serta mengurangi risiko penyalahgunaan nama Badan Gizi Nasional oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Menurut Sony, BGN juga menyediakan panduan yang jelas bagi masyarakat yang ingin mendaftar sebagai mitra SPPG. “Kami telah menyusun langkah-langkah pendaftaran yang mudah diakses, agar masyarakat bisa memahami dengan benar tentang program ini. Dengan cara ini, BGN berharap mampu menciptakan sistem yang akuntabel dan meningkatkan kepercayaan publik,” tuturnya. Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan dalam transaksi kegiatan MBG, terutama dalam hal distribusi bantuan dan pelaporan aktivitas.

Lihat Juga :   Visit Agenda: Pengakuan negara dan masa depan pesantren

Peran Wakil Kepala BGN dalam Penegakan Aturan

Sony Sonjaya menegaskan bahwa BGN aktif menindaklanjuti laporan-laporan dari masyarakat yang mengalami kesulitan. “Kami siap menghadirkan para peserta aksi ke ruang kerja saya untuk mendiskusikan keluhan secara langsung. Saya mendorong mereka untuk menyajikan bukti-bukti seperti foto, dokumen transfer dana, atau rekaman suara, karena jika ada indikasi pelanggaran hukum, kami akan bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri lebih lanjut,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen BGN dalam menjaga integritas program MBG.

Dalam pertemuan tersebut, para korban skema penipuan dari Jawa Barat menyampaikan kekecewaan terhadap beberapa yayasan yang mengatasnamakan koneksi dengan pejabat tinggi BGN. Koordinator aksi, Usep Sarwan, mengatakan bahwa mereka telah membangun dapur MBG di Sukasari, Kota Bandung, namun setelah selesai, tidak ada bentuk pengakuan atau bantuan yang diberikan oleh BGN. “Pembangunan dapur ini membutuhkan investasi besar, tetapi setelah diresmikan, kami hanya diberi informasi bahwa program bisa diakses gratis, tanpa adanya pembagian keuntungan yang jelas,” tambahnya.

Keluhan yang disampaikan Usep juga mencakup kecemasan masyarakat terhadap transparansi program MBG. “Masyarakat percaya bahwa program ini diawasi secara ketat, tetapi kami melihat adanya praktik yang tidak transparan. Kami khawatir seluruh kepercayaan yang dibangun terhadap BGN akan berujung pada kerugian besar,” jelas Usep. Ia menekankan bahwa adanya mitra SPPG yang tidak tercatat secara resmi bisa mengganggu kepercayaan publik terhadap keberadaan BGN.

Sebagai respons, Sony Sonjaya menegaskan bahwa BGN telah melakukan pengawasan yang ketat terhadap setiap mitra yang terdaftar. “Kami mengecek keaslian identitas mitra sebelum memberikan pengakuan resmi. Jika ada indikasi penipuan, kami akan mengkoordinasikan tindakan dengan institusi terkait, seperti Kementerian Pertahanan, untuk menjamin keabsahan program,” tambahnya. Penjelasan ini diharapkan bisa memberikan kejelasan kepada masyarakat tentang cara kerja BGN dalam mengelola SPPG dan MBG.

Lihat Juga :   Latest Program: Upaya bersama majukan desa lewat Kopilaborasi