Dijuluki ‘Banjir Abadi’, Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
Key Strategy – Pemerintah Kota Jakarta Barat telah mengambil langkah konkrit untuk mengatasi masalah genangan air di Jalan H. Mochtar Raya, Joglo, Kembangan. Langkah ini dimulai dengan pembersihan saluran air yang tergenang, sebagai upaya sementara untuk mempercepat surutnya air di wilayah tersebut. Genangan yang sering terjadi selama berbulan-bulan akhirnya mendapat perhatian serius dari pihak berwenang, setelah sorotan publik melalui video dan keluhan warga yang beredar di media sosial.
Langkah Darurat dan Proyek Permanen
Sebagai bagian dari penanganan darurat, tim Satgas Sudin SDA Kecamatan dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan sumbatan pada saluran air dan tali-tali drainase. Dengan tindakan ini, diharapkan ketinggian genangan bisa ditekan sehingga warga dapat kembali beraktivitas tanpa hambatan. Mustajab, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, menjelaskan bahwa upaya sementara ini adalah bagian dari strategi jangka pendek, sambil menunggu pelaksanaan proyek drainase utama yang telah memasuki tahap akhir administrasi.
“Tim Satgas Sudin SDA Kecamatan segera dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan sumbatan pada tali-tali air dan saluran drainase agar genangan bisa segera surut,” kata Mustajab di Jakarta, Kamis.
Selain itu, Pemkot Jakbar juga mengungkapkan rencana pembangunan drainase permanen. Menurut Mustajab, proyek ini akan dimulai setelah sosialisasi kepada masyarakat selesai dilakukan. “Kontrak sudah ditandatangani pada Jumat minggu lalu. Kemarin baru saja dilakukan uitzet (persiapan awal dan pengukuran lapangan), dan saat ini tinggal menunggu jadwal sosialisasi kepada warga sebelum pengerjaan dimulai,” tambahnya.
Perbaikan Jalan Berlubang Menunggu Genangan Teratasi
Sebelum perbaikan jalan berlubang di kawasan tersebut dapat dilakukan, Pemkot Jakbar menyatakan bahwa masalah genangan harus terlebih dahulu ditangani secara menyeluruh. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, Abdul Jabar, mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang tergenang atau basah berisiko menyebabkan kerusakan kembali terjadi dalam waktu singkat.
“Dari Dinas Bina Marga, Pak Sekdis sudah berkomunikasi langsung dan meminta Kasudin SDA Jaksel serta Jakbar untuk segera menindaklanjuti perbaikan salurannya,” terang Abdul Jabar.
Menurutnya, pembersihan saluran air menjadi prioritas utama sebelum memulai proses pengaspalan jalan. “Kerusakan jalan berlubang tidak akan bisa diatasi jika genangan tidak diperbaiki terlebih dahulu. Jalan yang tergenang bisa mengakibatkan retak atau lubang kembali muncul,” jelasnya.
Penamaan Kawasan Sebagai ‘Banjir Abadi’
Genangan air di Jalan H. Mochtar Raya telah lama menjadi keluhan masyarakat. Kawasan ini dijuluki sebagai “banjir abadi” oleh warganet, karena air tergenang tidak pernah surut meskipun tidak ada hujan. Kondisi ini menyebabkan banyak gangguan, seperti kesulitan dalam beraktivitas sehari-hari dan risiko kecelakaan bagi pengendara, terutama sepeda motor, karena genangan menutupi lubang di badan jalan.
Menurut Mustajab, penyebab utama genangan adalah sumbatan saluran air yang tidak teratasi. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena keterbatasan sistem drainase yang sudah usang. “Pembersihan saluran air yang tersumbat adalah langkah awal untuk memastikan air bisa mengalir dengan baik,” ujarnya.
Persiapan Proyek Drainase Utama
Pemprov DKI Jakarta, dalam upaya menyelesaikan persoalan genangan dan kerusakan jalan di kawasan perbatasan Jakarta Barat, Jakarta Selatan, serta Kota Tangerang, telah memulai persiapan proyek drainase utama. Proyek ini diharapkan dapat memberikan solusi permanen, sehingga genangan tidak lagi terjadi dan kondisi jalan bisa diperbaiki secara bertahap.
Mustajab menyebutkan bahwa langkah pembersihan saluran air dan pengaspalan jalan akan dilakukan secara beriringan. “Proses ini memerlukan koordinasi yang baik antara Dinas SDA dan Dinas Bina Marga, agar hasilnya maksimal,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh, dengan memastikan saluran air tidak hanya dibersihkan, tetapi juga diperbaiki agar bisa menampung debit air secara efektif.
Di sisi lain, Abdul Jabar mengingatkan bahwa perbaikan jalan berlubang harus dilakukan setelah saluran drainase diperbaiki. “Jika jalan langsung diaspal tanpa mengatasi akar masalah, genangan bisa saja kembali muncul dan menyebabkan kerusakan lebih parah,” imbuhnya.
Upaya penanganan genangan dan perbaikan jalan di Joglo Kembangan ini diharapkan bisa menyelesaikan masalah yang telah lama mengganggu warga. Dengan langkah yang lebih sistematis, Pemkot Jakbar berkomitmen untuk memberikan solusi jangka panjang, sehingga kawasan ini tidak lagi menjadi tempat kumpulnya air tergenang yang sering dikeluhkan. Proyek ini juga menjadi contoh keberhasilan pemerintah dalam merespons keluhan masyarakat secara cepat dan efektif.



