Prabowo Usulkan Potong Anggaran, Bikin Jenderal Cengar cengir Prabowo
Pondokkebaikan.com – Presiden Prabowo Subianto mengemukakan gagasan menarik terkait pengurangan alokasi dana pertahanan dan kepolisian. Langkah ini bertujuan mengatasi masalah kemiskinan serta kelaparan ekstrem yang masih dihadapi masyarakat Indonesia. Wacana tersebut diungkapkan secara langsung oleh Kepala Negara pada acara Panen Raya TNI yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur, pada hari Jumat, 17 Juli 2026. Inisiatif ini langsung bikin Jenderal Cengar cengir Prabowo mendapat perhatian luas.
Upaya efisiensi anggaran ini merupakan bagian dari strategi mewujudkan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat ketahanan nasional. Peran TNI dan Polri dinilai sangat penting dalam mendukung program-program tersebut. Melalui penghematan anggaran, Presiden berharap sumber daya dapat dialihkan kepada program-program yang lebih relevan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Seloroh yang Menjadi Gagasan Nyata
Prabowo menyampaikan usulannya dengan gaya yang ringan namun penuh makna. Ia berseloroh bahwa anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi untuk membantu menyelesaikan masalah kelaparan dan kemiskinan yang dialami rakyat. Pernyataan ini disampaikan di hadapan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, tiga kepala staf, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kepala Negara menegaskan tekadnya untuk menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia. Salah satu cara yang ditempuh adalah melalui efisiensi anggaran yang kemudian dialihkan kepada program-program terkait. Prabowo menjelaskan bahwa penghematan akan dilakukan secara sistematis untuk mencapai tujuan tersebut.
“Kita hilangkan kemiskinan dan kelaparan, apalagi kemiskinan ekstrem. Insyaallah, saudara-saudara, kita akan hemat anggaran. Kita akan bikin efisien,” kata Prabowo pada Jumat (17/7/2026).
Usul pemangkasan anggaran pertahanan dan kepolisian ini bukan sekadar bercanda. Prabowo menekankan bahwa pengurangan anggaran tersebut diperlukan untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan secara menyeluruh. Ia menyatakan bahwa bila perlu, anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi demi tujuan mulia tersebut.
“Bila perlu anggaran pertahanan, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan,” kata Prabowo.
Respons Para Jenderal dan Kapolri
Setelah menyampaikan usulannya, Prabowo kemudian bertanya kepada para perwira tinggi mengenai pendapat mereka. Ia ingin mengetahui apakah TNI dan Polri rela jika anggaran mereka dipotong. Menanggapi pertanyaan tersebut, Kapolri dan Panglima TNI beserta para kepala staf tampak tersenyum dan tertawa ringan. Mereka terlihat cengar-cengir menanggapi seloroh Presiden.
Para perwira tinggi yang hadir antara lain KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal TNI Tony Harjono. Mereka semua memberikan respons positif melalui ekspresi wajah yang ceria. Prabowo kemudian mengulangi pertanyaannya untuk memastikan jawaban mereka.
“Rela TNI? Rela polisi?” tanya Prabowo.
Presiden kemudian menambahkan pertanyaannya dengan nada penuh harap. Ia ingin memastikan bahwa para perwira tinggi benar-benar ikhlas dengan usulannya. Prabowo menyimpulkan bahwa respons mereka menunjukkan ketulusan hati.
“Rela ya? Ikhlas? Kok ikhlas…,” sambung Prabowo.
Pertahanan Terbaik Adalah Rakyat yang Sejahtera
Prabowo menjelaskan bahwa pertahanan terbaik bagi Indonesia adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Ia berujar bahwa seluruh rakyat akan membela bangsa ini dengan penuh semangat. Oleh karena itu, TNI dan Polri harus berada di tengah-tengah rakyat sejak sekarang. Hal ini penting agar kedua institusi tersebut dapat memahami kondisi masyarakat secara langsung.
“Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat,” kata Prabowo.
Presiden juga menyampaikan rasa bangga, bahagia, dan terharu atas langkah TNI dan Polri yang ikut berperan membantu masyarakat. Ia menyebutkan bahwa TNI telah membangun ribuan jembatan sementara Polri juga menyediakan ribuan sumber air bersih. Prabowo merasa bahwa kehadiran kedua institusi tersebut di sawah dan masyarakat tidak perlu dipertanyakan lagi.
“TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga berapa ribu air. Janganlah terlalu, apalah, kenapa TNI, polisi ikut di sawah,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa ini adalah Indonesia, tempat di mana TNI dan Polri harus mengatasi kesulitan rakyat. Ia membandingkan dengan negara lain di mana hal tersebut bukan urusan mereka. Menurut Presiden, Indonesia tidak boleh terlalu banyak urusan dengan hal-hal kecil. Ia juga menyatakan bahwa TNI dan Polri tidak boleh kasihan kepada rakyat. Dengan demikian, inisiatif Prabowo ini menjadi bukti nyata bahwa bikin Jenderal Cengar cengir Prabowo bukan sekadar gaya kepemimpinan, melainkan komitmen terhadap kesejahteraan bangsa.



